Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !, “SIAPA PENGGANTI JOKOWI NANTI !?”

Bismillahirahmanirahim,
Assalamualaikum wrwb,
Salam Damai & Sejahtera Untuk Kita Semua,
SAMPURASUN.

Atas-nama RELAWAN JOKOWI SE-DUNIA, kami mengucapkan salut yang tidak terhingga kepada Bupati Mandailing Natal, Dahlan Hasan Nasution, yang memutuskan untuk ‘mengundurkan diri’ dari jabatannya karena suara Jokowi-KH.Ma’ruf yang selama ini di-jagokannya kalah diwilayahnya kalau pun masih dalam versi Quick-count (QC) . Selain membuat kebanggaan dan keharuan relawan, pastinya membuat malu para kepala daerah yang selama ini ‘seolah-olah mendukung Jokowi namun kemudian suara #01 kalah telak di-daerahnya. Sebut saja kekalahan di Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kabupaten Purwakarta, dan kabupaten kota lainnya di Jawa Barat.

Saat dimintakan pendapatnya akan hal diatas, Panglima Komando Barisan Relawan Jokowi Presiden (BARA – JP) – Ir. Viktor S. Sirait yang baru saja bertemu Presiden Jokowi di Istana Merdeka (Senin,22/4) mengatakan. “Itu hak politik beliau, tidak ada yang salah. Dan Mendagri tidak akan merealisasikan atau menyetujuinya, ada aturannya bagaimana kepala daerah mengundurkan diri. Namun ini satu bukti ‘gentlemen-moral dari ybs. Loyalitas dan totalitas sejati kepala daerah pendukung #01, namun saya belum dapat data valid apakah beliau juga menjabat sebagai Ketua Tim Kampanye Daerah Jokowi-KH.Ma’rif Amin kabupaten Mandiling Natal”, jawab Viktor kemudian pamit dalam rutinitasnya lagi.

Para Pembaca INDONEWS Yth,
Para RELAWAN JOKOWI SE-DUNIA Yth,
Drs. H. Dahlan Hasan Nasution, Bupati Mandailing Natal itu dilahirkan di Sopotinjak, Batang Natal, Mandailing Natal, Sumatra Utara, 11 Mei 1958. Beliau adalah Bupati Mandailing Natal yang ke 3., yang melanjutkan jabatan bupati sebelumnya, Hidayat Batubara yang diberhentikan karena tersangkut kasus Korupsi. Dalam Pilkada 2015, Ia terpilih menjadi Bupati Mandailing Natal dan di lantik 30 Juni 2016. Sejak awal dia demikian jor-joran mengusung #01, namun hasil Quick-Count (QC) menyebut bahwa #01 hanya mendapat suara sekitar 6.090 suara dan #02 sekitar 24.692 suara. Adapun jumlah DPT sekitar 385.322 suara di 23 kecamatan, 404 desa/kelurahan dan 1286 TPS.

Karena angka sekitar 6.090 itulah beliau mengundurkan-diri, sedangkan sisa suara yang belum dihitung masih sekitar 354.540 suara. Ini memang menjadi pro-kontra, namun kami bangga kepada beliau, titik !

RIDWAN KAMIL & JAWA BARAT KEOK
Hingga Selasa (23/4) suara #01 di Prov.Jawa Barat masih dibawah 41%. Padahal tahun 2014 lalu mencapai 40,22%. Lalu apa kata Ridwan Kamil yang sejak awal juga mendukung #01?. “Sebagai bagian dari tim sukses Jokowi, saya tidak menemukan kendala saat berkampanye atau menghimpun dukungan. Bahkan, kami sudah bekerja maksimal bersama seluruh tim pemenangan yang dibentuk. Dan, kalau persentasenya sama (Jokowi kalah dari Prabowo) menandakan kerja keras empat tahun pun tidak selalu berbanding lurus dengan elektabilitas. Karena yang namanya demokrasi itu kesukaan. Kesukaan orang itu kadang tidak bisa diteorikan. Keukeuh tidak suka walaupun sudah ada benefit. Itulah uniknya dinamika politik one man one vote, reasoning-nya itu tidak bisa selalu diilmiahkan antara pemilih rasional dan emosional. Boleh didefinisikan, tapi kan dihitungnya sama. Ada yang mencoblos penuh pertimbangan atau dengan alasan sesaat,” Demikian Ridwan Kamil beralasan. ‘Ahahah…

BUPATI ADE YASIN & KEOK-NYA SUARA JOKOWI
Kalaupun optimis, sejak awal Jokowi meragukan kemampuan suara #01 di kabupaten Bogor di Pilpres 2019 ini, karena di tahun 2014 lalu suara Jokowi hanya mencapai >852.888 suara (34.27%). Sementara Prabowo-Hatta meraih 1.636.134 suara (63.73%). Atas hal ini pula saat kampanye di Sentul (12/4) lalu, Jokowi mengatakan target kota Bogor dan kabupaten Bogor cukuplah 50% saja. Tetapi, kalau mendapat 55% , Ya Alhamdulilah, kalau 60% boleh juga, kalau 70% itu lebih baik.

Dan benar saja hasil QC hingga malam ini suara #01 di kabupaten Bogor masih < 40%. Ngeri-ngeri sedap, tahu bulat digoreng dadakan. Mesin parpol pendukung seolah tertelan bumi?,‘Ahay.. WALIKOTA BOGOR & KEOK-NYA SUARA JOKOWI Dalam keriuhan QC di Kota Bogor, sementara ini suara Prabowo-Sandi mencapai > 56% , entah mengapa, Walikota Bogor – Bima Arya tidak terlihat ‘stress. Namun relawan Jokowi memahami sikap Bima ini, karen kmi masih menjagokan beliau sebagai pengawal Jokowi di th.2019-2024.

Kami melihat kesungguhannya sejak awal karena berani mendukung #01, daalm arti berlawanan arah dengan DPP-PAN yaang memihak #02. “Mengapa saya mendukung #01, karena PAN itu lahir dari rahim reformasi dengan platform nasionalis & pluralis. Jadi seharusnya PAN mendukung #01 bukan #02. Dan saya siap menerima sangsi karena ini”, katanya saat itu. ‘Ahay!

Just remind, di Pilpres 2014 lalu suara Jokowi-JK hanya mencapai > 210.578 (38,23%), sedangkan Prabowo-Hatta meraih > 340.286 (61,77%).

Relawan Jokowi Se-Dunia masih berharap banyak kepada Bima Arya dalam arti tetap konsisten kalau pun suara #01 kalah di kota Bogor. Jadi tidak perlu ‘mengundurkan diri karena bangsa dan negara besar ini masih membutuhkan profil seperti dia di waktu yad. Tokoh Muda, Profesional, amanah , nasionalis, relijius dan inovatif.

BUPATI PURWAKARTA & KEOKNYA JOKOWI
Saat Pilpres 2014 lalu, suara Jokowi-JK di kabupaten Purwakarta hanya sekitar 138.257 suara atau 31,87%, sedangkan Prabowo-Hatta >347.259 suara atau 68,23%. Ini terjadi saat Dedi Mulyadi menjabat sebagai bupati Purwakarta.

Kini saat Anne Ratna Mustika Mulyadi – istri Dedi Mulyadi menjabat sebagai Bupati Purwakarta, suara #01 pun berdasarkan QC belumlah melebihi dari 42%. Apalagi sang suami saat ini menjabat selaku Ketua DPD Golkar Jawa Barat dan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) wilayah Jawa Barat. Mengapa masih rendah kang Dedi?

Para Pembaca INDONEWS Yth,
Para RELAWAN JOKOWI SE-DUNIA Yth,
Khususnya Relawan Jokowi Jawa Barat, hasil Quick-count (QC) perolehan suara parpol tingkat nasional dibawah ini pun merupakan ‘cermin di Jawa Barat , al; PDIP – 20,22%, Gerindra – 12,8%, Golkar -11,7%, PKB – 9,3%, PKS – 8,5%, Nasdem – 8,1%, Demokrat 8,0%, PAN – 6,5%, PPP – 4,6%, Perindo -2,8%, Berkarya- 2,1%, PSI – 2,03%, Hanura – 1,3%, PBB – 0,76%, Garuda – 0,5% dan PKPI – 0,2%.

Para Pembaca INDONEWS Yth,
Para RELAWAN JOKOWI SE-DUNIA Yth,
Sebagai penutup warkop ini, marilah kita berdoa agar setiap caleg yang berasal dari parpol #01 akan melahirkan putra-putri bangsa terbaik, dan saya berharap kedepan selain caleg juga para kepala daerah ‘banyak’ yang lahir dari relawan Jokowi. Karena para relawan memang telah menauladani kinerja Jokowi, bahkan pasca Jokowi tidak lagi menjabat sebagai presiden thn.2024-2029 yad.

Pasca Jokowi tidak menjabat lagi di thn.2024, tentunya kita akan kekurangan figur Capres th.2024-2029. Maka, mari kita kawal #01 hingga akhir jabatan di th.2024, sekaligus mulai kita ‘petakan siapa figur pasca Jokowi yad.

Yang jelas bagi kami, RELAWAN JOKOWI SE-DUNIA , Jokowi telah menduplikasikan ketokohan Bung Karno kepada generasi sesudahnya. Jokowi telah berhasil menjadikan tolak ukur sebagai pemimpin daerah atau kepala negara sesudahnya. Pertanyaannya siapa yang kelak mampu melebihi prestasi Jokowi di th.2024-2029?,

Demikian diskusi ringan kami, saya , Mas Ary Dicky – Kord. Konsorsium Relawan Jokowi & Lae Jonny Sirait,Amd – Ketum BOGOR KAPAYUN ! yang juga Ketum Sahabat Jokowi Kerja (Joker) disebuah warkop rest-area Tol Purbaleunyi (Senin,22/4) lalu dalam menuju kota Bandung.

Holong Mangalap Holong, Kasih Berbagi Kasih; Wassalamualaikum wrwb, Mohon maaf lahir bathin; .JOKOWI HARUS MENANG DIATAS 53%; …… #Waspada Kebangkitan Orde Baru#, — Arief P.Suwendi – Ketum PERI – Persatuan Relawan Indonesia, Penasehat Media Ummat & Indonews bd.Media – Event Organizer + Sekjend DPD GMPK kab.Bogor)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook