Duh, Oknum Kepsek di Sukabumi “Nakal” di Bulan Ramadhan?

SUKABUMI,- Kelakuan oknum kepala sekolah di salah satu SMP swaata Sukabumi, Jawa Barat disayangkan. Pasalnya, di bulan suci ramadan ini, ia bukannya berlomba berbuat kebaikan, malah diduga bermain nakal bersama wanita bukan muhrim.

Sebagai Guru, yang banyak didefinisikan digugu dan ditiru, kepala sekolah berinisial ES ini harusnya memberikan contoh tauladan, ia malah masuk kamar hotel bersama wanita idaman lain berinisial KL, Senin (27/5/19) malam sekira pukul 19.53 wib dan keluar hotel sekira pukul 20.45 wib.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, KL bukanlah istri dari ES, karena ES pulang sendirian dari hotel mengendarai motor honda Beat bernopol F 43xx OK.

“Saat itu, kita kebetulan sedang ada acara di hotel daerah Cicurug, Sukabumi, tempat ES dan KL memesan kamar. Saya pun curiga dengan pasangan yang beda usia cukup jauh ini. Mereka masuk kamar nomor 2. Sang pria tersebut sepertinya saya kenal baik, dia kepsek SMP di daerah Cibadak,” ungkap sumber berinisial AN, Rabu 29 Mei 2017.

Sedangkan KL, saat dikonfirmasi mengakui bahwa ia telah ke hotel tersebut bersama ES. Dirinya juga meminta agar masalahnya jangan sampai diberitakan.

“Iya pak, saya memang bersama ES dari hotel. Tolong pak saya baru sekali ini bersama ES dari hotel, tolong jangan beritakan kami pak,” pinta KL.

Secara terpisah, ES saat dikonfirmasi juga mengakui bersama KL di hotel. Namun dirinya berkilah dan mengatakan bahwa KL telah menjebaknya.

“Saya pasti dijebak oleh wanita itu (KL-red), soalnya dia yang memaksa saya ke hotel. Saya pasti mau diperas ini,” kilah ES.

Menyikapi hal ini, Abas, salah satu tokoh pemuda Bogor-Sukabumi, mengaku kecewa atas ulah ES. Menurutnya apa yang dilakukan oleh ES di bulan ramadhan sudah sangat memalukan dan tidak patut dicontoh.

“Saya menyayangkan perbuatan ES. Kenapa muncul bahasa kalau dirinya dijebak dan diperas. Kan dia itu (ES-red) tau mana yang baik dan tidaknya. Jadi janganlah memunculkan bahasa yang tidak bermakna. Apalagi ES itu seorang pendidik sudah harusnya menjadi tauladan dan bukan melakukan hal memalukan,” ujar Abas.

Sebaiknya, kata Abas, ES itu dilaporkan saja ke kepala dinas pendidikan dan juga Bupati Sukabumi.

“Saya berharap agar ES dilaporkan segera kepada kepala dinas pendidikan Sukabumi agar diproses. Bila benar salah ya tindak tegas saja, bila perlu dipecat,” tandasnya. (Tim)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook