BPKAD Kabupaten Bogor Optimis Serapan Belanja Langsung Meningkat di Bulan Oktober

KAB. BOGOR, INDONEWS,– Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor mengklaim serapan belanja daerah dalam APBD hingga akhir semester I 2019 mencapai 45% atau sekitar Rp3,2 triliun dari alokasi Rp7,01 triliun.
Kepala BPKAD, Didi Kurnia mengatakan, pada pos belanja langsung yang berkaitan dengan infrastruktur atau kebutuhan layanan publik, dari alokasi Rp3,9 triliun baru terserap 37% atau sekitar Rp1,4 triliun.
“Pada pos belanja tidak langsung yang didominasi anggaran belanja pegawai, dari alokasi Rp3,11 triliun hingga paruh pertama tahun 2019 terserap 59% atau sekitar Rp1,8 triliun,” katanya, Kamis 4 Juli 2019.
Khusus belanja langsung, tambahnya, program pembangunan yang harus melalui lelang di Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (ULPBJ). Dia memprediksi serapan belanja langsung akan meningkat drastis di bulan Oktober.
“Karena masih dilelang dan penyedia jasa yang memenangkan lelang belum ada yang mengambil uang muka atau uang termin dari pekerjaan mereka,” jelas Didi ditemui di Pendopo Bupati, Cibinong.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin mengungkap, realisasi serapan anggaran, khususnya belanja daerah dalam APBD 2019, menjadi perhatian serius Bupati Ade Yasin untuk menghindari tingginya Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SiLPA).
“Bukan cuma serapan belanja, realisasi pendapatan pada semester I juga jadi perhatian karena kita kan mau bahas APBD Perubahan 2019 sebentar lagi,” tambahnya.
Meski SiLPA tidak bisa dihindari, namun Burhan berharap jumlahnya tidak membengkak. “Tidak bisa dihindari karena kan ada efisiensi pekerjaan hasil pelelangan. Tapi kan bisa ditekan untuk yang tidak terserap ini dicari solusi percepatannya,” tegas Burhan. [Ano Haryono]
Sumber: PojokJabar

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook