Ade Hidayat: DD Benar-benar Berhasil Membangun Desa dari Pinggiran

KABUPATEN BOGOR, INDONEWS,-- Pembangunan perbatasan, termuat dalam poin ketiga dari Nawacita. Presiden Jokowi menebalkan prase “membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam rangka negara kesatuan”.
Pembangunan tidak lagi terpusat di perkotaan (Sentralisasi), melainkan harus dilakukan menyebar di seluruh pelosok Indonesia (Desentralisasi).
Hal itu juga terbukti berhasil di Desa Sukaharja, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor yang hingga kini getol membangun desa dengan memanfaatkan kucuran dana desa.
Ditemui Indonews, Selasa 2 Juli 2019, Pj. Kepala Desa Sukaharja Ade hidayat menyebtukan, pada hakekatnya, pembangunan daerah merupakan kewenangan dari pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, sedangkan pemerintah berfungsi sebagai motivator dan fasilitator dalam percepatan pembangunan daerah tertinggal. Namun demikian, pembangunan daerah tertinggal tidak mungkin berhasil tanpa dukungan dan kerja keras para pemangku kepentingan (stakeholders).
“Setiap daerah tidak harus sama dalam melaksanakan pembangunan, perbedaan dalam pembangunan memang perlu dilakukan, demi mengakomodir karakteristik dan kemampuan masing-masing wilayah,” ungkapnya.
Ade menambahkan, di Desa Sukaharja, saat ini tengah mengalokasikan DD tahun 2019, dengan jenis kegiatan rabat beton jalan desa, volume panjang 200 meter, lebar 2,5 meter dan ketebalan 12 sentimeter.
“Pembangunannya yakni di Kp. Pondok Bitung, RT 006/002, dengan sumber dana sebesar Rp104.933.400. Kegiatan DD ini dilakukan secara swadaya sampai 100 orang setiap malam, ini menandakan betapa pembangunan di Desa Sukaharja kompak dilakukan masyarakat yang aktif berpartisipasi membangun desa,” ungkap Ade.
Menyoal dana desa yang tertuang dalam program Nawa Cita, Ade menambahkan, bahwa membangun daerah pinggiran, bukan saja terkait kewilayahan atau geografis daerah yang berdekatan dengan perbatasan negara tetangga, tetapi juga soal manusia yang terpinggirkan dan kurang mampu secara ekonomi.
“Pinggiran juga menunjukan kondisi masih minimnya pembangunan di wilayah tersebut. Hal ini, sebagai dampak dari pembangunan yang selama ini hanya menitikberatkan pada kawasan perkotaan, yang dianggap sebagai pusat pertumbuhan,” katanya.
Dengan demikian, kata Ade, untuk mendukung peningkatan pembangunan fisik di daerah, Pemerintahan Jokowi meningkatan anggaran transfer ke daerah dan dana desa dari tahun ke tahun. Peningkatan alokasi dana desa secara bertahap ini, sekaligus untuk memenuhi amanat UU Nomor 6 Tahun 2017 tentang Desa.
“Maka kami pun berusaha mendukung program presiden Jokowi dengan mengalokasikan dana desa sebagaimana mestinya. Kita alokasikan dana desa secara transparan,” tandasnya. [Ervin]

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook