Kendati Raih WTP, Pemkab Bogor Terus Dongkrak Realisasi PAD Tahun 2019

Bupati Bogor, Hj. Ade Yasin

KAB. BOGOR, INDONEWS,- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor konsisten berupaya mendongkrak realisasi anggaran pendapatan daerah (PAD) pada tahun 2019, meskipun di tahun lalu, Pemkab Bogor kembali mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Pada tahun 2018, realisasi PAD Kab. Bogor sebesar Rp7,30 triliun atau 103,59% dari target Rp7,05 triliun. Capaian tersebut sebagian disebabkan oleh realisasi pendapatan pajak daerah yang mencapai 116,68%.
Prosentase itu dari anggaran yang ditetapkan serta PAD yang terealisasi sebesar Rp668,08 miliar atau 112,65% dari target Rp593,04 miliar.
Di samping itu, realisasi belanja dan transfer sebesar Rp7,30 triliun atau 92,52% dari alokasi Rp7,89 triliun. Adapun Silpa pada tahun lalu sebesar Rp846,36 miliar sebagai akibat pelampauan target pendapatan dan efisiensi belanja daerah.
“2019 Insya Allah kita akan mempertahankan itu, atau bisa lebih baik. Anggap ini harus menjadi rutinitas. Dengan perombakan di dinas – dinas ini harusnya lebih baik,” kata Bupati Bogor, Ade Yasin, Jumat (28/6/2019).
Hingga pertengahan tahun ini, serapan anggaran pada semester I 2019 masih minim. Artinya, hal ini bakal menjadi preseden buruk bagi pemkab ketika Silpa justru meninggi.
Menurut Ade, dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Pemkab Bogor bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan. Hal itu sesuai dengan standar akutansi pemerintahan dan pengendalian intern yang memadai untuk menyusun.
Terutama laporan keuangan yang bebas dari salah saji material yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan.
“Realisasi tahun ini maksimalkan. Supaya tidak terlalu besar sisanya. Masih ada sisa waktu, Juli ini kita selesaikan yang berat-berat dulu,” katanya.
Pemkab juga bakal memanfaatkan anggaran perubahan pada beberapa bulan kedepan. Saat ini, Ade mengaku sedang menyasar segala bidang urusan pembangunan. Seperti infrastruktur yang sejak awal menjadi perhatian. “Juli ini masih ada waktu,” ungkapnya.
Adapun neraca daerah terdiri dari aset, kewajiban dan ekuitas dengan nilai aset sebesar Rp23.369.459.813.916,70. Sementara kewajibannya sebesar Rp219.143.283.772,49 dan ekuitas sebesar Rp23.369.459.814.916,70. [Wawan Kurniawan]
Sumber: PojokJabar

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook