Pemkab Lebak Lepas 70 Relawan Gerakan Kampung Alquran

Pelepasan 70 Relawan Gerakan Kampung Alquran

LEBAK, INDONEWS,– Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten resmi melepas 70 relawan Gerakan Kampung Alquran Kabupaten Lebak di Aula Multatuli, Setda Lebak, Jum’at (5/7).
Assisten Daerah I Kabupaten Lebak, Alkadri mengapresiasi para relawan yang berasal dari gabungan mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Jakarta, yang dengan tulus ingin melaksanakan kegiatan pengembangan masyarakat berbasis Alquran, melalui program Gerakan Kampung Alquran.
“Kami pemerintah daerah sangat mendukung program ini, dan berterima kasih, karena dengan adanya para relawan penghafal alquran semoga dapat memotivasi masyarakat untuk lebih dekat dengan Alquran dan memuliakannya,” kata Alkadri.
Dihadapan Direktur Direktur Yayasan Kampung Qur’an Husnan Hasibuan serta para relawan Kampung Alquran, Alkadri menjelaskan bahwa program ini sejalan dan dapat dilakukan sinergi untuk membantu Program Maghrib Mengaji yang sedang dijalankan Pemerintah Kabupaten Lebak.
Adapun program Maghrib Mengaji adalah program Pemkab Lebak untuk mengajak generasi muda agar lebih dekat dengan Alquran melalui cara-cara sederhana, yaitu mengajak anak-anak mengaji mulai pukul 18.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB.
“Suksesnya Gerakan Maghrib Mengaji, tidak hanya berpijak dari pendekatan struktural saja, seperti melalui regulasi dan insentif. Namun, yang menjadi lebih penting lagi adalah bagaimana Maghrib Mengaji ini dapat menjadi gerakan kultural yang membumi di tengah-tengah masyarakat,” kata dia.
Hibbatul Maula (20) salah seorang relawan dari Institut Ilmu Alquran (IIQ) Jakarta mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan pengabdian dirinya dan rekan-rekannya. Hal ini ditujukan untuk menyebarkan wawasannya tentang Alquran dan mengajarkan cara menghafal Alquran dengan metode yang di gunakan IIQ.
“Semoga apa yang kita ajarkan nanti kepada masyarakat bermanfaat dengan mengetahui metode cara cepat menghafal Alquran melalui Metode Bagdadi,” tutur dia.
Metode Baghdadi menurutnya merupakan metode hafalan dengan cara tarkibiyyah atau tersusun secara berurutan atau lebih kita kenal dengan sebutan metode alif, ba’, ta’. Metode ini adalah yang paling lama muncul dan metode yang pertama berkembang di Indonesia.
Relawan Alquran yang dilepas berasal dari berbagai perguruan tinggi seperti Institut Ilmu Al-Quran Jakarta, Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) dan lainnya, yang akan disebar di 12 kampung di tiga Kecamatan. Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga pekan di Kecamatan Rangkasbitung, Cimarga, dan Kecamatan Muncang. [Maman Romansya]

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook