Warung Kopi BOGOR KAPAYUN ! “MARI BUNG, REBUT SUKABUMI !” .

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !
“MARI BUNG, REBUT SUKABUMI !”
.
Bismillahirahmanirahiim,
Assalamualaikum wrwb,
Salam Damai & Sejahtera Untuk Kita Semua.
SAMPURASUN.
.
Dalam perjalanan menuju kabupaten Buleleng, Bali waktu lalu. Saya meminta sopir on-line berhenti di desa Kubutambahan , dimana terbentang pantai yang masih ‘virgin. Disinilah kelak akan berdiri BANDARA INTERNASIONAL BALI UTARA (BIBU). Saya mampir disebuah warung kopi nelayan, kami pun langsung akrab bersenda-gurau. Kata Komang, salah satu warga disana mereka berharap pembangunan BIBU akan cepat terealisir sehingga taraf ekonomi warga pun akan meningkat.
.
Tiba-tiba seluler berbunyi, Lae Jonny Sirait,Amd ada diseberang sana. “Horas, selamat pagi abangda, masih di Bali-kah?, Abang, saat ini aku dan teman-teman sedang di kabupaten Sukabumi hendak mengantar bang Victor Sirait dan teman-teman relawan Jokowi lainnya meresmikan jembatan Juanito di Dusun Bojongsari, Kecamatan Kebon Pedes. Ini jembatan ke-2 yang telah mereka bangun. Jembatan ini menghubungkan dua desa, sekaligus dua kecamatan. Pembangunan jembatan ini juga dibantu oleh CSR Pertamina. Jembatan ini juga dibangun dengan gotong royong masyarakat sekitar,bang..”, kata Lae Jonny.
.
Tambah Lae Jonny, Jembatan ini akan diresmikan bersama bupati Sukabumi Marwan Hamid. Ini yang kita sebut dengan kerja cerdas, kerja cepat ya bang. Teman-teman Tim KPN atau Komite Penggerak Nawacita ini telah memberikan inspirasi untuk relawan dimana saja bahwa jika ingin berbuat baik, maka jangan tanggung-tanggung. Pembangunan 2 jembatan disana adalah bukti bahwa KPN mampu menterjemahkan program-progam Jokowi. Karena itu pun adalah bagian dari hasil diskusi relawan dengan relawan Jokowi.

Dari Sini pula kami pun berdiskusi hal lain, diantaranya;
.
1.Masyarakat Sukabumi baik kota maupun kabupaten telah dikenal militansi dan heroismenya sejak lalu, salah-satunya dibuktikannya dengan terjadinya perang dahsyat antara TNI-Rakyat Vs Belanda-Sekutu sejak tgl.9 Desember 1945 – 14 Maret 1946, Dimana perang yang tidak sebanding karena kita harus melawan mereka yang memang lihai di Perang Dunia ke-2, sedangkan kita hanya bersenjata bambu-runcing dan tekad HIDUP ATAU MATI !. Kalau pun sebagian wilayah Cibadak, Parungkuda, Kompa dsb hancur di-bom puluhan pesawat-pesawat tempur RAF – Royal Air Force, semangat HIDUP ATAU MATI itu tidak padam, maka kita pun melakukan perang gerilya. Lebih dari ratusan tentara dan sipil kita gugur, namun SUKABUMI BERHASIL KITA REBUT !.
.
Beberapa kali Saya dan teman-teman melalui daerah ini, sepertinya musium Bojongkokosan tidak juga mengalami ‘perubahan, masih kumuh seperti waktu – waktu sebelumnya. Siapa yang bertanggung-jawab?
.
2.Saat Pilpres 2014 lalu suara Jokowi di provinsi Jawa Barat kalah karena hanya mencapai 40,2% . Termasuk di kabupaten Sukabumi, yang hanya mencapai 392.927 suara sedangkan suara Prabowo-Hatta mencapai lebih dari 829.802 suara.
.
Apakah setelah Jokowi menjadi Presiden ke-7 lalu kabupaten Sukabumi ‘ditinggalkan?, Tidak. Bukankah kita selaku Relawan Jokowi mampu ‘meniru dan mengambil semangat rakyat sebagaimana kisah heroik PERANG BOJONGKOKOSAN. Jokowi memang kalah di Jawa Barat dan kabupaten Sukabumi th.2014 lalu, namun banyak hal yang dilakukan Jokowi disana th.2014-2018, al;
.
(a).Lebih dari 3.000 sertifikat tanah dibagikan Jokowi di Cibadak (7/4/2018) dan 4000 sertifikat tanah dibagikan Jokowi di Cigombong, kab. Sukabumi tgl.26/12/2018 lalu
.
(b).Setelah 21 tahun lamanya mangkrak, Tol Bocimi – Bogor Ciawi Sukabumi > 54 Km ini kemudian di-gaspol Jokowi melalui PT. Waskita Karya sejak th.2015, dan akhirnya telah diresmikan tgl.1/12/2018 lalu.
.
(c). Saat ini sedang diselesaikan Pembangunan bandara Sukabumi, Jawa barat dimulai sejak thn.2018 diatas lahan 1200 Ha dengan anggaran > Rp.400 milyar.

PEKERJAAN RUMAH UNTUK BUPATI SUKABUMI TAHUN 2019-2024

1.Saat ini ada 18 kecamatan di kabupaten Sukabumi yang rawan-kekeringan; Cikakak, Gunungguruh, Cibadak, Pelabuhanratu, Parungkiara, Bantargadung, Cikembar, Gegerbitung, Simpenan, Kabandungan, Waluran, Lengkong, Parungkuda, Ciambar, Jampang tengah, Jampang kulon, dan Caringin.
.
2.Jumlah penduduk kabupaten Sukabumi > 2,51 juta tersebar di 47 kecamatan , kalau pun telah ada Perbup No.41/2018 tentang SLRT – Sistim Layanan Rujukan Terpadu untuk perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan namun jumlah orang miskin disana masih meng-khawatirkan yaitu sekitar 201.000 jiwa (8,04%). Termasuk jumlah penganggurannya yang mencapai lebih dari 441.000 orang (24%).
.
3.Dibeberapa daerah masih terdapat ‘kebocoran BOP-Bantuan Operasional untuk PAUD – Pendidikan Anak Usia Dini, maka dengan turunnya DOB untuk 2.256 PAUD di kabupaten Sukabumi sekitar Rp.37,122 milyar bulan Agustus 2018 lalu. Maka diperlukan pengawasan atas penggunaan dan pendistribusiannya.
.
4.Setiap tahun jumlah Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa yang diturunkan di provinsi Jawa Barat terus meningkat, tahun 2018 mencapai lebih dari Rp.66,5 trilyun dan di thn.2019 > Rp.70,8 trilyun dan khusus Dana Desa-nya sekitar Rp.5,7 trilyun.

Jika saat ini ada sekitar 381 desa dengan jumah Dana Desa @Rp.700 juta maka jumlah Dana Desa di kabupaten Sukabumi sekitar Rp.266,7 milyar/tahun. Relawan Jokowi harus masuk kesana, mengawasi agar jangan ada lagi kepala desa disana melakukan korupsi dana desa.
.
“…MARI BUNG REBUT SUKABUMI, JOKOWI HARUS MENANG DIATAS 53%. Perang Bojongkokosan adalah ‘penghantar terjadinya BANDUNG LAUTAN API tgl.24 Maret 1946. Ini yang banyak di-lupakan relawan Jokowi asal Jawa Barat…”, saya menghentikan bicara karena tersedak, Nyoman memberikan saya minum, Lae Jonny diseberang telepon terdengar terbatuk-batuk.

“ Simbol Bambu-runcing era-perang Bojongkokosan dapat kita tularkan didalam semangat relawan Jokowi Jawa Barat khususnya di kota dan kabupaten Sukabumi ya bang. Jangan mengeluh karena minimnya logistik, itulah resiko menjadi relawan. Namun bukan berarti kita hanya diam tidak melakukan apa-apa ya,bang”, kata Lae Jonny, giliran saya yang terbatuk-batuk. ‘JOKOWI HARUS MENANG DIATAS 53% !, MARI BUNG REBUT SUKABUMI !

“Salam hangat saya untuk bang Sihol Manulang, Utje Gustaf Patty, Victor Sirait, Vivi dan teman-teman BARA JP & TKN lainnya ya ,Lae. Kecuali Ferdinand Hutahaen, Ahahaha..”, kata Saya sebelum menutup telepon. “Siap abang, amin”, jawab Lae Jonny yang juga Ketua DPD GMPK – Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi kabupaten Bogor.

‘hadé tata hadé basa, baik tingkah-lakunya baik bahasanya. Wassalamualaikum wrwb, Mohon maaf lahir bathin. Jokowi Harus Menang diatas 53%, #Waspada Kebangkitan Orde Baru#, — Arief P.Suwendi – Ketum PERI – Persatuan Relawan Indonesia, Penasehat Media Ummat & Indonews bd.Media – Event Organizer + Sekjend DPD GMPK kab.Bogor)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook