Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !, “MAFIA DAGING SAPI & AYAM VS CALEG MILLENIAL” .

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !,
“MAFIA DAGING SAPI & AYAM VS CALEG MILLENIAL”
.
Bismillahirahmanirahiim,
Assalamualaikum wrwb,
Salam Damai & Sejahtera Untuk Kita Semua.
SAMPURASUN.
.
Landasan Bandara I Gusti Ngurah Rai , Den Pasar Bali masih basah karena hujan, saya pun bergegas menuju foodcourt exit gate-way bandara karena memang tidak perlu mampir ambil bagasi. Lae Jonny Sirait,Amd – Ketum BOGOR KAPAYUN ! berhalangan hadir karena sedang ada acara ‘Penyerahan Tanah & Air’ demi NKRI di kecamatan Tamansari, kabupaten Bogor. Juga Mas Ary Dicky Buntoro – Dewan Redaksi INDONEWS sedang ada kegiatan di kota Bandung bersama BUMI RELAWAN NGAHIJI.
.
Tiba di food-court , saya pun langsung berbaur dengan bro Ir. Chrisman A. Simanjutak – Caleg PSI DPRD Jabar 1 , Dapil kota Bandung – Cimahi, Bro Johar Pratama Putra,Spd – Ketua DPD PSI kota Cimahi & Caleg PSI Dapil 5 kota Cimahi, Bro Yudha – Aktifis Millenial kota Cimahi, Bro Nyoman Kulit – Aktifis & Relawan Jokowi Buleleng Bali serta beberapa teman Bali yang saya lupa namanya.
.
Mereka di Bali selain wisata juga menghadiri kegiatan Sarasehan Relawan Jokowi Millenial Jawa Barat – Bali di Istana Tampaksiring,Bali. Sayang info ini mereka tutup dalam-dalam, ‘Close The Book, kata mereka. Ahahah.

Setelah kopi panas tersaji kami pun langsung berdiskusi akan hal-hal yang menjadi viral ditengah Relawan Jokoi dalam rangka Pencapaian Suara Jokowi Diatas 53%, baik tingkat Nasional, di Jawa Barat dan Bali. Sbb:
.
(1).Bro IR. CHRISMAN A. SIMANJUTAK= Saat ini Relawan Jokowi masih jalan masing-masing, sudah waktunya bersinerji dengan para caleg parpol #01, sebagaimana yang dilakukan Kang Arief P. Suwendi, Ary Dicky Buntoro & Jonny Sirait. Itu yang disebut Jokowi dengan ‘door to door. Banyak hal yang bisa disepakati sebagai bagian program kerja bersama menjelang tgl.17 April 2019 yad. ‘Strategi tepat, Kerja Cepat !
.
Dari kekhawatiran sebagian orang akan adanya opini ketergantungan terhadap produk impor akan semakin besar. Khususnya mengenai impor daging ayam dan sapi yang akan mengakibatkan ketahanan pangan nasional terganggu adalah berlebihan. “Karena dengan dicanangkannya Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada 2045 secara perlahan mulai menunjukan hasi sejak th.2015-2018. Kontribusi ekspor peternakan semakin meningkat tahun 2018 saja mampu menembus Rp 21,58 triliun di 91 negara tujuan”, kata Lae Chrisman
.
Ditambahkan Lae Chrisman lagi, “Kebutuhan daging sapi nasional pertahun di 10 tahun belakangan antara 350.000 – 600.000 ton/tahun, sedangkan ‘ketersediannya jauh dari itu. Jokowi pun melakukan kerja-cepat, disaat kebutuhan telah mencapai sekitar 600.000 ton Jokowi mampu hingga menyediakan 350.000-450.000 ton di thn.2017-2018 lalu.

Langkah Jokowi sejak th.2015 diantaranya adalah memperbanyak & percepatan peningkatan populasi sapi dan kerbau, juga meningkatkan peran Rumah Tangga Peternak (RTP) yang kini telah mencapai lebih dari 4.2 juta. Jokowi berharap dapat menembus angka 5,5 juta RTP hingga thn.2024 yad.
.
2.Bro JOHAR PRATAMA PUTRA,Spd =
.
“Sebelum lebih dalam diskusinya, kami atasnama DPD PSI kota Cimahi mengundang dan memberitahukan bahwa kami akan melaksanakan Workshop Generasi Muda Cimahi Bersatu. Dengan materi yang pastinya disukai usia millenial, yaitu; Class Marketing Digital, Class Makeover, Class Batik, Class Trading, Class StartUp dsb. Untuk info detil bisa hubungi saya. Buruan daftar ya bro,sis..”
.
”Kembali ke diskusi ini, Siapapun presidennya, pasti akan melakukan impor daging sapi disaat ketersediannya kurang. Itu yang dilakukan Jokowi sambil mengurai benang kusut yang pastinya ada peran mafia daging sapi yang selama ini berperan dan didiamkan.
.
Kasus Luthfi Hasaan Ishaaq – (Saat itu, anggota Komisi I DPR RI dan Presiden PKS) yang dipenjara 16 tahun dan denda Rp. 1 milyar karena diduga bersama Mentan RI – Siswono dan swasta saat itu memainkan keran kuota impor daging sapi min.8000 ton dengan kerugian negara lebih dari Rp.40 milyar.”
.
(**diskusi terhenti karena Nyoman Kulit pamit ada kegiatan lain, bro Johar melanjutkan lagi).
.
“Saat Jokowi menjadi Gubernur DKI jakarta dia melakukan kerjasama dengan Pemprov NTT dalam hal penyediaan daging sapi untuk kosumsi Jakarta. Karena NTT adalah provinsi ketiga dengan jumlah populasi sapi potong terbanyak di Indonesia. Dari total 12.329.477 ekor sapi yang ada di Indoensia, sebanyak 794.011 ekor ada di NTT. Dua provinsi dengan polulasi terbanyak adalah Jawa Timur yang memiliki jumlah 3.545.493 ekor dan Jawa Tengah yang memiliki populasi sapi sebanyak 1.487.529 ekor. Ini yang menjadi ‘role model maksimalisasi warga desa sebagai peternak sapi. Dan bagaimana Jokowi memberikan tauladan keluar dari kasus mafia daging sapi yg sudah ‘berkarat selama ini.
.
Dari data 10,7 juta produksi dagang unggas dsb, kota Bandung & kota Cimahi telah mampu menyumbang hampir 2,4 juta ekor dan kota Cimahi sekitar 30.000 ekor. Ini potensi dan peluang untuk dimaksimalkan, kenapa ragu melibatkan usia millenial untuk hal ini?
.
5.Bro YOGA GUSTIAWAN NUGRAHA = “Sejak Jokowi menjadi presiden, produksi daging ayam semakin meningkat saat ini saja mampu mencapai 3.382.311 ton atau melebihi kebutuhan nasional sebesar 3.382.311 ton. Dengan begitu, ada kelebihan produksi > 331.035 ton. Maka wajar jika kita mampu meng-ekspor kelebihan ini.
.
– Saat ini diperkirakan Populasi Unggas Di Jawa Barat dan Bali mencapai lebih dari 10,7 juta ekor, maka wajar jika kita surplus . Tentunya ini berbeda dengan ternak Sapi baik dari ‘masa panen, waktu pemeliharaan dan biaya ternak. Ternak ayam, itik dsb jauh lebih mudah dan murah. Maka sangat sedikit orang yang mau menjadi ‘mafia dagin ayam tingkat nasional. Paham?, Ahahah…
.
Lae Chrisman menambahkan, “Kalau pun demikian Jokowi dan kementerian terkait mampu berprestasi juga dalam ekspor daging ayam, tercatat min.200.000 kg kita ekspor ke Timorleste, Jepang dan Papua Nugini senilai Rp.8 milyar/hari?, ini belum termasuk dari daging olahan, pakan ternak dsb.Yang diasumsikan total nilai ekspornya > Rp.8,5 trilyun/tahun…”
.
6. Ditambahkan lagi oleh Bro Chrisman, “Jika saat ini di Jawa Barat ada sekitar 657 kecamatan dan di Bali ada 57 Kecamatan , atau 714 kecamatan. Maka relawan Jokowi Jawa Barat & Bali harus mampu menjadi fasilitator penyediaan rumah ternak sapi dan ayam di seluruh 714 kecamatan itu bersama instansi terkait.
.
Asumsi jika setiap kecamatan mampu memproduksi 1000 ekor sapi / tahun dan ayam 100.000 ekor /tahun. Hitungannya sederhana saja;
=1 ekor sapi = 400 kg X 1000 ekor = 400.000 kg X @Rp.120.000/kg = Rp.48 milyar X 714 kecamatan = Rp. 34,2 trilyun/tahun
=1 ekor ayam = 2 kg x 100.000 ekor = 200.000 kg X @Rp. 40.000/kg = Rp.8 milyar X 714 kecamatan = Rp. 5,7 trilyun/tahun.
=Maka kita mampu meraih lebih dari Rp. 40,1 trilyun untuk ke-2 hal diatas , pastinya ekonomi masyarakat 714 kecamatan pun semakin baik termasuk luasnya penyerapan tenaga kerja lokal. Tidak ada tempat lagi bagi Mafia Daging, Lu Gue, End !, ‘Paham !? , Ahahah…
.
Diskusi terhenti kembali, karena hujan cukup deras, halaman foodcourt menjadi basah dan kami pindah kedalam — BERSAMBUNG —-
.
‘Hadé tata hadé basa, baik tingkah-lakunya baik bahasanya. Wassalamualaikum wrwb, Mohon maaf lahir bathin. Jokowi Harus Menang diatas 53%, #Waspada Kebangkitan Orde Baru#, — Arief P.Suwendi – Ketum PERI – Persatuan Relawan Indonesia, Penasehat Media Ummat & Indonews bd.Media – Event Organizer + Sekjend DPD GMPK kab.Bogor)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook