Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !, “RELAWAN JOKOWI SE-DUNIA, MENOLAK IDE PENGHAPUSAN PAJAK MOTOR?”

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !,
“RELAWAN JOKOWI SE-DUNIA, MENOLAK IDE PENGHAPUSAN PAJAK MOTOR?”
.
Bismillahirahmanirahiim,
Assalamualaikum wrwb,
Salam damai & Sejahtera Untuk Kita Semua.
SAMPURASUN.
.
Menjelang H-1 acara JALAN SEHAT JEMPOL BOGOR lalu, Saya dan Lae Jonny Sirait , baru saja melapor ke sesepuh arga setempat sekaligus ijin penggunaan rumah beliau didekat lapangan Villa Mocara, Mekarjaya, Ciomas, Kab. Bogor. Wawan Kurniawan & Iyan Mufti menunggu dimobil yang penuh dengan bendera dan spanduk acara. Tiba-tiba beberapa motor melintas cepat dikendarai beberapa anak-alay , bersuara knalpot besar juga tanpa helm.
.
Kemudahan mempunyai dan membeli motor demikian keras hingga pelosok desa sekali pun, itu bukan untuk bekerja, kuliah atau apapun. Karena anak dibawah usia 17 tahun pun kita sudah punya ‘hak mempunyai motor, bagaimana caranya orang tua mereka tentunya ada 1000 alasan. ‘Kacau !, jalan-jalan desa dipenuhi kendaraan motor anak-anak alay yang juga tidak sesuai peraturan seperti itu.
.
Maka, saya tidak tahu bagaimana asal mula adanya keinginan PKS – Partai Keadilan Sosial yang dalam masa kampanye Pileg & Pilpres 2019 ini mempunyai ide penghapusan pajak kendaraan jenis sepeda motor . Buat saya bodoh, hal ini akan berpotensi mengurangi pendapatan daerah dari pajak. Mengapa?, karena pajak sepeda motor sangat berkontribusi kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD) lewat Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (PBBNKB), dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB). “Rusak bisa kalau demikian,Lae”, Itu awal pembicaraan saya dengan Lae Jonny sambil berbisik dan menuju parkir mobil.
.
Lae Jonny Sirait yang tadi emosi karena hampir terserempet motor, kemudian bicara. “Begini abangda, jika pajak dihapus, masyarakat akan lebih mudah membeli motor. Jika itu terjadi, jalanan akan semakin macet. Ini jelas kontradiktif dengan cita-cita mewujudkan sistem transportasi umum yang masif dan jadi masalah baru. Kalau pajak kendaraan bermotor dihapuskan berarti lebih murah lagi beli sepeda motor sebagaimana Neng Rahal itu kan?, Ahahaha..”
.
Kemudiann Lae Jonny menerima telepon dari Ir. Viktor S. Sirait – Panglima Komando BARA-JP dan Lae Jonny sempat bicara sedikit tentang hal diatas kepadanya, “Selamat malam kang Arief, Bg Jonny. Saya agak terlambat datang ya untuk ikut survey acara . namun saya yakin kalian akan melakukan yang terbaik. Saya senang mendengar diskusi ttg adanya ide penghapusan pajak dengan dalil meringankan beban masyarakat , bagi saya itu kurang tepat. Sebab, biaya operasional motor akan tetap ditanggung pengguna, dan itu lebih besar ketimbang pakai kendaraan umum. Kita sepakat sudah lama bahwa kita akan membenahi transportasi pelayanan publik, Kereta comuter kita benahi, LRT, MRT pun kita buat. Stasiun, Terminal, Pelabuhan dan Bandara pun kita benahi. Maka sangat aneh jika ada ide penghapusan pajak motor, pastinya ini akan membuat jalan semakin macet seperti lalu, karena masyarakat berlomba-lomba membeli motor. Pada sisi lain, pajak kendaraan bisa digunakan untuk kepentingan lain seperti pembangunan transportasi umum.

Viktor melanjutkan, ide itu bagi saya sangat tidak tepat. Sebab, kontribusi pajak dari sepeda motor cukup besar. Saya ambil contoh, selama ini PKB-Pajak Kendaraan Bermotor di kabupaten Bogor lebih dari Rp. 93,9 milyar/tahun dengan jumlah unit R2 > 1,5 juta unit. Maka jika ini dihapus berarti PAD Kab. Bogor akan kehilangan min Rp.93,9 milyar tahun?. Hal lainnya, jika setiap provinsi memiliki 19 juta unit motor, berarti akan ada lebih dari 665 juta unit motor di Indonesia. Bukankah emisi pembuangan polusi knalpot R2 pun akan semakin dahsyat, semakin menyesakan nafas apalagi saat ini Indonesia dianggap sebagai negara penghasil emisi terparah termasuk emisi kendaraan bermotor yang mencapai 85% dari produk emisi lainnya.

Oke ya segitu saja input, sampai jumpa di acara JALAN SEHAT JEMPOL BOGOR besok pagi. Jaga stamina agar tetap fit. Terima-kasih atas dukungannya selama ini. (Viktor pun pamit)
.
Lae Jonny meneruskan bicara, “Selain pajak, sepeda motor juga menyumbang pendapatan daerah dari Tarif Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan dan biaya administrasi Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Pajak sepeda motor menyumbang porsi besar bagi penerimaan daerah. Jika pos penerimaan ini hilang, maka belanja pemerintah daerah berpotensi tidak optimal. Padahal belanja daerah merupakan stimulus bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, dalam jangka panjang tidak menutup kemungkinan penghapusan pajak sepeda motor ‘bisa menjadi’ faktor penghambat pertumbuhan ekonomi daerah.

Mobil pun mulai mlaju menuju lokasi, saya ingat potensi PKB prov. Jabar dapat mencapai lebih Rp.10,4 trilyun/tahun dari sekitar 19 juta unit kendaraan R2. Jika kita ambil saja rata-rata setiap PKB provinsi sekitar Rp.10 trilyun X 35 provisni = Rp. 350 trilyun, dan sejumlah itulah negara akan kehilangan pemasukan/tahunnya. Lalu modal untuk membangun desa atau Dana Kelurahan, Pendidikan, Kesehatan dsb sebagaimana yang telah diatur dalam APBN mau darimana, jualan cendol?. Lalu jika setiap kantor Samsat mempunyai min.1500 karyawan berarti diseluruh Indonesia ada lebih dari 52.500 orang karyawan, lalu darimana mereka di-gaji?, jualan cendol?, ‘Mikir !
.
Kemudian saya melirik kursi belakang, Lae Jonny telah tertidur lelap, mungkin lelah apalagi baru pulang dari Solo bertemu Eyang Noto (ibunda Jokowi) bersama Panglima Komando BARA – JP , Ir. Viktor S. Sirait lalu. Juga Iyan Mufti, dikursi belakang dia pun tertidur. Saya dan Wawan tersenyum.
.
Wajar saja jika setiap gagasan itu terjadi pro-kontra, khususnya tentang ide penghapusn pajak motor ini, kmi atas nama RELAWAN JOKOWI SE-DUNIA pastinya ‘menolak’ ide itu. Terserah kalian. Ahahah..
.
Holong Mangalap Holong, Kasih Berbagi Kasih; Wassalamualaikum wrwb, Mohon maaf lahir bathin; .JOKOWI HARUS MENANG DIATAS 53%; …… #Waspada Kebangkitan Orde Baru#, — Arief P.Suwendi – Ketum PERI – Persatuan Relawan Indonesia, Penasehat Media Ummat & Indonews bd.Media – Event Organizer + Sekjend DPD GMPK kab.Bogor)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook