Ramadhan, Kabupaten Bogor Favorit Pengemis

INDONEWS – KAB. BOGOR – Kabupaten Bogor, Jawa Barat masih menjadi salah satu daerah tempat favorit bagi para pengemis untuk mengais rezeki. Tak pelak, di Bumi Tegar Beriman ini, fenomena menjamurnya Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), juga selalu terjadi setiap tahunnya.
Kabid Rehabilitasi Dinsos Kabupaten Bogor, Dian Mulyadiansyah menyebutkan, Dari data Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor, anak jalanan khususnya yang mengamen berjumlah 63 orang. Sedangkan jumlah pengemis ada 184 orang. Data tersebut diambil sejak awal masuk ramadan.
Jumlah tersebut naik dibandingkan bulan sebelumnya, yakni April. Di mana, jumlah pengamen yang rutin di kawasan Cibinong raya sampai wilayah Cisarua Puncak ada 45 orang, sedangkan pengemis mencapai 127 orang.
“Hingga saat ini, keberadaan mereka juga masih tampak jelas. Ada peningkatan populasi yang terlihat signifikan saat memasuki Ramadan. Peningkatan terjadi seperti di Perempatan Kantor PDAM, CCM, Perempatan Jalan Alternatif Sentul dan seputaran Ciawi, Gadog dan Puncak,” katanya, Selasa (14/5/2019).
Dia mengatakan, ada beberapa pengamen dan pengemis yang tengah dibina pihaknya serta dikembalikan ke daerah asal masing-masing.
“Kebanyakan dari mereka berasal dari Kabupaten Cianjur dan Sukabumi,” tambah Dian.
Guna menyikapi permasalah ini, Dinsos juga mengintensifkan patroli PMKS jalanan untuk melaksanakan penjangkauan di lapangan. Tujuannya yaitu melakukan pendekatan dan penghalauan agar tidak melakukan praktik yang dapat menambah permasalahan sosial di wilayah Kabupaten Bogor.
Menurut Dian, meningkatnya kedatangan pengemis juga mendominasi di titik-titik pusat perbelanjaan.
“Tempat pariwisata juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para PMKS. Terutama daya tarik untuk mengais rezeki di jalanan baik dengan cara mengamen maupun mengemis. Ditambah budaya masyarakat kita di bulan ini yang memiliki kesadaran tinggi untuk berbagi dengan kaum duafa,” ucapnya.
Dilarang Memberi
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sebenarnya telah mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) Kesejahteraan Sosial, yang jelas-jelas melarang warga untuk memberi uang kepada para PMKS di jalanan.
Alasan mereka para PMKS mengamen maupun mengemis karena faktor ekonomi. Guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari serta tidak adanya keterampilan yang dimiliki. Ditambah, mental sudah rusak dengan terbiasa mencari kehidupan dengan cara-cara yang tidak layak.
“Kami dari Pemkab Bogor, khususnya Dinas Sosial mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membiasakan memberi mereka apapun tujuannya. Salurkanlah melalui badan atau lembaga yang mengumpulkan infak dan zakat atau yang peduli terhadap anak anak dan kaum duafa,” pungkasnya. (Trisno)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook