Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !, “RAJA BATAK & MALAM KEAKRABAN BATAK 2019” .

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !,
“RAJA BATAK & MALAM KEAKRABAN BATAK 2019”
.
Bismillahirahmanirahiim,
Assalamualaikum wrwb,
Salam Damai & Sejahtera Untuk Kita Semua.
SAMPURASUN.
.
HORAS !! :…. Kopi panas dimeja demikian menggoda, sambil membuka – buka buku ini, saya larut dalam tuturan kata dan bahasanya, sederhana saja. Cuaca kota Bogor cukup membuat dingin pagi itu, kalau pun tidak berhujan.
.
Para Pembaca INDONEWS Yth,
Raja Si Singamangaraja XII lahir di Bakara ditepian Danau Toba sebelah Selatan pada tahun 1848 (Saat ini Bakara merupakan suatu kecamatan dalam Kabupaten Humbang Hasundutan). Nama kecilnya adalah PATUAN BOSAR GELAR OMPU PULO BATU. Dan bergelar RAJA SISINGAMANGARAJA XII pada tahun 1871, waktu itu umurnya baru 22 tahun dalam usia yang masih muda.
.
Sifat mulai Raja muda ini adalah membebaskan segala bentuk tawanan/budak, termasuk yang dipasung karena hutang atau kalah perang, orang-orang yang ditawan yang hendak diperjualbelikan dan diperbudak. Ke-tauladan lainnya, beliau tidak mau digelari dan diberi jabatan sebagai SULTAN BATAK oleh Belanda. Ia memilih lebih baik mati daripada tunduk pada penjajah. Ia kesatria yang tidak mau mengkhianati bangsa sendiri demi kekuasaan. Ia berjuang sampai akhir hayat.
.
Perjuangannya untuk memerdekakan ‘manusia bermata hitam’ dari penindasan penjajahan si mata putih (sibontar mata), tidak terbatas pada orang Tapanuli (Batak) saja, tetapi diartikan secara luas dalam rangka nasional. Semua orang yang bermata hitam dianggapnya saudara dan harus dibela dari penjajahan si mata putih (sibontar mata). Ketauladanannya dia hingga daerah lain, Aceh, Padang, dsb. Maka wajar juga jika sebagian jenderal perang Raja SSM XII banyak yang berasal dari Aceh, dsb.
.
Perlawanan kepada Belanda hampir 30 tahun ini, hingga kemudian berujung saat Istana beliau tepat tgl. 12 Agustus 1883, Istana dan Markas Besar Raja Si Singamangaraja XII di Bakara berhasil direbut oleh pasukan Belanda. Raja Si Singamangaraja XII , keluarga, jenderal – jenderal perang dan ribuan prajuritnya mulai ‘bergerilya ke hutan-hutan dan setiap saat muncul dan menghabisi tentara dan markas Belanda , kemudian masuk hutan kembali.
.
Bahkan Belanda pun mengerahkan dan mendatangkan regu pencari jejak dari Afrika, mencari persembunyian Raja Si Singamangaraja XII. Barisan pelacak ini terdiri dari orang-orang Senegal. Oleh pasukan Raja Si Singamangaraja XII barisan musuh ini dijuluki “Si Gurbak Ulu Na Birong”. Bahkan mereka pun harus tewas didalam hutan karena perlawanan Raja SSM XII.
.
Kalau pun bergerilya, Raja SSM XII senantiasa mewarisi keahlian bertani bagi desa yang dikunjunginya, termasuk pemahaman adat istiadat (hukum) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sehingga menimbulkan kesetiaan dan dukungan rakyat untuk berjuang.
.
Saat tiba di Dairi, banyak rakyat yang minta bergabung , merekalah gabungan
dari suku Batak dan suku Aceh. Pasukan ini dipimpin oleh putranya Patuan Nagari. Panglima-panglima dari suku Batak Toba antara lain, Manase Simorangkir dari Silindung, Rior Purba dari Bakara, Aman Tobok Sinaga dari Uruk Sangkalan dan Ama Ransap Tinambunan dari Peabalane. Dari suku Aceh antara lain Teuku Sagala, Teuku Nyak Bantal, Teuku Nyak Ben,Teuku Mat Sabang, Teuku Nyak Umar, Teuku Nyak Imun, Teuku Idris. Sedang dari rakyat Parlilitan antara lain: Pulambak Berutu, Tepi Meha, Cangkan Meha, Pak Botik Meha, Pak Nungkun Tinambunan, Nangkih Tinambunan, Pak Leto Mungkur, Pak Kuso Sihotang, Tarluga Sihombing dan Koras Tamba.
.
Ada tempat gerilya yang disukai Raja SSM XII yang kini dikenal dengan nama Gua Batu Loting dan Liang Ramba di Simaninggir dengan tinggi 20 meter lebih dan kedalaman 250 meter.
.
Tanggal 17 Juni 1907, di pinggir bukit Aek Sibulbulon, di suatu desa yang namanya Si Onom Hudon, di perbatasan Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Dairi yang sekarang, gugurlah Raja Si Singamangaraja XII bersama dua putranya Patuan Nagari dan Patuan Anggi serta putrinya Lopian. Raja Si Singamangaraja XII yang kebal peluru tewas kena peluru setelah terpercik darah putrinya Lopian, yang gugur di pangkuannya.
.
Jenazah Raja Si Singamangaraja XII, Patuan Nagari dan Patuan Anggi dibawa dan dikuburkan Belanda di tangsi Tarutung. Pada Tahun 1953, Raja Si Singamangaraja XII, Patuan Nagari dan Patuan Anggi dimakamkan kembali di Makam Pahlawan Nasional Soposurung Balige yang dibangun oleh pemerintah, masyarakat dan keluarga. Digelari Pahlawan Kemerdekaan Nasional dengan Surat Keputusan Pemerintah Republik Indonesia No. 590 tertanggal 19 Nopember 1961.
.
Demikianlah, tanpa kenal menyerah, tanpa mau berunding dengan penjajah, tanpa pernah ditawan, gigih, ulet, militan, Raja Si Singamangaraja XII selama selama tiga dekade, telah berjuang tanpa pamrih dengan semangat dan kecintaannya kepada tanah air dan kepada kemerdekaannya yang tidak bertara. Itulah yang dinamakan “Semangat Juang Raja Si Singamangaraja XII”, yang perlu diwarisi seluruh bangsa Indonesia, terutama generasi muda. Raja Si Singamangaraja XII benar-benar patriot sejati. Beliau tidak bersedia menjual tanah air untuk kesenangan pribadi. Hal ini menumbuhkan semangat persatuan dan kemerdekaan di hati rakyat.
.
Orang Batak dekat satu sama-lainnya karena memang diwariskan darah pejuang , ini yang wajib dilestarikan hingga ke-generasi sesudah kita kemudian. Kita harus melestarikan pula tauladan Raja SSM XII dalam kehidupan sehari-hari. Kalau pun saya ‘Urang Sunda, saya pun merasa wajib melestarikannya.
.
MALAM KEAKRABAN BATAK KOTA BOGOR & CIANJUR 2019
“Kriiinnnggg…”, seluler berdering, tampak Lae Jonny Sirait,Amd – Ketum BOGOR KAPAYUN ! diseberang sana, buku profil Raja SSM XII yang sedang saya baca pun saya tutup sementara. “Horas Abangda, sudah dimana ini bang?”, tanya Lae Jonny. “Horas Lae, aku sudah tiba di Taman Topi (Red: samping KA kota Bogor)..”,”Oke sebentar saya tiba, bang. Ini masih macet sedikit dekat pintu rel”. Dan benar saja Lae Jonny pun tiba, kemudian kami menuju lokasi MALAM KEAKRABAN BATAK KOTA BOGOR & CIANJUR 2019”, Sabtu, tgl. 9 Maret 2019. GOR Padjadjaran, kota Bogor.
.
“Sampai saat ini semua berjalan baik , apalagi dukungan dari Walikota Bogor, KaKan. Kesbangpol kota Bogor, KaDis Pora kota Bwogor, Andri – manajemen GOR , para pengisi acara, LSM/Ormas dan Pers kota Bogor – Cianjur, para ketua himpunan (Punguan) Batak kota Bogor – Cianjur, dan semua pihak berjalan terus. Untuk lokasi , panggung, toilet, pemasangan perlengkapan acara pun sudah kita diskusikan dengan pihak manajemen GOR. Saya atas nama ketua panitia, Victor Sirait – mengucapkan terima-kasih atas semua ini, semoga acara mendatang berjalan baik karena Tuhan senantiasa bersama ummat yang punya niat baik, Amin”, kata Lae Jonny sambil mengukur luas lokasi untuk kepentingan tenda dsb.
.
“Pastinya Acara telah disusun dengan baik, ada door-price, gratis tanpa dipungut biaya. Silahkan datang berbondong-bondong nikmati acaranya, daftarkan di-meja resepsionis untuk mendapat kupon door-price. Berpakaian bebas namun dilarang seragam parpol/caleg, dsb…”, kata Lae Jonny lagi.

Sebelum mengakhiri , Lae Jonny menyampaikan beberapa hal, yaitu:
.
UNDANGAN MALAM KEAKRABAN BATAK KOTA BOGOR & CIANJUR 2019.
.
Rani Simbolon dan Artis Batak Ibukota Siap Hangatkan Warga Batak di GOR Bogor, “Horas biar Kambing di kampung sendiri tapi Banteng di perantauan! “,
.
Ayo kawan-kawan par Medan yang tinggal di Bogor maupun Cianjur ajak kita punya kerabat maupun sahabat untuk riang gembira, guyub bersatu & tortor sukacita! Maka hadirilah beramai-ramai: MALAM KEAKRABAN BATAK BOGOR CIANJUR, pada hari: Sabtu, tgl. 9 Maret 2019, pukul 19.00 WIB – selesai, di GOR Pajajaran Bogor

Demikian undangan ini bersifat terbuka, gratis + hadiah door prize. Silahkan di share/sebarkan seluas-luasnya, terimakasih. an. Panitia Komunitas M-139, informasi detil silahkan hubungi, Tumpal Jonny Sirait . Hp.0878 7819 6025, 0812 1397 1641 dan Ivan Roy Hutapea , hp.0823 6341 2114
.
“Horas !, biar Kambing di kampung sendiri tapi Banteng di perantauan! “,‘Hadé tata hadé basa, baik tingkah-lakunya baik bahasanya. Holong mangalap holong . Wassalamualaikum wrwb, Mohon maaf lahir bathin. Jokowi Harus Menang diatas 53%, #Waspada Kebangkitan Orde Baru#, — Arief P.Suwendi – Ketum PERI – Persatuan Relawan Indonesia, Penasehat Media Ummat & Indonews bd.Media – Event Organizer + Sekjend DPD GMPK kab.Bogor)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook