JOKOWI MENANG, KERJA RELAWAN MASIH PANJANG

JOKOWI MENANG, KERJA RELAWAN MASIH PANJANG

Indonews Jakarta. Barisan Relawan Jokowi Presiden (BaraJP) menggelar syukuran atas keberhasilan pasangan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin yang menang Pilpres 209 versi hitung cepat (quick count). Syukuran diisiniasi Pengurus BaraJP Viktor S Sirait.

“Kita mengadakan syukuran atas kemenangan Jokowi-Ma’ruf seperti yang sudah kita lihat di quick count,” kata Viktor di Markas Besar BaraJP, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (21/4/2019).

Dalam kesempatan ini, ia meminta semua pihak membuka data mentah dan metodologi penelitian yang digunakan dalam quick count maupun real count. Hal itu semata demi menjaga kedamaian masyarakat. Agar tidak terjadi disinformasi dalam merespons hasil pemungutan suara Pemilu serentak yang digelar 17 April 2019.

Bagi Bara JP, kemenangan paslon 01 adalah kemenangan rakyat. Maka itu, Viktor perlu mengucapkan terima kasihnya kepada seluruh elemen masyarakat yang telah menentukan pilihannya, mencoblos capres incumbent Jokowi.

Lebih lanjut kata Viktor, sangat perlu ia apresiasi juga kerja keras semua anggota Bara JP, pengurus,relawan dan secara khusus masyarakat yang ada di sekitar kantor Bara JP.

“Karena mereka sudah bekerja keras melakukan apa yang bisa dilakukan, melakukan dengan sukarela, untuk membantu pemenangan Bapak Jokowi-Ma’ruf,” ucapnya.

Pada satu tahun terakhir, kata dia, menjelang kampanye, ataupun pada masa-masa kampanye, Bara JP menemui masyarakat di berbagai daerah untuk menyosialisasikan program-program yang akan dilanjutkan oleh mantan Walikota Solo itu hingga tahun 2024.

“Dari DPP Bara JP, ke DPD, terus ke DPC. Semua bekerja keras bagaimana memenangkan presiden bapak Jokowi di periode kedua,” ujarnya.

Viktor mengaku optimis, calon presiden nomor urut 01 Jokowi sudah menang dengan mengantongi persentase suara yang lebih besar, dalam rematchnya melawan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto, meski masih harus menunggu hasil real count dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Optimis karena kita yakin ini ilmiah (quick count). Utamanya, kita juga meyakini bahwa masyarakat sangat menginginkan Jokowi meneruskan periode kedua karena masyarakat sudah melihat bagaimana hasil yang bisa didapatkan selama 5 tahun pemerintahan bapak Jokowi, sehingga kami yakin masyarakat ingin meneruskan ini ke depan untuk kesejahteraan masyarakat sendiri.

Seperti diketahui, Bara JP, merupakan relawan yang konsisten mendukung mantan Gubernur DKI Jakarta itu untuk melenggang ke kursi RI1.

Sejak Pilpres 2014, Bara JP secara tegas mengambil sikap dukungan politiknya untuk capres-cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla, yang akhirnya mendapat mandat dari rakyat Indonesia, setelah mengalahkan rivalnya saat itu, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Dalam Pilpres 2019 ini, Bara JP juga tetap kokoh dengan pendiriannya, tak bergeming sedikit pun. Viktor menilai, Presiden ke-7 RI Joko Widodo, adalah sosok ideal yang dapat memimpin NKRI.

“Tahun 2014 kan kita (Bara JP) juga sudah mendukung bapak Presiden. Selama 5 tahun ini juga kita bekerja untuk menyosialisasikan program Pak Jokowi dari berbagai bidang. Kita membantu menyosialisasikan masyarakat selama 5 tahun, secara khusus kita melakukannya dengan sangat intens,” ungkap pria berdarah Batak itu.

Ditempat berbeda, Zulkarnain dari Relawan Almisbat, tiga hal yang harus disyukuri dalam acara yang mereka selenggarakan. Pertama, berlangsungnya pemilu dengan aman, damai dan lancar. Kedua, kesiapan aparat kepolisian dan TNI mengamankan seluruh proses pemilu dengan tetap menjaga independensi. Ketiga, kemenangan yang diraih Jokowi-Ma’ruf Amin dimana mereka akan memimpin bangsa ini pada 2019-2024.

“Ternyata masih banyak orang waras di Indonesia, masih banyak pula yang cinta NKRI. Itu ditunjukkan dengan kemenangan Jokowi-Ma’ruf,” tegas Zulkarnain.

Tentang adanya deklarasi kemenangan oleh pihak lain yang berseberangan dengan pasangan nomor urut 01, dia menyebutkan menyerahkan kepada pihak kepolisian untuk menindak jika terdapat indikasi pelanggaran hukum.

Sementara itu Koordinator Pecinta Militan Jokowi-Ma’ruf, Gustom, menyatakan jangan ada kelompok masyarakat manapun yang berusaha menggiring opini publik dengan cara melakukan berbagai deklarasi bahwa mereka merupakan pihak yang menang di Pilpres lalu.

Katanya, sebaiknya tunggu keputusan final Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI pada 22 Mei nanti. Disana akan ada keputusan siapa pemenang sesungguhnya.

“Menggiring opini seolah-olah mereka adalah pemenang Pilpres harus dihentikan. Tunggu sampai KPU membuat keputusan final,” tegas Gustom.(Ade Nofiansyah)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook