Di Kabupaten Bogor, 5.000 Hektare Sawah Beralih Fungsi

Ilustrasi alih fungsi lahan pertanian. [Foto: Istimewa]

KABUPATEN BOGOR, INONEWS,– Pansus DPRD menemukan penyusutan lahan pertanian hingga 5.000 hektare, saat pembahasan Raperda tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Tim Pansus LP2B, mendapati penyusutan itu berdasarkan data dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor sehingga pansus mengonfirmasi ke Badan Informasi Geospasial (BIG) untuk memastikan data itu.

Anggota Pansus Raperda LP2B, Kukuh Sri Widodo menjelaskan, penyusutan lahan 5.000 hektare itu terjadi dalam dua tahun terakhir di Bumi Tegar Beriman.

“Rekomendasi lahan LP2B dan LCP2B (cadangan) dengan luasan 42.394,44 hektare oleh Dinas PUPR tentu menjadi pertanyaan bagi kami,” jelasnya.

Karena berdasarkan data dari pemetaan BIG tahun 2017, luas lahan pertanian mencapai 47.938,65 hektare dan dari hasil kajian naskah akademik Dinas Pertanian pun 47.140 hektare.

“Artinya ada perbedaan 5.000 hektare lebih berarti yang sudah berubah fungsi. Baik yang sudah keluar izinnya mau pun yang sedang diurus izinnya,” kata Kukuh, Senin (17/6/2019).

“Jika tidak dilakukan proteksi terhadap lahan pertanian, dikhawatirkan akan berdampak pada produksi pangan bagi masyarakat Kabupaten Bogor,” kata politisi Gerindra itu.

Sementara Ketua Pansus LP2B DPRD Kabupaten Bogor, Rifdian Surya Dharma mengungkapkan, Pansus saat ini sedang melakukan verifikasi luas lahan baku sawah sebagai bahan menyusun Raperda LP2B.

Hal ini dilakukan untuk menjamin ketersediaan pangan di Kabupaten Bogor.

“Kami ingin mengetahui metode yang digunakan BIG untuk verifikasi lahan baku sawah, termasuk lokus-lokus lahan tersebut,” kata Rifdian.

Menurut Kepala Pusat Penelitian, Promosi dan Kerja Sama BIG, Wiwin Ambarwulan, perbedaan luas lahan bisa terjadi karena sumber data yang digunakan berbeda.

Tidak hanya itu, pengertian sawah yang digunakan mungkin juga berbeda.

“Walaupun menggunakan citra satelit yang sama, tapi akuisisi pada tahun yang berbeda akan menghasilkan data yang berbeda pula,” kata Wiwin.

Berdasarkan data BIG, luas lahan baku sawah Kabupaten Bogor pada 2017 mencapai 47.938,65 hektare, dengan perincian 40.480,51 hektare ditanami padi dan 7.458,14 hektare ditanami selain padi.

Data tersebut diambil dengan citra satelit ter-orthorektifikasi pada 2015 dan foto udara ter-okthorektifikasi pada 2016 yang merupakan data akuisisi terbaru.

“Kemungkinan data BIG berdasarkan data citra satelit terbaru yang dianalisis lebih rendah karena telah banyak lahan sawah yang berubah fungsi atau sudah tidak lagi ditanami padi,” jelasnya. [Ano Haryono]
Sumber: Pojok Jabar

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook