Tiga dari Lima Remaja Tewas Tertabrak, Honda Jazz Dibakar Warga

INDONEWS CIANJUR – Lima orang remaja yang sedang nongrong di pinggir jalan Raya Cidaun, Kilometer 1, Kampung Babakan Garut RT 01/07, Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Sabtu (11/5/2019) sekitar pukul 19.30 WIB diseruduk sebuah mobil merk Honda Jazz.
Tiga dari lima remaja yang diseruduk Honda Jazz nomor polisi D 1722 GX itu meninggal dunia. Ketiganya yakni Pasa (15 tahun), Hermawan (13) dan Anwas (11). Sedangkan dua orang lainnya, yakni Lingga (14) dan Andri (12) mengalami luka kritis dan menjalani perawatan di rumah sakit.
Mobil yang diduga melaju dengan kecepatan tinggi juga sempat menyeret sepeda motor Honda Beat yang terparkir di pinggir jalan.
Dalam peristiwa ini, sopir Honda Jazz berinisial AR (25) sempat kabur hingga akhirnya ditemukan warga dan langsung diamankan oleh pihak kepolisian, berikut kendaraan roda empatnya.
Warga Geram
Mengetahui peristiwa ini, sejumlah warga naik pitam. Warga yang mengetahui mobil penabrak ada di Polsek Cidaun, warga berbondong-bondong mendatanginya kemudian melampiaskan kemarahan dengan merusak dan membakar mobil tersebut. Kemarahan warga pecah setelah mobil dengan plat nomor D 1722 GX itu menabrak lima remaja yang sedang nongkrong di sebuah warung di pinggir jalan.
Gunawan, salah seorang warga menyebutkan, kendaraan tersebut milik seorang anggota polsek setempat yang sedang dipinjam seseorang. Namun ia dan warga tidak mengetahui identitas si pengemudi kendaraan tersebut. “Sopirnya mabuk. Sekarang tidak tahu kemana, melarikan diri,” kata dia kepada wartawan.
Gunawan pun menuntut aparat kepolisian agar segera menangkap pelaku untuk menghindari amuk massa yang lebih besar lagi. “Saya minta secepatnya diproses. Jangan sampai warga semakin marah,” ujarnya.
Kepala Bagian Operasional Polres Cianjur, Kompol Warsito membenarkan adanya insiden laka lantas yang menewaskan tiga remaja itu.
“Berdasarkan laporan yang saya terima, tadi sekitar pukul 20.00 WIB di Cidaun ini terjadi laka lantas. Sebuah kendaraan Honda Jazz yang meluncur dari arah Cidaun menuju Sindangbarang katanya out of control (kehilangan kendali) dan menabrak orang yang sedang nongkrong di pinggir jalan,” tutur Warsito dalam keterangannya kepada wartawan di Polsek Cidaun, Minggu (12/05/2019).
Namun jajarannya menyayangkan adanya aksi perusakan dan pembakaran mobil yang dilakukan warga yang terjadi di dekat lokasi Mapolsek Cidaun tersebut. “Namanya kecelakaan lalu lintas harusnya tadi diproses sesuai aturan main yang berlaku. Toh ada sopirnya, ada kendaraannya. Saya harapkan masyarakat tidak main hakim sendiri. Kan negara kita negara hukum,” katanya.
Terkait status kendaraan tersebut yang diduga milik seorang anggota Polsek Cidaun, Warsito menegaskan hal itu (laka lantas) tidak ada kaitannya dengan anggota maupun institusi kepolisian.
“Informasinya demikian bahwa kendaraan itu kendaraan anggota. Tapi saya tegaskan di sini bahwa itu kendaraan pribadi bukan kendaraan dinas sehingga tidak ada masalah itu mau dipinjamkan ke siapa atau disewakan ke siapa. Yang penting kendaraan itu juga hasil resmi bukan hasil curian, bukan barang bukti. Jadi tidak ada masalah,” tuturnya.
Warsito juga menegaskan jajarannya sudah bisa mengendalikan situasi, dan lokasi Polsek Cidaun sudah steril dari kerumunan warga. “Alhamdulilah sudah aman dan kondusif. Untuk masyarakat, serahkanlah pada aturan main yang berlaku atau sesuai prosedur hukum. Jangan main hakim sendiri terkait kejadian apapun, bukan hanya laka lantas saja. Serahkanlah kepada aparat pemerintah dan kepolisian,” tandasnya. (Arif Mufti)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook