Masjid Cheng Ho, Lambang Kerukunan Umat Beragama dalam Kerangka Bhineka Tunggal Ika

ROKAN HILIR, INDONEWS,– Pendiri Masjid Laksamana Muhammad Cheng Ho, Arbian mengungkapkan bahwa Masjid Laksamana Cheng ho yang akan dijadikan wisata religi sebagai wujud keragamanan dan kemajemukan dalam kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Masjid ini melambangkan toleran antara suku cina dengan semua suku yang ada di Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.
“Walau berbeda, kita tetap dalam satu ikatan, yaitu Bhineka Tunggal Ika,” ungkap Arbian, saat memberikan sambutan pada pemancangan pembangunan Masjid Laksamana Muhammad Cheng Ho, di Bagansiapiapi.
Dia mengungkapkan, pembangunan masjid ini sebagai ungkapan rasa syukurnya sebagai Anak Rantau Peduli Kampung (ARPK) yang ingin kampungnya maju dan tetap dikenal. Untuk itu,dirinya mengajak seluruh anak asli Rohil yang sukses di perantauan untuk peduli membangun kampung halamannya.
“Kampung kita kalau bukan kita yang membangun siapa lagi,kalau bukan sekarang kapan lagi,”ujarnya.
Sementara Sekretaris Yayasan Fastabiqul Kahirat, H. Drs. Surya Arfan mengatakan, pembangunan Masjid Cheng Ho ini murni dukungan swadaya para perantau asal Bagansiapiapi. Pembangunan masjid ini juga dengan menggunakan hibah tanah dari Pemkab Rohil.
“Masjid ini dibangun dengan tanah seluas 2 hektar, 2 lantai dan akan dibuat ornamen seribu kubah dengan seni kaligrafi ornamen cina dan melayu,” kata Surya.
Masjdi ini, kata Surya, akan dijadikan tempat wisata religi, pusat kajian Alquran, pembinaan para mualaf, taman bermain, dan lainnya.
“Yang jelas masjid ini akan banyak sekali mamfaatnya dan menjadi kebanggan buat masyarakat Rohil,” pungkasnya. [Indonews-Ragam]

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook