Kabupaten Bogor Darurat Sampah, 2.000 Ton Menumpuk Tiap Hari

Alat berat tengah mengeruk sampah di kali baru Bojonggede, Kabupaten Bogor [foto: Tribun Jabar]

KAB. BOGOR, INDONEWS,- Bupati Ade Yasin menyatakan Kabupaten Bogor darurat sampah. Hal itu karena ada sekitar 2.000 ton sampah bertebaran di sudut-sudut Bumi Tegar Beriman.

“Saya nyatakan darurat sampah karena dari sekitar 2.700 ton sampah per hari, baru bisa terangkut 600-700 oleh armada truk sampah kita,” kata Ade Yasin usai rapat koordinasi penanganan sampah di Pendopo Bupati, Cibinong, Kamis (17/6/2019).
Sisanya, kata Ade, masih banyak warga membuang sampah di jalan bahkan di aliran kali. Maka, hal ini perlu ditangani dan memerlukan gerakan terpadu lintas instansi untuk menyamakan misi dalam upaya pengurangan sampah.

“Tadi diundang Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satpol PP, Bappeda, PUPR supaya ada gerakan terpadu dari dinas-dinas itu,” kata Ade.
Hal itu disebabkan jumlah armada truk sampah di Bumi Tegar Beriman masih minim.
Saat ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) hanya memiliki 180 unit truk sampah, sementara jumlah ideal yang dibutuhkan mencapai 580.

“Sebenarnya setiap hari kita targetkan mengangkut 1.000 ton sampah setiap hari. Tapi yang bisa teramgkut baru sekitar 700an ton. Baik itu sampah rumah tangga dan dari komersil,” kata Ade.

“Memang truknya masih sangat minim. Tapi, kita harapkan juga kesadaran masyarakat untuk membuang sampah di tempat yang sudah disediakan,” katanya.
Menurut Ade, beberapa langkah terpadu yang akan dilakukan yakni kembali mensosialisasikan Perda Nomor 4 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum yang memuat sanksi denda Rp50 juta dan kurungan bagi pembuang sampah sembarangan.

“Kedua dampak lingkungan akibat dari membuang sampah sembarangan dan membangun zonasi sampah berbasis Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST),” katanya.
Dia pun mengimbau pengembang perumahan berkonsep kawasa mandiri, membuat tempat pengelolaan sampah berbasis 3R (reduce, reuse, recycle).

“Kita juga akan galakkan lagi ke PHRI dan pengusahan properti membuat pengelolaan sampah 3R. Pak sekda sudah menugaskan camat untuk menyiapkan lahan untuk lokasi zonasi sampah,” tegasnya.

Sementara Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Bogor, Atis Tardiana menyebut jumlah ideal armada truk pengangkut sampah untuk Kabupaten Bogor sekitar 580 unit dengan asumsi satu unit truk melayani 10 ribu penduduk.

“Selama ini belum terangkut semua karena luas wilayah kita dan jumlah penduduk yang sangat besar. Yang tidak terangkut ini yang perlu penanganan lebih lanjut,” kata Atis.

Menurutnya ada dua cara yang dilakukan untuk memusnahkan sampah-sampah di Bumi Tegar Beriman.

Dengan melakukan aksi bersih-bersih dan mengurangi timbunan sampah dengan membuat bank sampah.

“Saat ini sudah ada 353 bank sampah dan 32 eco village dan 144 Kampung Ramah Lingkungan (KRL),” katanya.

“Dengan itu semua, bisa mengurangi 30 persen sampah di Kabupaten Bogor yang tidak terangkut. Kan itu yang perlu penanganan lebih lanjut. Intinya, kita mengejar target tahun 2025 Indonesia bebas sampah,” kata dia. [Wawan Kurniawan]
Pojok Jabar

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook