Usai Lebaran, Warga Asal Tiga Daerah Ini Padati Kota Depok

Foto: Ilustrasi

INDONEWS, DEPOK,– Seperti tahun-tahun sebelumnya, pasca-Lebaran pendatang dari berbagai daerah memadati Kota Depok. Hal itu pun sudah diprediksi Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Disdukcapil.
Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk (Dafduk) Disdukcapil Kota Depok, Diarmansyah mengatakan, pendatang asal Cirebon, Bogor dan Kuningan merupakan pendatang terbanyak ke Depok setelah libur Lebaran.
“Kebanyakan pendatang yang kami temukan dari Cirebon, Bogor, dan Kuningan, jadi masih dari Jawa Barat,” ucap Diarmansyah saat dikonfirmasi, Selasa (11/6/2019).
Meski begitu, ia tidak menyebutkan secara detail berapa pendatang dari daerah di Jawa Barat ke Depok. Demikian juga dengan persentasenya.
“Disdukcapil Depok telah melakukan pendataan penduduk setelah liburan Lebaran di Terminal Jatijajar, Tapos, Depok,” katanya.
Diarmansyah mengatakan, pendataan tersebut memiliki beberapa kendala, misalnya banyaknya penumpang bus yang tidak turun di terminal Jatijajar. Kemudian, keterlambatan kedatangan bus sehingga pendataan berlangsung kurang optimal.
“Belum lagi pendatang yang naik mobil pribadi, itu tidak bisa kita prediksi,” ujarnya.
Untuk mengoptimalkan pendataan tersebut, Disdukcapil Depok akan melakukan pendataan penduduk non permanen yang rutin dilakukan pada bulan Juli mendatang.
“Pendataan itu melibatkan pengurus lingkungan baik RT maupun RW dalam rentan waktu tiga bulan. Hasil pendataan tersebut nantinya akan dilaporkan ke Kementerian Dalam Negeri melalui gubernur,” katanya.
“Kegiatan ini untuk mendata warga yang tidak ber-KTP Depok yang tinggal cukup lama namun tidak berniat untuk tinggal di sini untuk mengetahui tujuannya apa,” ucap Diarmansyah menambahkan.
Diarmansyah mengatakan, pada tahun 2018 lalu jumlah pendatang mencapai 20 ribu orang dari tiga kecamatan yakni Cimanggis, Pancoran Mas, dan Sukmajaya. “Mereka beralasan rata-rata mengikut keluarga yang tinggal di Depok,” jelasnya.
Pihaknya mengimbau para pendatang untuk melaporkannya ke RT dan RW untuk dibuatkan surat pengantar kelurahan.
Hal ini sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) nomor 10 tahun 2015 tentang penyelenggaraan administrasi kependudukan, masyarakat yang datang sebagai tamu dengan waktu 1×24 jam, harus melapor ke RT dan RW untuk dibuatkan surat pengantar ke kelurahan.
“Kami mengimbau untuk pendatang melaporkan ke RT dan RW untuk dibuatkan surat pengantar keterangan tempat tinggal di Kelurahan. Surat ini berlaku selama enam bulan,” tutupnya. (Ade Nopiansyah)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook