Warung Kopi Bogor Kapayun! “Naik Vespa Saja ke Polda Sumut nya, LAE!”

Bismillahirahmanirahiim,
Assalamualaikum wrwb,
Salam Damai & Sejahtera Untuk Kita Semua.
SAMPURASUN
Hari ini sinar matahari seolah membakar kulit tubuh, azan magrib masih tersisa 45 menit lagi. Saya sudah di rest area sekitar tol Cileunyi arah Garut. Mas Ary Dicky, Kord. Konsorsium Relawan Jokowi & Bumi Relawan Ngahiji (BRN) dan Lae Jonny Sirait Ketum Bogor Kapayun/Sahabat Jokowi Kerja (Joker) berhalangan hadir. Saya mencari mushola terdekat untuk menggenapkan sholat ashar.
Di televisi sedang disiarkan pengakuan dua emak-emak yang memfitnah Adrian Napitupulu – aktifis ‘98 sedang meminta maaf atas hal itu, saya tersenyum. Allah memang tidak tidur, menyusul kemudian ceritera-ceritera sama sebelumnya yang kini meringkuk dipenjara.
Usai sholat, saya memesan teh manis panas dan panganan lontong dan bakwan jagung. Saya melihat lembar surat kabar nasional yang ada di meja. Di sana tertulis bahwa realisasi pajak nasional tahun 2018 lalu mencapai 78%, yaitu sekitar Rp1,135 trilyun dari target Rp1,424 trilyun. Adapun target tahun 2019 Rp1,783 trilyun. Jika ini berjalan baik, maka Dana Desa sekitar Rp70 trilyun untuk 74.000 desa seluruh Indonesia, Dana Keluarahan Rp3 trilyun untuk 8.000 kelurahan di seluruh Indonesia, dan sebagian dapat terealisasi di tahun 2019. Ini hitung-hitungan sederhana saja.
Namun saya ingat bahwa dalam beberapa berita lain baik media mainstream maupun sosial media, berkaitan dengan pajak ini adalah menyasar kepada kasus Dahnil Anzar Simanjuntak (DAS) – Kord. Jubir BPN Prabowo-Sandi yang gencar anti Jokowi ini karena lalai membayar pajak motor vespanya sejak tahun 2014 lalu. Anggap saja setiap tahun seharusnya pajak motor itu min Rp450.000 maka hingga tahun 2019 ini dia lalai membayar pajak Rp2.250.000.
Kalau pun nilainya tak seberapa, namun kelalaian DAS ini mau tidak mau ikut menyumbang juga tidak tercapainya realisasi pajak di tahun 2018 di atas 80%.
Hal ini membuat netizen murka, jadi bagaimana mau memberikan contoh yang baik untuk publik dengan segala perjuangannya yang sarat dengan kalimat ‘Jihad’ selama ini jika bayar pajak motor saja dia bisa lalai. Ini bukan bicara tentang motor jadul atau nilai pajak yang relatif murah, bukankah dia bisa minta tolong BPN untuk melunasinya, jika memang dia ‘bokek. Ahahahah.
Kembali soal tweet-an itu, salah-satu atensi netizen ini muncul dari @Gus_Raharjo. Ia membalas tweet DAS itu lengkap dengan tangkapan layar soal informasi plat nomor Vespa Dahnil nopol. AD 6335 BA. ”Vespanya keren ya, mas @Dahnilanzar. Tapi sayang itu motor Vespa sudah mati pajaknya sejak 2014. Kirim ke Solo mas, suratnya saya bantu pajak,” tulis @Gus_Raharjo.
Para Pembaca Indonews Yth,
Para Relawan Jokowi Se-Dunia Yth,
Ceritera ini bermula dari foto unggahan DAS di jejaring twitter waktu lalu, saat ia hendak mengantarkan anaknya dengan menaiki Vespa Sprint kesayangannya. Ketika itu Dahnil menuliskan cuitan “Nganter Anak lajang dulu…yuk” lengkap dengan fotonya bersama anak dan Vespa bernomor polisi Solo, AD 6335 BA.
Tak disangka foto yang diunggah pada Senin (29/4/2019) ini pun ternyata mendapat beragam reaksi dari netizen. Dan @Gus_Raharjo termasuk netizzen cerdas, diam -diam mengulik informasi Vespa Sprint milik DAS melalui aplikasi Sakpole e-SAMSAT Jateng. Dari pencarian di aplikasi tersebut, terlihat data dan informasi jika motot itu memang milik DAS. Dan hasilnya diketahui bahwa masa akhir STNK dan pajak motor Vespa Sprint milik Duhnil ternyata sudah lewat hampir 5 tahun, yaitu pada tanggal 20 Juli 2014.
Para Pembaca Indonews Yth,
Para Relawan Jokowi Se Dunia Yth,
Allah SWT menyuruh kita untuk menolong mereka yang membutuhkan, banyak cara dan upaya sebagai warganegara yang baik untuk hal itu. Salah satunya adalah dengan membayar pajak, apalagi pajak adalah bagian dari kewajiban awraha negara dan ummat agama apapun demi keselamatan negara dan kesejahteraan ummat agama apapun. Perbuatan ini juga termasuk jihad dengan harta.
Dalam Al Quran banyak diurai kebaikan apa yang dapat dilakukan, salah satunya sebagaimana diamanahkan dalam Q.S. At Taubah:41, “Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui”. Jelas bayar pajak adalah bagian dari ‘Jihad’, masa DAS tidak paham? Ahahah..
Kata pajak dalam bahasa Arab disebut ‘Adh-Dharibah’ yang artinya pungutan yang ditarik dari rakyat oleh para penarik pajak, pemerintah atau pihak yang syah. Menurut Imam Al Ghazali, pajak ialah apa yang diwajibkan oleh penguasa kepada orang-orang kaya dengan menarik dari mereka apa yang dipandang dapat mencukupi kebutuhan masyarakat dan negara secara umum, titik!.
Ini bukan nilai besar bagi orang selevel DAS, apalagi dia menjabat Koordinator jubir BPN Prabowo-Sandi. Yang tentunya punya ‘honor lebih dari nilai pajak bulanan motor itu. Iya lah!.
Para Pembaca Indonews Yth,
Para Relawan Jokowi se-Dunia Yth,
Belum selesai soal pajak vespa, DAS lagi-lagi membuat kontroversi dia tidak dapat hadir dalam panggilan Polda Sumatera Utara sebagai saksi dalam kasus ujaran makar , seharusnya dia hadir tanggal 28 Mei, pkl.10.00 lalu, namun DAS beralasan bahwa dia belum terima surat panggilan itu juga karena tiket pesawat untuk ke Sumatera Utara ‘sangat mahal’. Atas itu publik khususnya netizen pun sontak membuat tagar #KoinUntuk DahnilSImanjutak, dalam arti netizen akan membiaya tiket pesawat DAS untuk pulang pergi. Ahahahah.
Kalau saya jadi DAS, saya akan minta tolong BPN minjemkan uang untuk bayar pajak motor sekaligus tiket pulang pergi. Namun saya yakin DAS pasti akan datang pada panggilan selanjutnya, atau kalau memang bokek, saya lebih baik touring naik vespa itu sampai ke Polda Sumut. Ini Jihad bagi saya, ahahaha.
Bedug magrib berkumandang, saya bergegas untuk berbuka puasa. Jihad saya berpuasa hari ini, Inshaa Allah diterima Allah SWT. Mauliate Lae Dahnil, sampai jumpa di Polda Sumatera Utara.
JOKOWI TELAH MENANG DIATAS 53%, RELAWAN JANGAN TIDUR: Holong Mangalap Holong, Kasih Berbagi Kasih; Wassalamualaikum wrwb, Mohon maaf lahir bathin; . #Waspada Kebangkitan Orde Baru#, — Arief P.Suwendi – Ketum PERI – Persatuan Relawan Indonesia, Penasehat Media Ummat & Indonews bd.Media – Event Organizer + Sekjend DPD GMPK Kab.Bogor)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook