Menteri PUPR: Pekerjaan Tol Cisumdawu Ada Keterlambatan

Menteri PUPR RI Ir. Mochamad Basoeki Hadimoeljono

SUMEDANG, INDONEWS,– Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR-RI) melakukan inspeksi mendadak (sidak) pembangunan jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), Senin (1/7/2019).
Sidak yang dilakukan Menteri PUPR RI Ir. Mochamad Basoeki Hadimoeljono itu berhubungan dengan rampungnya Bandara Internasional Kertajati Majalengka, Jawa Barat, serta memastikan percepatan pembangunan Tol Cisumdawu.
Dalam sidaknya, Basoeki menemui adanya keterlambatan pengerjaan tol Cisumdawu. Ia mengatakan, kontrak pengerjaan Tol Cisumdawu oleh MMC (Kontraktor China) memang berlaku hingga 2021. Namun, mengingat pengerjaan Bandara BIJB sudah selesai, maka target pengerjaan tol dipercepat hingga tahun 2020.
“Kita berharap target ini terealisasi, dan tak menemui kendala, termasuk dalam pembebasan lahan. Sementara untuk kontruksi, sudah siap,” terang Basoeki.
Selain tol Cisumdawu, pihaknya memastikan akan mempercepat pengerjaan 14 ruas tol yang ada di Indonesia yang tengah dibangun.
“14 Tol tersebut, salah satunya Tol Cisumdawu, masih menjadi prioritas penargetan pemerintah di tahun 2019. Kebetulan BIJB mulai beroperasi, sehingga akses penunjangnya dipercepat,” katanya.
Dikatakan, untuk fase III, panjang pengerjaannya hanya 60 km saja. Makanya pihaknya mengecek seksi I dan II.
“Di seksi I dan II mudah-mudahan tidak ada kendala. Sementara ini di seksi II ada minus 21 persen jika dibagian konsorsium yang dikerjakan oleh Cina. Saya sudah minta untuk dikebut lagi dan minta kepada anggota konsorsiumnya, Wika, Nindakarya, supaya dipercepat. Sedangkan seksi III panjang totalnya 30 KM akan selesai tahun 2019,” jelasnya.
Dikatakan, pengerjaan tersebut oleh MCC ditambah Wika dan MK , sehingga mesinnya ada 3 yang bekerja, dengan demikian pengerjaan bisa lebih cepat.
Sementara untuk Seksi III yang dikerjakan CKJT, lahannya sudah lebih 90 persen, progresnya pun sudah 80 persen, sehingga tahun 2019 akan selesai, tinggal seksi IV, V dan VI.
“Untuk seksi VI itu sebagian besar tanah perhutani. Saya sudah koordinasi dengan menteri kehutanan dan beliau setuju. Sebetulnya kami juga telah melayangkan surat PT Perhutani dan BUMN untuk memanfaatkan tanah perhutani itu sekitar 100 hektare atau sekitar 6 KM. Menteri kehutanan sudah oke dan Seksi VI akan selesai 2019 ini,” tamabahnya. [Irex]

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook