Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !, “SEMAR & HILANGNYA SUARA CALEG ?” .

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !,
“SEMAR & HILANGNYA SUARA CALEG ?”
.
SEMAR , alias Janggan Smarasanta; Ki Lurah Badranaya; Ki Lurah Nayantaka – adalah nama tokoh panakawan paling utama dalam pewayangan Jawa dan Sunda. Semar merupakan tokoh pewayangan ciptaan pujangga lokal dan bersifat fiktif/rekaan.
.
Dalam pewayangan Jawa Tengah, Semar selalu disertai oleh anak-anak angkat-nya, yaitu Gareng, Petruk, dan Bagong. Dan dalam pewayangan Sunda, mereka dikenal sebagai Cepot, Dawala, dan Gareng.
.
Diceritakan, suatu sore sambil ngopi di teras rumah, Abah Semar dan ke-3 anaknya tengah diskusi tentang Pemilihan Legislatif (Pileg) di daerah mereka. Khususnya mengenai Cepot yang sedang nyaleg dari Partai Bhinneka Tunggal Ika (PBTI) untuk DPRRI dengan nomor urut 6 di Dapil – 1 kecamatan Pandawa, kelurahan Astanahiji dan kelurahan Astanahebat. Ada dugaan suara Cepot banyak yang ‘di-hilangkan. Ini terbukti dari hasil foto C Plano , Cepot jelas uring-uringan. Maka dia pun menggelar RATASGA – Rapat Terbatas Keluarga.
.
“Nggak bisa atuh abah, kalau disebut human-error, masa human error ada di 4 TPS. Jelas ada skenario pemindahan suara kang Cepot ke suara caleg lain didalam satu partai. Jika dihitung suara hilang kang Cepot itu ada sekitar 300-an di 9 TPS. Dikelurahan Astanahiji hilang 200-an suara, di kelurahan Astanahebat hilang 100-an…”, Kata Gareng – adik Cepot yang juga kord.timses Cepot memulai diskusinya, Semar manggut-manggut.
.
“Ini bukan masalah human-error belaka, atau error yang dihuman-humankan. Ini ada unsur kesengajaan. Padahal dalam Pancasila dan UUD 1945 memuat beberapa ketentuan tentang penghormatan HAM dan hak-hak warga negara (citizens-rights) yang diantaranya termaknai bahwa setiap orang mempunyai Hak Politik, adalah keseriusan semua pihak untuk menjalankan dan memfasilitasi agar berjalan dengan baik. Baik sesama caleg, penyelenggara Pemilu/Pileg, bahkan parpol caleg tersebut. Menjadi caleg adalah ,(1). Hak Mutlak seseorang untuk MEMILIH dan DIPILIH dalam Pemilihan Umum, maka tidak ada alasan untuk penghilangan suara publik kepada kang Cepot. Juga tidak ada alasan mengapa kang Cepot yang juga sebagai caleg ‘baru di PBTI itu harus dihabisi oleh caleg senior apalagi ‘pertahana. (2). Hak Mutlak seseorang menjadi anggota partai politik, Kang Cepot menjadi caleg dari PBTI adalah upaya konstitusi dalam menyalurkan hak politiknya. Maka tidak ada alasan apapun untuk di-hilangkan..”,kata Gareng semangat.
.
“Saya setuju, maka dari itu saya pun mendukung kang Cepot nyaleg dari PBTI yang kami anggap sebagai partai Nasionalis dan Relijius. Karena ber-ideologi Pancasila. PBTI sebagai alat politik kami untuk berbakti kepada bangsa dan negara besar ini melalui konstelasi Pileg yang jujur, adil & profesional. Sekaligus turut mendukung PBTI dalam menegakan dan mengawal penuh ideologi Pancasila-nya kepada masyarakat luas yang kini tercemar dikotomi pro & anti Khilafah..”, kini giliran Dawala yang bicara, semua manggut-manggut.
.
Para Pembaca INDONEWS Yth,
Para RELAWAN JOKOWI SE-DUNIA Yth,
Diceritakan kemudian, Abah Semar mukanya demikian dingin, menahan marah. Sambil berjalan bungkuk dan ke-2 tangan dibelakang. Dia berkata;
“Anak-anaku, Cepot – Gareng & Dawala. Abah memahami atas hal ini, begitu kalian merasa di-khianati oleh internal oknum partai kalian sendiri. Ini merusak tatanan berpolitik cerdas dan jujur sebagaimana yang digadang-gadang , dan memang ini menyalahi aturan bagaimana bisa hak politik Cepot seolah di-kebiri. Lebih ekstrimnya ada upaya tidak baik dari segelintir oknum yang tidak berharap Cepot sebagai new-commer muncul sebagai new-star di partai itu. Ini jelas ada pembunuhan hak-politik Cepot. Selain pelanggaran HAM atas Cepot ini juga mengingkari amanah UU No.8 /2012 , Bab.VII , bagian kesatu tentang persyaratan bakal calon anggota DPRRI, DPRD Provinsi & Kabupaten kota yang disarikan dalam 11 poin. Abah juga menangkap semua aturan dan persyaratan telah dilaksanakan dengan baik oleh Cepot, bahkan abah tau jika Cepot rajin membayar saksi partai dibanding caleg lain..”, Abah Semar mulai bicara, semua diam.
.
“Ini memang bukan alasan sebagai human-error, itu basi. Bagaimana bisa human-error jika terjadi di-TPS yang berbeda. Abah menangkap ada yang kurang-baik, tepatnya ada upaya negatif yang dilakukan secara Masif, Sistematis & Ter-struktur oleh oknum internal partai untuk ‘menghilangkan perolehan suara’ Cepot. Dan menjadi hak kita pula jika kita melakukan perlawanan hukum, karena ini di-amanahkan oleh konstitusi. Catatan besarnya adalah sbb:
.
1.Kumpulkan dengan cermat bukti-bukti adanya kecurangan itu, jangan ditambah-tambah, jangan juga dikurangi, apa adanya saja. Lalu kita buat surat keberatan melalui pengurus cabang dengan tembusan provinsi
.
2.Jika pengurus cabang , bahkan pengurus provinsi partai tidak menindak-lanjuti dengan baik atas temuan-temuan ini maka kita tindak-lanjuti ketingkat yang lebih atas sekaligus penyampaian kepada publik melalui konferensi pers. Dan upaya hukum lain jikalau diperlukan.
.
3.Ini akan menjadi ‘Snawball (bola-salju), melibas siapapun yang melakukan tindakan tercela, khususnya penghilangan suara Cepot yang dilakukan secara sengaja.
.
4.Kalau diperlukan abah akan kontak 100 orang teman-teman Abah yang ber-profesi sebagai pengacara untuk mempertahankan kebenaran masalah ini. Juga kita akan konferensi-pers lagi untuk hal ini.
.
5.jangan pernah takut atas setiap upaya kurang baik di bangsa dan negara besar ini, lihat Jokowi, dia adalah pemberani, dia petarung sejati. Dia hanya takut kepada konstitusi, sehingga begitu Jokowi menghormati konstitusi sekecil apapun. Juga berdiri paling depan untuk upaya inskonstitusi sekecil-apapun.
.
Abah Semar kemudian duduk, mengambil teko dan menuangkan kopi digelasnya yang mulai kosong. Ke-3 anaknya terdiam, mereka tahu Semar bagaimana bersikap untuk sebuah kebenaran. Tidak pernah mundur selangkah pun.
.
Para Pembaca INDONEWS Yth,
Para RELAWAN JOKOWI SE-DUNIA Yth,
Kemudian Semar mengambil HP-nya, dan meminta ke-3 anaknya membaca berita tentang hal yang dialami Cepot. Di berita on-line itu disebutkan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta Timur Wage Wardana dipanggil oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta, Kamis (25/4/2019) lalu. Wage diminta penjelasan atas adanya insiden salah input form C1 di TPS-93. Kepada Pers kemudian Wage menyebut jika itu adalah ‘human-error.
.
Kemudian Abah Semar membacakan sebagian dari isi UU.No.7/2017 dimana bagi pelanggarnya akan diancam pidana kurungan penjara 1 tahun dan denda Rp. 12 juta. Juga Abah membacakan surat edaran dari DPP-PBTI yang intinya Pemberian sangsi pemecatan, pemberhentian, pengantian dan tidak akan dilantiknya Caleg tsb karena dianggap telah mengacaukan iklim demokrasi yang jujur dan adil tsb.
.
Para Pembaca INDONEWS Yth,
Para RELAWAN JOKOWI SE-DUNIA Yth,
Semoga kejadian yang menimpa Cepot ini tidak lagi terjadi kepada caleg lain juga pengurus Parpol. Karena ini bukan hanya sekedar ‘Human-Error, ini kesengajaan bagaimana merebut kekuasaan. Jelas, ini pembelajaran agar semua orang berlaku baik, jujur, amanah dan profesional. Mau mengakui kekalahan jika memang kalah. Karena agama apapun mengajarkan itu, termasuk dalam Islam. Rasulullah SAW, senantiasa menganjurkan berkata jujur, mengingatkan kita agar menjauhi perbuatan dusta dan curang, “Jauhi oleh kalian perbuatan dusta, karena dusta akan membawa kepada dosa, dan dosa membawamu ke neraka. Biasakanlah berkata jujur, karena jujur akan membawamu pada kebaikan dan syurga.”
.
Holong Mangalap Holong, Kasih Berbagi Kasih; Wassalamualaikum wrwb, Mohon maaf lahir bathin; .JOKOWI HARUS MENANG DIATAS 53%; …… #Waspada Kebangkitan Orde Baru#, — Arief P.Suwendi – Ketum PERI – Persatuan Relawan Indonesia, Penasehat Media Ummat & Indonews bd.Media – Event Organizer + Sekjend DPD GMPK kab.Bogor)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook