PPDB Kota Tangerang, Orang Tua Minta Perhatikan Soal Prestasi

Suasana PPDB di SMAN 7 Tangerang, Banten

TANGERANG, INDONEWS,- Hasil pemantauan pelaksanaan pendaftaran oleh para calon siswa SMAN di hari pertama PPDB SMAN 2019/2020 di Kota Tangerang, 17 Juni 2019 berlangsung tertib & lancar.
Berdasarkan laporan Tomi Pahlevi dan Ricky Moenir (kontibutor Indonews di Tangerang, Banten) terlihat antusias calon peserta didik beserta masyarakat dan para orang tua siswa yang telah hadir sejak pagi hari di beberapa sekolah. Antrian panjang sudah dimulai sebelum pukul 06.00 Wib, para calon siswa juga didampingi para orang tuanya, sengaja datang lebih awal untuk mendapatkan nomor antrian lebih awal, terutama untuk sekolah kategori favorit di Kota Tangerang mulai SMAN 1, SMAN 2 , SMAN 7, SMAN 8.
Sesuai Juknis PPDB tahun 2019/2020 Dinas Pendidikan Provinsi Banten dan jadwal PPDB untuk calon siswa SMA Negeri, pendaftaran calon siswa di mulai Senin 17 Juni hingga 22 Juni 2019.
Penyelenggaraan PPDB tahun ini, ada 3 kategori, yakni Jalur Zonasi (minimal 90 persen dari daya tamping, jalur prestasi (maksimal 5 persen dari daya tampung sekolah) dan jalur perpindahan tugas orang tua siswa (maksimal 5 persen dari daya tampung).
Dari hasil pemantauan proses PPDB di SMAN 7, salah astu SMA Favorit yang berlokasi di Kawasan Pendidikan Terpadu Kota Tangerang Jl. Perintis Kemerdekaan berjalan tertib dan lancar.
Kepala SMAN 7 Kota Tangerang Prastowo diwakili salah satu staf guru pengajar menyebutkan, untuk tahun ajaran 2019/2020 SMAN 7 akan menampung sekitar 300 lebih siswa didik.
Dari hasil wawancara reporter IndoNews (Tomi Pahlevi), diperoleh beberapa masukan dan saran dari salahsatu orangtua calon siswa saat proses pendaftaran PPDB yakni, apihak sekolah agar mempertimbangkan dan memperhatikan siswa berprestasi, baik di bidang olahraga atau Atlet tingkat Provinsi dan Nasional, prestasi Seni, dan prestasi lainnya.
“Kedua, agar pihak dinas pendidikan dapat menambah loket pendaftaran calon siswa di tiap sekolah,” ungkap satu orangtua calon siswa, Musa, warga Kelurahan Cikokol, dari jalur zonasi. Jarak rumah Musa ke sekolah SMAN 7 sekitar 1.500 meter. [Tomi Pahlevi/Ricky Moenir]

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook