Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !, “BUNG KARNO, JOKOWI & KOMANDO BARA – JP. APA BEDANYA?” .

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !,
“BUNG KARNO, JOKOWI & KOMANDO BARA – JP. APA BEDANYA?”
.
Bismillahirahmanirahiim,
Assalamualaikum wrwb,
Salam Damai & Sejahtera Untuk Kita Semua.
SAMPURASUN
.
Bogor memang kota Hujan, ini yang kami rasakan disepanjang Selasa (26/3). Saya dan Lae Jonny Sirait – Ketum BOGOR KAPAYUN ! & Sahabat Jokowi Kerja (Joker) sejak sore otomatis tidak kemana-mana, dalam arti ‘terpaksa’ menemani abah Jenggo pemilik warkop ini karena hujan itu, juga karena tidak ada mobil. “radiatornya belum aku perbaiki bang, tadi pun saya naik gojek kesini”, demikian pengakuan dosa Lae Jonny. “Kan sudah kubilang sejak minggu lalu, hati-hati dengan radiator mobilmu, sempatkan waktu untuk re-check kebengkel”, jawab saya. Lae Jonny tersenyum pahit, biasa itu kalau dia sedang salah.
.
Tapi ada untungnya juga, sehingga persiapan acara KONSOLIDASI RELAWAN JOKOWI DI-11 DAPIL PROV. JAWA BARAT ,hari Rabu-Kamis, tgl. 27 – 28 Maret 2019 , Hotel M-One Bogor akan lebih matang lagi. Ini sebagian bukti kongkrit kami bagaimana mencapai kemenangan Jokowi di Pilpres 2019 dengan suara diatas 53%. Khususnya di kampung halaman kami, Prov. Jawa Barat. Innshaa allah.
.
Aabah Jenggo baru saja memperlihatkan kas-bon kami selama ini yang telah mencapai Rp.327.500, Lae Jonny pun langsung membayar. “Tumben euy si abang banyak duit”, kata abah sambil menerima uang. “Ah si abah, ini juga uang yang buat service radiator..”, jawab Lae Jonny dengan senyum pahit. ‘Ahahaha..
.
Setelah urusan bayar kas-bon lancar, abah Jenggo pemilik warkop ini duduk diantara kami dia kemudian berceritera tentang Bung Karno , “Gaya Blusukan Bung Karno & Jokowi itu hampir sama, mengalir karena kedekatannya dengan rakyat, bukan ujug-ujug karena mau Pilpres 2019 sebagaimana tetangga sebelah. Mereka berdua lahir dari kesederhanaan, bukan karena anak papi-mami. Bagaimana dibilang capres/wapres yang dekat rakyat jika hidupnya selama ini bertabur materi.”, demikian awal diskusi abah, kami brdua mendengar seksama, beginilah abah jika kami bayar kas-bon, tenggorokannya pun lancar pula bicara.
.
Lalu kata abah, waktu usia abah dibawah 10 tahun, abah tinggal di kota Bandung ikut paman jualan kopi keliling di Braga Bandung, suatu waktu ada seorang muda dengan pakaian ala-kadarnya nongkrong di jalan Braga, kemudian dia memesan serabi. Dalam hitungan menit jalan Braga pun dipenuhi banyak orang, rupanya dialah Bung Karno yang sedang menyamar. Dia menyamar menjadi rakyat naik speda ontel hanya ditemani seorang ajudan yang juga menyamar. Kehangatan Bung Karno dan Jokowi dapat kita lihat dari foto-foto, tidak ada sekat diantara mereka dan rakyatnya. Dan hanya manusia-manusia tangguhlah yang memiliki kharisma seperti itu.
.
Di Braga pula Bung Karno kerap berjumpa dengan tokoh tokoh pergerakan seperti M. Yamin ataupun Sugondo Djojopuspito. Di Braga pula Yamin mengenalkan Sutan Sjahrir yang masih anak SMA (dulu HBS) tingkat II kepada Bung Karno. Setelah ngobrol ngalur ngidul dengan Sjahrir, Bung Karno bilang ke Yamin “Anak itu akan jadi orang besar” dan memang benar berapa puluh tahun kemudian, Sutan Sjahrir menjadi Perdana Menteri Republik Indonesia.
.
Kegemaran blusukan ini pula yang mengantarkan Bung Karno kepada petani kecil bernama Marhaen, Bung Karno bicara pada Marhaen soal tanamannya, soal cangkulnya, soal alat alat produksinya, sehingga Bung Karno tau bahwa ada jutaan orang seperti Marhaen di Indonesia, dan mereka menjadi ciri khas orang Indonesia. “Punya alat produksi sendiri, punya lahan sendiri, cuman buat memenuhi hidup hari ini…sebenggol sehari” inilah yang kemudian Bung Karno merumuskan sebuah kelas sosial di Indonesia yang ia sebutken sebagai “Marhaen” beda dengan sebutan ala Tan Malaka untuk kaum jelata bernama “Murba” yang lebih pada kelas buruh, kaum Marhaen adalah kelompok produsen kecil dan banyak jumlahnya. Kalau istilah sekarang UKM (Usaha Kecil dan Menengah). Dari sini Bung Karno berpikir soal serikat serikat kerja, soal bantuan negara pada kaum usaha kecil, kaum yang bergerak dengan tenaganya sendiri di tingkatan ekonomi paling bawah.
.
Abah kemudian pamit mau bayar listrik warkop di PLN Bogor, saya dan Lae Jonny masih tercengang dengan abah yang juga sederhana namun ‘smart. Tiba-tiba telepon Lae Jonny berdering, disana Ir. Viktor S.Sirait – Komando Barisan Relawan Jokowi Presiden (BARA – JP) bicara. Lae Jonny pun membuka loud-speaker hp-nya agar saya ikut mendengar.

VIKTOR SIRAIT, KOMANDO BARA – JP & PEMENANGAN JOKOWI THN.2019
“Horas Bg Jonny & kang Arief. Langsung saja ya, apapun saya mohon maaf atas pembatalan acara Silaturahmi Akbar Banten-Jabar Bersatu Bersama Jokowi di Tangerang lalu, banyak pelajaran yang kita ambil disini. Namun yakinlah selalu bahwa kami dari Komando BARA JP bukanlah organisasi cheerleader, kami punya konsep dan marwah sendiri. Maka kami bebas menentukan sikap bagaimana cara dan upaya mendukung Jokowi sebagai presiden kembali di thn.2019-2024. Mungkin banyak pihak yang ‘cemburu dengan kami, show must go on, Sebagaimana artikel yang kalian tulis di warkop BOGOR KAPAYUN ! lalu, itulah sejarah yang sebenarnya siapa BARA – JP. Jadi kami bukan ‘ujug-ujug organisasi relawan Jokowi. Apalagi mempertanyakan militansi BARA – JP sejauh apa?, kami ini tidak punya beban apapun dengan para parpol #01, karena memang konsep dan manajemen gerakan kami berbeda dengan mereka. Termasuk dengan teman-teman parpol yang aktif di TKN dan TKD. ..”, tiba-tiba Hp terputus, mungkin karena Viktor sedang diperjalanan,kami pun menunggu telepon aktif kembali.
.
Tidak lama seluler berdering kembali, dan Viktor pun melanjutkan ceritanya. “Kami BARA – JP relawan tidak akan berani mencantumkan nama Pak Jokowi dalam berbagai alat promosi kami dalam flyer acara tanpa konfirm saat silaturahmi akbar atau kegiatan lain, jika tidak disetujui oleh beliau (Jokowi), kami lebih hati-hati dibanding yang lain. Demikian pula terhadap waktu acara dan lokasi acara semua sudh bulat dan diketahui Jokowi. Kecuali jika acara itu diminta tunda atau diminta batal oleh Pak Jokowi, seperti acara silaturahmi akbar itu di desa Cikuya, Tangerang, Banten, dimana sudah hampir 100 persen siap, panggung sudah terpasang, sound sistem terpasang, serta persiapan lainya, yang paling utama 40.000-50.000 peserta yang akan hadir sudah siap. Kami batalkan karena diminta dibatalkan. Untuk Jokowi kami tidak kecewa, kami percaya Pak Jokowi telah mempertimbangkanya dengan matang, dan kami akan terus melakukan kerja-kerja pemenangan di sisa waktu hingga tanggal 17 April. Kemenangan Jokowi di Pilpres 2014 adalah spirit KOMANDO BARA – JP untuk memenangkan kembali Jokowi sebagai presiden di thn.2019-2024. Dan, JANGAN AJARI KAMI BAGAIMANA CARA MEMENANGKAN JOKOWI PRESIDEN THN.2019-2024. Atas nama pribadi , atas nama Ketua panitia dan Komando BARA – JP, sekali lagi saya mohon maaf atas pembatalan itu. Teruslah bekerja dengan Warkop BOGOR KAPAYUN ! ini mari kita terus sampaikan bukti kinerja Jokowi selama ini, semoga Tuhan memberkati kalian disana..”kata Viktor lagi, kemudian menutup selulernya. Kami pun menjawab, “Aamiin…!, Tuhan pun pasti memberkati anda, mempermudah niat-niat baik anda memenangkan Jokowi sebagai presiden di thn.2019-2024 mendatang.

Kini semakin jelaslah bagi kami antara Bung Karno, Jokowi dan Komando BARA – JP itu beda tipis bagaimana menjadikan Bangsa dan negara besar ini maju dalam berbagai hal, sederhana – dekat rakyat – kerja-keras – jangan korupsi & profesional. Inshaa Allah. ‘Holong Magalap Holong !, ‘Mauliate.
.
Wassalamualaikum wrwb, Mohon maaf lahir bathin; .JOKOWI HARUS MENANG DIATAS 53%; …… #Waspada Kebangkitan Orde Baru#, — Arief P.Suwendi – Ketum PERI – Persatuan Relawan Indonesia, Penasehat Media Ummat & Indonews bd.Media – Event Organizer + Sekjend DPD GMPK kab.Bogor)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook