TKN Jokowi-Ma’ruf: Laporan BPN Lebih Baik Ketimbang Mengajak Massa dan Berteriak

Indonews Jakarta – Terkait laporan BPN Prabowo-Sandi soal kecurangan administrasi Pemilu 2019 yang dianggap dilakukan oleh capres 01 ke Bawaslu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin menanggapinya dengan dingin, dan menyebut hal itu merupakan sesuatu yang wajar.
Direktorat Hukum dan Advokasi TKN Irfan Pulungan mengatakan, langkah yang dilakukan BPN Prabowo-Sandi tersebut lebih baik ketimbang mengajak massa dan “teriak” di media yang nantinya dapat memprovokasi.
“Kita ada mekanisme hukum, secara proseduralnya bagaimana. Kalau ada kecurangan yang didapat 02 monggo silakan laporkan ke Bawaslu, jangan teriak di media, provokasi rakyat, viral di video,” ujar Irfan seperti dikutip CNNIndonesia.com, Sabtu (11/5/2019).
BPN Prabowo menyampaikan laporan dugaan kecurangan Pemilu 2019 Jumat (10/5/2019) siang. Pelaporan diiringi oleh aksi demo ratusan orang pendukung Prabowo-Sandi. Irfan mengaku tak masalah dengan hal itu asal semuanya berjalan tertib dan tidak mengganggu kepentingan masyarakat.
Terkait isi laporan, Irfan enggan berkomentar banyak. Dia menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada Bawaslu RI.
“Biarkan yang punya kewenangan menyelesaikannya. Kita serahkan kepada mereka. Jika ada unsur persoalan hukum pidananya, kan ada aparat kepolisian,” ujarnya.
Massa demontrasi yang mengawal BPN Prabowo-Sandi sempat memenuhi depan kantor Bawaslu. Saking padatnya massa, kendaraan bermotor yang hendak melintas depan kantor Bawaslu di ruas Jalan Thamrin menuju Medan Merdeka Barat terpaksa memutar balik.
Polisi lalu lintas memaksa sejumlah kendaraan berbalik arah di sekitar kantor Bawaslu. Keputusan itu diambil karena seluruh badan jalan diokupasi oleh massa. Polisi yang bertugas di lapangan mengatakan awalnya arus lalu lintas masih berjalan dengan satu lajur.
Namun karena massa yang datang tumpah memenuhi jalan, petugas memaksa mobil dan motor yang hendak menuju Medan Merdeka Barat untuk balik arah. (Wawan K)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook