Terpapar ISIS, Bom Kartasura Serangan kepada Kepolisian

Indonews, Solo,- Kapolda Jawa Tengah, Irjen Rycko Amelza Daniel menyatakan ledakan yang terjadi simpang tiga Tugu Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, merupakan serangan kepada petugas kepolisian.
“Ini serangan kepada petugas polisi dan ini bukan yang pertama. Oleh karena itu, kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak khawatir, tetap lanjutkan aktivitasnya. Kami tetap menjamin kelancaran pemudik,” katanya di sela tinjauannya di lokasi kejadian, di Sukoharjo, Selasa dini hari.
Terkait dengan ledakan tersebut, Rycko mengatakan satu orang menjadi korban yang juga diduga sebagai pelaku.
“Kami katakan sebagai pelaku karena bahan peledak yang meledak mengenai bagian tubuh korban. Saat ini pelaku dalam kondisi kritis di rumah sakit oleh kepolisian Polda Jateng dan Polres Kartasura,” katanya.
Sesuai dengan prosedur penyelidikan yang ada, kata dia, proses yang saat ini dilakukan oleh petugas kepolisian, yaitu melakukan olah TKP untuk menentukan jenis bahan peledak, komposisi, dan profil pelaku.
“Sejauh ini belum ada korban lain. Tadi saat terjadi ledakan ada tujuh petugas polisi yang memantau arus mudik karena arus yang menuju selatan cukup padat. Empat petugas di dalam pos dan tiga bertugas di lalu lintas, alhamdulillah selamat,” katanya.
Ia mengatakan saat ini kepolisian sedang mengembangkan kasus tersebut. “Mudah-mudahan segera terungkap. Kalau langkah antisipasi yang kami lalukan sudah cukup maksimal. Kami menerapkan ‘maximum security’ untuk semua tempat penjagaan dan pos layanan kepolisian. Petugas juga dilengkapi pengamanan,” katanya.
Ia mengatakan semua kemungkinan akan dilakukan untuk mempercepat pengungkapan kasus tersebut.
“Imbauan kami kepada masyarakat bahwa kami terus menjaga keamanan, Insya Allah bisa dikendalikan,” katanya.
Terpapar ISIS
Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan bahwa RA, pelaku bom bunuh diri di Pos Pengamanan Tugu Kartasura, Solo, Jawa Tengah, diketahui terpapar paham radikal ISIS.
Namun demikian, belum ada indikasi RA terlibat suatu jaringan teroris tertentu. “Pelaku ini ‘suicide bomber’. Secara individu, yang bersangkutan terpapar paham ISIS. Belum ada indikasi yang bersangkutan terlibat dalam suatu jaringan,” kata Brigjen Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Selasa 4 Juni 2019, diberitakan Antara.
Identitas RA diketahui melalui sidik jarinya yang dicocokkan dengan sidik jari ijazah RA. “(Identitas) terungkap dari sidik jari dan ijazah yang bersangkutan,” ungkapnya.
Dedi menjelaskan identitas pelaku, yang bersangkutan pria berusia 22 tahun, dengan pekerjaan swasta, belum menikah, pendidikan terakhir SMA dan beralamat di Wirogunan, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah.
Sebelumnya terjadi kasus dugaan bom bunuh diri di Pos Pengamanan I Tugu Kartasura pada Senin malam sekitar pukul 22.45 WIB.
Awalnya ada seorang tak dikenal menggunakan kaos berwarna hitam dan celana jeans serta memakai “headset” berjalan menuju Pos Pengamanan Tugu Kartasura. Orang tersebut duduk di trotoar di depan pos.
Lalu sepuluh menit kemudian terjadi ledakan di depan pos yang mengakibatkan orang tersebut luka-luka. (Tan KD/Antara)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook