LSM Kaliber akan Laporkan Pabrik Plating dan Croum ke Dinas LH Kota Bekasi

INDONEWS, Bekasi – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kaliber Indonesia Bersatu (Kaliber) Distrik 05 Kota Bekasi melaporkan salah satu perusahaan bergerak di bidang plating dan croum yang diduga membuang sisa hasil produksi ke sungai ke Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Bekasi, Sabtu (23/3/2019).
Dugaan tersebut berdasarkan pantauan di lapangan banyak pipa tersembunyi langsung disalurkan ke sungai. Anehnya, ketika ditanya soal pembuangan hasil limbah dibuang kemana pihak perusahaan menjawab bahwa atasannya adalah LH Kota Bekasi, bahkan menyebutkan nama pejabat Dinas LH Kota Bekasi.
Pabrik yang terletak di beralamat di Jalan Rawa Gula RT 001 RW 001 Kelurahan Bantar Gebang, Kecamatan Bantar Gebang ini diduga melakukan pencemaran ke media lingkungan hidup. Saat ditanya soal dugaan tersebut pihak pabrik mengatakan tidak ada urusan dengan LSM atau wartawan.
Ketua Distrik 05 Kota Bekasi Supriyatno kepada wartawan berharap laporan yang diajukan ke Dinas LH segera ditindaklanjuti Pemerintah Kota Bekasi. “Kalo harapan saya sih, karena rayon melaporkan ke distrik makanya pihak distrik membuat laporan ke dinas LH. Paling lambat hari Selasa (26/3/2019) akan langsung menghadap ke Walikota Bekasi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Rayon 02 Bantar Gebang Agus Gumilar saat ditemui wartawan mengatakan, pabrik tersebut sudah menyalahi aturan yang berlaku dan berharap tindak tegas aparatur Pemerintah Kota Bekasi yang diduga melindungi pabrik tersebut. “Saya berharap laporan yang akan kami ajukan dapat ditindaklanjuti Dinas LH Kota Bekasi,” tegasnya.
Sekedar diketahui, laporan tersebut berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945, Undang-Undang NO. 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Peraturan Pemerintah NO. 27 Tahun 1999 Tentang Analisa Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL), Peraturan Menteri Lingkungan Hidup NO. 16 Tahun 2012 Tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup, Peraturan Pemerintah NO. 74 Tahun 2001 Tentang Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), Peraturan Menteri Perindustrian NO. 71 Tahun 2009 Tentang Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Industri, dan Undang-Undang NO. 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik. (Agus)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook