Seniman Indra J.R: Jangan Rusak, Indonesia Terlalu Indah

INDONEWS – Pegiat Partisipasi Politik Publik, relawan, seniman sastra dan musik, Indra J. Rajagukguk, SH mengekspresikan Pemilu 2019 yang diwarnai ‘kekacauan’ melalui karangan puisi dan lagu yang ia ciptakan.

Indra juga menulis artikel Pilpres 2019 menghasilkan kekacauan lantara pihak yang kalah tidak terima hasil pilpres dengan bermacam alasan yang dibuat sesuka hati.

“Saat masa kampanye lalu, para elit paslon Prabowo-Sandi (calon 02) bahkan calon 02 sendiri menyatakan pasti menang dan hanya akan kalah oleh kecurangan,” tulis Indra, Kamis 23 Mei 2019.

Selanjutnya, Indea menulis, survei selalu mengalahkan mereka. Usai pencoblosan, quick count lembaga kredibel pun menyatakan mereka kalah. Mereka membuat narasi, inilah pemilu curang, harus dilawan karena KPU, Bawaslu, aparat juga curang. Caranya dengan people power.

“Akhirnya, pada 21 Mei 2019 KPU menetapkan calon 01 sebagai pemenang. Inilah, mulainya hari mencekam di Jakarta. Berbagai elemen pendukung pihak yang kalah bertindak anarkis. Demokrasi mereka rusak, Indonesia mereka kondisikan mencekam agar terjadi instabilitas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ungkapnya.

Menurut dia, ini adalah potensi bahaya luar biasa, TNI/Polri harus tegas bertindak, dan S
Siapapun oknum elemen bangsa baik perorangan maupun kelompok atau organisasi harus diberi ganjaran sesuai hukum yang berlaku.

“Tindakan anarkistis harus segera ditumpas demi Indonesia yang aman, adil dan makmur sesuai cita-cita UUD 1945. Sebagai bagian anak bangsa yang sangat mencintai negaranya, adalah wajar untuk mendukung penuh Indonesia tetap tegak berdiri. Apapun caranya sesuai koridor hukum. Hukum harus tegas kepada manusia beringas. Indonesia terlalu indah untuk mereka rusak,” ungkapnya.

Rakyat mengharapkan semua pihak berkepentingan dalam kontestasi pilpres 2019 bersikap demokratis, siap menang maupun kalah.

“Undonesia tidak boleh diadu domba. Oleh karenanya rakyat mendukung setiap langkah waras yang dilakukan pemerintah beserta jajaran aparatur pelindung bangsa dan negara,” pungkasnya.

Lalu, Indra J. Rajagukguk menulis Puisi sebagai berikut:

“Kamu Bukan Kami”

Indonesia adalah Peradaban Ribuan Masa
Adat Leluhur Tepa Selira
Harmoni Imbang Semesta
Pesona Keindahan Nan Kaya

Indonesia Surga Terbuka
Impian Bangsa Pendatang
Tentram Damai Bahagia
Berbaur Gapai Sejahtera

Indonesia Negara Beradab
Tegak Hukum Tinggi Budaya
Takkan Tercabik Pengaruh Jahat
Ajaran Luar, Golongan Bejat

Indonesia Negeri Insani
Bermacam Kiblat Keyakinan
Pancasila, Luhur Penjaga
Harmonikan Segalanya

Darah Mengucur Tulang Berserak
Sokong Indonesia Harus Tegak
Mencinta Indonesia, Menjaga Marwah
Pusaka Singgasana Nusantara

Pengacau, Pemberontak, Penjahat
Dirangkul Bertobat
Bangsa Indonesia adalah Persemaian Adat
Leluhur Rakyat Nan Beradab

Bernafaslah di Indonesia Penuh Cinta
Jiwakan Dirimu dengan Pancasila
Jika Tidak, Pergilah!
Karena Kamu bukan Kami.

Indra juga mengekspresikan kecintaanya terhadap bumi pertiwi lewat lagu berjudul *INDONESIA*

Indonesia
Tanah Kucinta
Aku Bahagia
Hanya Padamu

Indonesia
Negeri Kudamba
Aku Bersyukur
Hidup Denganmu

Kubahagia
Padamu Indonesia
Penuh Haru
Dijiwaku

Kucinta Kau
Kusayang Kau
Tempat Aku Bertumpu
Tanah Pusaka

Kucinta Kau
Kusayang Kau
Indonesiaku
Indonesiaku

Indonesia
Tanah Kucinta
Indonesia
Tanah Kucinta. (Indonews)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook