Mengaku Imam Mahdi, Satpam di Depok Ini Jadi Buah Bibir

DEPOK,- Mendadak, nama Winardi jadi buah bibir masyarakat Kelurahan Bebedahan, Sawangan, Depok, Jawa Barat. Pasalnya, ia mengaku sebagai Imam Mahdi. Lantas siapakah sebenarnya Winardi ini?

“Dia berprofesi sebagai satpam (satuan pengamanan, red),” kata Margani (63), tetangga Wardani di Jalan H Sulaiman, Perigi, Bedahan, Sawangan, Depok, Kamis (20/5/2019).

Margani mengaku bahwa para tetangga sebenarnya sudah tahu sejak lama soal kegiatan Wardani ini. Menurutnya, rumah Wardani ini sering dikunjungi oleh tamu-tamu dari luar daerah.

“Sekarang anggotanya (pengikut, red) 75 orang ada deh, dari dikit tadinya. Awalnya di dalam doang, paling ada sekitar 30 atau 40. Sekarang anggotanya banyak, ditaruh di depan,” jelasnya.

Sementara istri Winardi, Triani (44) membantah bahwa suaminya mengaku sebagai Imam Mahdi. Menurutnya, gelar Imam Mahdi suaminya itu muncul dari mulut para pengikutnya dalam ‘Ukhuwah Trisula Weda’.

Para pengikut mempercayainya sebagai Imam Mahdi karena suaminya itu bisa mengobati penyakit. Menurut Triani, suaminya bisa mengobati karena memiliki indera keenam.

“Bapak mah pembimbing kalau di Trisula Weda. Emang bapak yang dititipin indigo itu, dapet ilham. Awalnya begitu,” jelas Triani.

Selain menjadi pemimpin di Trisula Weda, kegiatan sehari-hari suami Triani itu bekerja sebagai satpam.

“Beliau sehari-hari ya itu cuman ke kantor ke rumah, ke kantor lagi ke rumah lagi, nggak kemana-mana. Kecuali ngurusin keluarga, namanya kepala keluarga,” ujar Triani.


Sementara itu, berdasarkan hasil musyawarah pertemuan perwakilan Pimpinan atau Ketua kelompok Trisula Weda Imam Mahdi Sang Pembaharu dengan Pemerintah Kecamatan Sawangan, MUI serta ormas Islam di malam hari kemarin di ruang kantor Camat Sawangan didapati hasil bahwa Ketua atau Pimpinan Tri Sula Weda sebagai Imam Mahdi yakni Winardi menyatakan dan menyadari kesesatannya dan menyatakan telah bertobat dengan mengucapkan dua kalimat syahadat di hadapan MUI, Ormas Islam dan Pemerintah Kecamatan Sawangan.

Winardi juga bakal menutup selamanya kegiatan kegiatan yang selama ini dilaksanakan oleh kelompok Trisula Weda, dan tidak akan mengadakan acara apapun, termasuk membatalkan acara Halal Bihalal yang telah mereka rencanakan sebelumya.

Poin terkahir yang ketiga, Winardi akan merubah cat tempat ibadah berupa bangunan mushola yang menyerupai bangunan kabah itu.

Acara musyawarah dan penyampaian hasil musyawarah ini dilakukan di hadapan warga umat muslim Sawangan serta berjalan tertib. (Ade Nopiansyah)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook