Dua Warga Mulyaharja Nantikan Bantuan Bedah Rumah

BOGOR, INDONEWS,– Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Rumah Swadaya Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan berhasil membedah puluhan ribu setiap tahunnya. Adanya program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai program bedah rumah tersebut akan terus dilaksanakan oleh Kementerian PUPR guna menyediaan hunian yang layak bagi masyarakat.
Landasan utama penyaluran BSPS adalah Undang-undang Nomor 1 tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman Pasal 54 ayat (3) huruf b yang menyatakan bahwa bantuan pembangunan rumah bagi MBR dari pemerintah dapat berupa stimulan rumah swadaya. Selain itu juga terdapat dalam Amanat RPJMN 2015-2019 tentang Peningkatan Kualitas dan Pembangunan Baru.
Program rumah swadaya dalam hal ini Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) didasarkan pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Permen PUPR) Nomor:39/PRT/M/2015 yang sebelumnya diatur dengan Peraturan Menteri Perumahan Rakyat (Permen PERA) Nomor: 06 TAHUN 2013
Setiap penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) ditetapkan dengan Surat Keputusan oleh Pejabat Pembuat Komitmen Bantuan Rumah Swadaya (PPK-BRS) Wilayah atas dasar usulan yang telah dilakukan verifikasi atas kelengkapan administrasi (KTP, kepemilikan lahan/tanah, keterangan penghasilan dan lain-lain).
Namun di Kelurahan Mulyaharja, Bogor, Jawa Barat, dua orang warga tak juga tersentuh bantuan bedah rumah tersebut. Padahal, sejak lama kedua warga ini menantikan bantuan tersebut, mengingat kediamannya sudah sangat mengkhawatirkan dan dapat mengancam keselamatan jiwa.
Kedua warga tersebut ialah, Isak asal RT 04 RW 10 dan Ocim Sukayat asal RT 03 RW 10, Kelurahan Mulyaharja.
“Untuk kedua warga yang sedang kami perjuangkan ini, BSPS nya sudah disurvei, namunkalau jalur BTT masih nunggu perwalinya yang belum turun. Kami akan terus memperjuangkan kedua warga ini,” kata tokoh masyarakat Mulyaharja yang meminta tidak disebutkan namanya.
Dirinya berharap, pemerintah desa dan kecamatan senantiasa membuka mata, telinga dan hati untuk melihat kondisi rumah kedua warga tersebut.
“Mereka setiap waktu dihantui rasa takut jika rumahnya ambruk dan membahayakan keselamatan jiwa. Maka dari itu, saya mengajak siapa saja untuk turut membantu agar kedua warga ini segera mendapat bantuan bedah rumah itu,” ungkapnya.
Dana BSPS, kata dia, biasanya disalurkan melalui rekening penerima bantuan yang dibuat oleh pihak bank penyalur di kantor pusat Jakarta atas nama masing-masing penerima berdasarkan SK PPK-BRS. Dana tersebut langsung dibelanjakan bahan bangunan pada toko yang telah ditunjuk oleh penerima bantuan secara berkelompok (Kelompok Penerima Bantuan), sesuai Permen PUPR Nomor: 39/PRT/M/2015 pasal 21 angka (1). [Wawan Kurniawan]

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook