Gerakan People Power, Cederai Demokrasi

INDONEWS BANTEN – Sekretaria Dewan Perwakilan Daerah Barisan Relawan Jokowi Presiden (DPD Bara JP) Banten, Didi Rudi menyatakan, people power bakal mencederai demokrasi. Dengan demikian, banyak pihak yang menolak keras gerakan tersebut.

“Kalau pun pihak yang merasa tak puas dengan hasil Pemilihan Presiden 2019, sejatinya menempuh jalur hukum,” ujar Didi kepada Indonews, Senin (20/5/2019).

Dia menyatakan, kekalahan dalam pemilu harus disikapi dengan wajar, dan jika tak puas, ada ruang konstitusional yang disediakan undang-undang dengan menggugat ke Bawaslu atau ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Kalau ada people power atau istilah gerakan kedaulatan rakyat yang dihembuskan oleh para elit, itu sama saja dengan tidak mengakui proses pemilu yang telah selesai sebagai wujud penyampaian kedaulatan rakyat,” tambahnya.

Seyogyanya, imbuh dia, para elit politik memberikan edukasi atau pembelajaran politik yang sehat kepada masyarakat, bukan justru malah ‘mengompori’ rakyat untuk menolak demokrasi dan aturan hukum yang disepakati.

“Ketidakpuasan atau menuduh curang, tentunya harus dibarengi dengan bukti-bukti, lalu proses melalui Bawaslu atau MK, bukan di jalanan,” ujar Didi.

Dengan demikian, kata Didi, tepat jika banyak tokoh ulama, pemuda dan elemen masyarakat yang menyerukan penolakan terhadap cara-cara inkonstitusional ataupun people power karena dinilai dapat memecah belah bangsa, selain mencederai demokrasi.

“People power atau apapun apa penyebutannya yang bertentangan dengan hukum serta etika demokrasi, kami menolaknya. People power itu jauh dari etika demokrasi. Jika ini dibiarkan akan menjadi preseden buruk karena nanti siapa yang kalah dalam pilkada atau pilpres akan terus menerus melakukan ini. Persoalan negara ini tak akan selesai jika yang kalah selalu melakukan unjuk rasa,” paparnya.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi mensukseskan pesta demokrasi pada 17 April lalu.

“Mari hargai perjuangan KPU, Bawaslu, TNI, Polri dan yang lainnya yang telah berjuang, bercucuran keringat demi keberlangsungan pesta demokrasi. Jangan cederai dengan aksi-aksi yang tak perlu,” pungkas pria yang juga sebagai lurah itu. (JS)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook