Warung Kopi BOGOR KAPAYUN: Cara Jokowi Membunuh Kartel Sembako!

Bismillahirahmanirahiim,
Assalamualaikum wrwb,
Salam Damai & Sejahtera Untuk Kita Semua.
SAMPURASUN.
Wacana janji kampanye Kartu Sembako Murah (KSM) yang dilontarkan oleh Jokowi saat kampanye Pilpres 2019 lalu, cukup mendongkrak suara khususnya dikalangan wong-cilik. Ini telah menambah keyakinan banyak orang karena pelaksanaannya benar-benar tepat sasaran di masyarakat.

“Kalau pun banyak pihak yang anti #01 mengatakan ini sebagai program pencitraan, mereka lupa kesuksesan dana desa sekarang ini pun diawalnya dicemooh mereka,” kata Mas Ary Dicky Buntoro, Koordinator Konsorsium Relawan Jokowi (KRJ) yang juga penasehat INDONEWS.

Saya, Arief P. Swendi dan Lae Jonny Sirait manggut-manggut sambil menahan dinginnya udara malam Cianjur, Jawa Barat saat kami berada di rest area sekitar tol Bocimi waktu lalu.

Lae Jonny Sirait – Ketum Bogor Kapayun & Ketum Sahabat Jokowi Kerja (Joker) menambahkan ungkapan Mas Ary. Menurut Lae Jonny, bahkan ada pengamat yang mengatakan bahwa KSM tidak jelas, KSM itu punya kelemahan, salah satunya akan sulitnya pendistribusiannya, parameternya bagaimana kata mereka.

“Saya pikir naif ya, mereka selalu negative thinking. Bagi saya pribadi KSM adalah bagian kecil dari jawaban kongkrit atas persoalan efektivitas kebijakan dan pelaksanaan subsidi pangan, karena para pakar sekitar Jokowi telah menjamin akurasi proses pendataan data dasar yang digunakan serta kesiapan perangkat teknis dan SDM pada level masyarakatnya, termasuk kelembagaan pendukung yang pastinya bekerja dengan baik. Adapun apakah Jokowi akan melibatkan Bulog , Dinas Sosial atau dinas terkait lainnya sejak tingkat pusat hingga pemerintahan desa itu pun pastinya sudah diperhitungkan,” kata Lae Jonny.

KSM akan melengkapi sejumlah program bantuan sosial yang sudah diterapkan saat ini. Yaitu, Program PKH – Program Keluarga Harapan dan ranstra (beras sejahtera) dan sebagainya.

Kita ingat di awal masa pemerintahannya, Jokowi menyadari angka kemiskinan Indonesia begitu tinggi. Kondisi ekonomi juga sedang bergejolak seiring perkembangan ekonomi global. Rakyat membutuhkan uluran tangan pemerintah secara langsung namun bagaimana caranya tidak membebani APBN yang sedang defisit saat itu.

Jokowi pun mengambil kebijakan dengan mengeluarkan kartu subsidi bernama KKS (Kartu Keluarga Sejahtera). Program tersebut merupakan alih strategi BLT (Bantuan Langsung Tunai) warisan pemerintah sebelumnya yang dinilai kurang tepat sasaran.

“KKS adalah kartu utama dimana di dalamnya terdapat 3 paket kartu subsidi yaitu KSKS (Kartu Simpanan Keluarga Sejahtera), KIS (Kartu Indonesia Sehat) dan KIP (Kartu Indonesia Pintar),” timbal Mas Ary Dicky, saat kami berbincang di Cianjur.

“Sepakat Mas, KKS adalah bantuan pemerintah kepada 1 anggota keluarga tidak mampu yang menjamin urusan ekonomi, kesehatan dan pendidikan. Jokowi melihat sumber kemiskinan di Indonesia berdampak pada 3 hal tersebut,” jawab Lae Jonny, mengamini ucapan Mas Ary Dicky.

“Jika ingin mengentaskan kemiskinan 3 hal tersebut, harus disubsidi secara bersama sama. Atas program kolektif tersebut, Jokowi sukses menurunkan angka kemiskinan. Bahkan hal ini diakui oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Mereka mengatakan jika untuk pertama kalinya Indonesia mengalami titik terendah dalam hal persentase kemiskinan sejak tahun 1999, yakni sebesar 9,82 persen pada Maret 2018. Angka 9,82 persen itu sama dengan jumlah 25,95 juta orang,” bang Jonny kembali menerangkan.

Mas Ary Dicky manggut-manggut sambil menghirup kopinya, saya masih terdiam karena mulut ini masih penuh dengan pisang goreng.

Para Pembaca INDONEWS yang budiman. Para RELAWAN JOKOWI SE-DUNIA yant terhormat.
Namun demikian, dalam hati saya membenarkan semua di atas , sebelum menjadi Presiden Oktober 2014 lalu, Jokowi melihat angka 25,95 juta orang miskin masih cukup memprihatinkan bagi bangsa dengan potensi SDA sebesar Indonesia.

Pemerataan ekonomi harus adil hingga masyarakat bawah. Dan Kartu Sembako Murah yang akan diluncurkan Jokowi di tahun 2019-2024 yang akan datang, bukan sekedar kartu-kartuan, tetapi itulah cara sederhana bagaimana Jokowi memperkecil tingkat kemiskinan secara berkesinambungan.

Dan Kartu Keluarga Sejahtera plus Kartu Sembako Murah, bukti keseriusan Jokowi meningkatkan kesejahteraan masyarakat pra sejahtera untuk mendapatkan bahan pangan tanpa khawatir gejolak harga. Sekaligus membunuh kartel-kartel biadab yang selama ini dibiarkan.

Fluktuasi harga sembako kerap terjadi, utamanya di hari-hari tertentu. Salah satu faktornya adalah adanya kartel biadab yang menimbun stok barang sehingga menimbulkan sedikitnya stok barang.

Kalau pun ada, harganya mencekik leher rakyat kecil. Itulah diperlukannya kehadiran KSM, karena dia akan membunuh para kartel atau penimbun, ini juga akan memacu para kepala daerah menyiapkan gudang khusus sembako.

Selain menimimalisir permainan harga, gudang juga bisa menjaga stabilitas ketersediaan sembako di daerahnya masing-masing. Termasuk stabilitas Bulog pastinya.

Saya ingat saat di acara Keakraban Batak Bogor Cianjur di GOR Pajajaran, Bogor yang kami adakan bulan Maret 2019 lalu Rudy Max di Cendikiawan dan pengusaha muda asal Bogor ini sangat antusias dengan lahirnya KSM.

Dia mengatakan “KSM memang akan membunuh kartel dan penimbun sembako yang selama ini dibiarkan, kartel itu apapun menimbulkan inflasi. Maka KSM salah satu jawabannya, selain itu memang harus ada warehouse, ada gudang. Ini akan memberi penetrasi dari kemungkinan spekulan menimbun barangnya karena pedagang lebih aman bila ada kepastian.

Ada beras dengan stok yang bagus, ada gula dengan stok yang bagus, ada minyak goreng dengan stok yang bagus, ada telur dengan stok yang bagus.

Selain itu, kata Rudy lagi, gudang juga bisa menjaga kualitas barang dan memangkas rantai distribusi barang liar. Sehingga harga barang bisa lebih murah dan ramah untuk masyarakat. Itu pastinya akan memberi kepastian, mudah diakses, dan pasti lebih murah.

“Pasar-pasar tradisional pun lebih percaya diri. Itu juga akan memutuskan kemungkinan pedagang menjadi spekulan, iyalah!” pungkas Rudy kala itu.

Sayang diskusi ala warkop pinggir Tol Bocimi itu harus kami bubarkan, karena hujan datang. Kami pun berlarian menuju mobil melanjutkan perjalanan menuju Kota Bandung, ke markas BUMI RELAWAN NGAHIJI, jalan Saad Naripan Bandung.

Holong Mangalap Holong, Kasih Berbagi Kasih; Wassalamualaikum wrwb, Mohon maaf lahir bathin.

JOKOWI HARUS MENANG DIATAS 53%. #Waspada Kebangkitan Orde Baru#
Arief P.Suwendi, Ketum PERI (Persatuan Relawan Indonesia), Penasehat Media Ummat & Indonews bidang Media – Event Organizer dan Sekjend DPD GMPK Kab.Bogor.

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook