Rompi Bertuliskan “Tahanan Kejaksaan” Antar Bendahara KPU Kota Bogor ke Lapas Kelas II A Paledang

HA, keluar Kantor Kejari Kota Bogor sekitar pukul 16.30 WIB dengan mengenakan rompi berwarna merah tersebut usai dilakukan pemeriksaan lebih dari enam jam

BOGOR, INDONEWS,- Rompi merah bertuliskan “Tahanan Kejaksan” seolah mengantar Bendahara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor, HA ke pintu hukum, karena ia resmi ditetapkan ebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor dalam perkara dugaan penyimpangan pengadaan barang dan jasa pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor.
HA keluar Kantor Kejari Kota Bogor sekitar pukul 16.30 WIB dengan mengenakan rompi berwarna merah tersebut usai dilakukan pemeriksaan lebih dari enam jam.
Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kota Bogor, Rade Satya Nainggolan mengatakan, tersangka merupakan bendahara KPU Kota Bogor pada Pemilihan Kepala Daerah Kota (Pilwalkot) Bogor tahun 2018.
Dalam kasus itu, dia berperan dalam proses pencairan keuangan untuk kegiatan fiktif. “Kasusnya penyimpangan pengadaan barang, dia selaku bendahara berarti dalam proses pencairan dia yang berperan,” ujarnya kepada awak media saat melakukan ekspos di Kantor Kejari Kota Bogor, Selasa 18 Juni 2019.
Dikatakan, dana yang diselewengkan HA sebesar Rp470.830.000 yang bersumber dari anggaran hibah Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tahun 2017.
“Modusnya, mengadakan kegiatan diluar Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang sebelumnya telah ditetapkan melalui rapat pleno KPU Kota Bogor. Ada dua kegiatan diluar RAB, nama kegiatannya buletin (tabloid), ternyata di RAB tidak ada,” jelasnya.
Saat ini Korps Adhyaksa masih terus mendalami dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus penyalahgunaan anggaran ini.
Usai diperiksa, tersangka HA yang juga berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Bogor itu langsung dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Paledang menggunakan mobil Tahanan Kejaksaan Negeri Kota Bogor.
“Barang bukti yang sudah kita amankan banyak, salah satunya kwitansi fiktif, tersangka dijerat pasal 2 ayat 1 subsider pasal 3 tentang Tipikor dengan ancaman penjara maksimal 20 tahun,” pungkasnya. [Wawan Kurniawan]

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook