Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !, “JANGAN GOLPUT DI PILPRES 2019, APAPUN ALASANNYA !” .

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !,
“JANGAN GOLPUT DI PILPRES 2019, APAPUN ALASANNYA !”
.
Bismillahirahmanirahiim,
Assalamualaikum wrwb,
Salam Damai & Sejahtera Untuk Kita Semua.
SAMPURASUN.
.
Perhelatan atau Pesta Demokrasi baik Pileg maupun Pilpres senantiasa dibayangi oleh meningkatnya angka GOLPUT – Golongan Putih.
.Pilpres th. 1955 > 8,6 %, Pilpres thn.1971 > 3,4 %, Pilpres th.1977 > 3,5%, Pilprres th.1982 >3,6%, Pilpres th.1987 > 3,6% Pilpres th.1991 > 4,9%, Pilpres th.1995 > 6,4%, Pilpres Th.1999 > 7,3%, Pilpres th.2004 > 15,9%, Pilpres th.2009 >17,2% dan Angka Golput di Pilpres th.2014 > 29,01%.
.
Para Pembaca INDONEWS Yth,
Saat Pilpres thn.2014 lalu, kalaupun Jokowi menang diatas 52% atau sekitar 70,4 juta suara, namun angka Golongan Putih (Golput) mencapai lebih dari 29%.
.
“Saya bekerja disini bang, boss sih sudah kasih waktu saat tgl.17 April libur . Tapi saya males pulkam ke Cianjur, sayang ongkos, jadi saya Golput saja bang”, kata Ridwan (23 thn) nama samaran yang bekerja dibagian cleaning-service sebuah toilet umum di Rest Area Tol Cipularang (Minggu, 14/4) kepada saya dan Lae Jonny Sirait.
.
Mendengar ini ada rasa sedih dan terharu, jangan-jangan hal seperti ini pula yang menjadikan tingkat Golput semakin meningkat disetiap Pileg, khususnya Pilpres. Lalu kita harus menyalahkan siapa?
.
“Ini bagian dari terjadinya GOLPUT ?, bisa ya bisa tidak, banyak faktor lain penyebabnya selain ini. (Pertama), sosialisasi Caleg dan Capres didominasi kesombongan dan prilaku-prilaku lain yang tidak layak bagi orang timur. (Kedua), Caleg dan Capres tidak punya gagasan dan kinerja yang baik. (Ketiga), banyak masyarakat yang enggan mengurus dokumen ke-TPS dengan berbagai alasan. (Ke-empat), di Pilpres 2019 nanti ada waktu ke-jepit yaitu hari Sabtu, tgl. 19 April sebagai Libur Nasional (Paskah/Jumat Agung) , kemudian hari Sabtu-Minggu 20-21 April 2019 merupakan hari libur maka kemungkinan besar mereka lebih memilih week-end daripada ke-TPS. (Ke-lima), khusus Pileg atau Pilpres, selain kurang sosialisasinya Timses Kemungkinan terbesar adalah kurang aktifnya KPU/KPUD dalam mensosialisasikannya hingga tingkat desa terpencil, (Ke-enam) di Pilpres 2019 ini terdapat 5 surat suara, ini akan cukup membingungkan masyarakat khususnya para usia sepuh, difabel, dsb. dan banyak hal lainnya lagi..”, timpal Lae Jonny
.
“Disaat banyak orang menyeru untuk ‘nyoblos, namun ada juga pihak yang menghalalkan Golput, salah-satunnya adalah kerapnya pernyataan Haris Azhar, mantan Koordinator KontraS yang kerap menggembar-gemborkan serta ‘mengajak’ masyarakat untuk golput dengan alasan ketika tak ada calon pemimpin yang bisa mewakili kepentingan masyarakat. Ini Blunder buat kita semua, seharusnya ada dialog yang lebih logis untuk mencari solusi”, tambah Lae Jonny. Kemudian pamit menerima telepon dari panglima Komando BARA-JP, Ir.Viktor S. Sirait.
.
PANGLIMA KOMANDO BARA-JP TENTANG MENOLAK GOLPUT
“Kang Arief ada salam dari Bang Viktor, tadi saya sempat ceritera kita lagi ngobrol apa. Kata beliau apapun orang yang mengajak orang lain GOLPUT adalah sangat tidak cerdas, apalagi karena dengan alasan tidak ada calon pemimpin yang bisa mewakili. Viktor juga menyayangkan jika Haris Azhar yang juga Direktur Lokataru Foundation itu tidak akan menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan umum (Pemilu) 2019, dan disampaikan ke publik melalui media. Itu memang hak dia, dengan apapun alasannya. Terakhir statemen Golput ini disampaikan di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Selasa (5/3) lalu. Salahnya, dia menggunakan media lagi, jika memang mau Golput ya silahkan saja namun jangan disampaikan melalui media karena ini sama saja ‘mengajak orang untuk berpikir Golput . Kalau tidak salah, dia tidak akan memilih #01 atau #02 karena dianggap ke-dua capres ini tidak pro penegakan hukum/HAM waktu lalu. Kalau saya jadi Haris, saya akan temui TKN #01 dan BPN #02, bicara baik-baik , pasti ada solusi. “, kata Lae Jonny menirukan pandangan Viktor.

Viktor juga mengingatkan bahwa biaya Pilpres thn.2019 ini mencapai Rp.24,9 trilyun. Dengan jumlah DPT-Daftar pemilih Tetap Nasional sekitar 190.770.329 dan sekitar 2,058 juta ada di LN. Adapun jumlah TPS Pilpres 2019 lebih dari 809.000 TPS. “Anggaran sekitar Rp.24,9 trilyun ini jika dibagi jumlah DPT tersebut, maka negara telah memfasilitasi setiap warga sekitar Rp.130.524/orang. Maka sangat aneh jika tidak dimaksimalkan anggaran ini dengan baik, maka datanglah ke-TPS dan pergunakan hak dan kewajiban itu. Simpel saja kok.

Kata Viktor lagi melalui Lae Jonny, Dalam agama apapun diajarkan untuk bertanggung-jawab dan kepedulian terhadap apapun yang akan membawa kebaikan. Khususnya kebaikan terhadap bangsa dan negara besar ini di tahun 2019-2024. Viktor meyakini bahwa Pilpres thn.2019 ini sarat akan kebaikan, baik itu program-program kerja versi #01 atau #02. Maka memilih diantara mereka itu yang harus kita lakukan. Golput adalah sikap sia-sia. Bagaimana kita bisa ikut kebaikan jika kita Golput, jika kemudian yang kita pilih kurang amanah. Banyak media pengontrol dan pengawal, bisa melalui hearing dengan parpol pendukung, bisa datang ke kantor dewan, dan banyak cara lain yang ‘bijaksana selain demo tentunya. Jangan pernah sia-siakan berbuat baik untuk bangsa dan negara besar ini, termasuk nyoblos di TPS tgl.17 April nanti. Apapun alasanya JANGAN GOLPUT,kata Panglima Komando BARA JP itu. Lae Jonny menyudahi bicaranya, siap-siap masuk mobil dan melanjutkan perjalanan kami.

Benar kata Panglima Viktor, dalam agama apapun Golput adalah ke-sia-siaan. Ini juga diperkuat oleh Fatwa MUI di Padangpanjang, Sumatera Barat tahun 2009 yang menyatakan bahwa GOLPUT ITU HARAM. ‘titik !, namun saya takut untuk mengatakan bahwa GOLPUT ITU SIFAT PECUNDANG?, Agh..Sudahlah…
.
Holong Mangalap Holong, Kasih Berbagi Kasih; Wassalamualaikum wrwb, Mohon maaf lahir bathin; .JOKOWI HARUS MENANG DIATAS 53%; …… #Waspada Kebangkitan Orde Baru#, — Arief P.Suwendi – Ketum PERI – Persatuan Relawan Indonesia, Penasehat Media Ummat & Indonews bd.Media – Event Organizer + Sekjend DPD GMPK kab.Bogor)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook