Tak Lulus Ters Narkoba, Balon Kades Bersiap Didiskualifikasi

SUKABUMI, INDONEWS,– Setelah Pileg dan Pilpres, tahun ini perhelatan pemilihan kepala desa (Pilkades) juga akan digelar. Diperkirakan, yang akan mengikuti pesta demokrasi ini akan lebih dari angka seribu. Regulasi pelaksanaannya pun telah ditentukan. Bagi bakal calon yang tidak lulus tes narkoba, maka dipastikan akan didiskualifikasi.
“Aturannya sudah jelas, bagi bakal calon yang tidak lulus tes narkoba, pasti akan didiskualifikasi oleh panitia,” ujar Kepala BNNK Sukabumi, AKBP Deni Yus Danial seperti diberitakan Radar Sukabumi, Kamis 4 Juli 2019.
Menurut Yus Dansial, tes narkoba ini merupakan salah satu syarat wajib yang harus ditempuh seluruh para bakal calon Kades. Sesuai dengan aturan, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sukabumi ditunjuk sebagai pelaksananya bekerjasama dengan rumah sakit milik pemerintah daerah. “Pelaksanaanya secara bertahap di Rumah Sakit Umum Daerah Sekarwangi atau Palabuhanratu,” imbuhnya.
Danial menjelaskan, tes narkoba ini sebagai upaya antisipasi pemerintah dalam mencegah peredaran narkoba di kalangan masyarakat dan nantinya di lingkungan pemerintahan tingkat desa. Karena tidak menutup kemungkinan, peredaran narkoba ini akan merambah kesemua elemen. “Ini bagian dari upaya preventif kami dalam mencegah peredaran narkoba. Semua harus dideteksi secara dini,” terangnya.
Ia berharap, semua masyarakat khususnya yang akan mencalonkan diri sebagai Kades di Kabupaten Sukabumi terbebas dari barang haram tersebut. “Karena selain merugikan diri sendiri, juga bisa bisa diproses secara hukum,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Dinas Pemberdaayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD) Kabupaten Sukabumi, Thendy Hendrayana mengatakan, tes narkoba ini tidak hanya berlaku pada periode tahun ini, pada periode sebelumnya tes narkoba juga wajib diikuti oleh seluruh masyarakat yang akan mencalonkan diri sebagai kepala desa. “Tidak hanya dalam pencalonan Kades saja, pencalonan BPD pun sama. Tes narkoba ini wajib diikuti oleh seluruh calon,” timpalnya.
Mantan Kadishub Kabupaten Sukabumi ini menjelaskan, seluruh biaya yang timbul akibat pelaksanaan tes narkoba ini, akan dibebankan pada alokasi anggaran yang sudah ditentukan oleh pemerintah Kabupaten Sukabumi. “Semua biaya ditanggung. Seperti diketahui, untuk anggaran Pilkades ini Pemda sudah mengalokasikan anggaran Rp19,2 miliar. Salah satu kegiatannya ini, tes narkoba,” jelasnya.
Thendy pun menegaskan, semua persyaratan dan tahapan yang ditentukan pemerintah harus dipenuhi oleh seluruh calon Kades. Bila ada satu poin saja yang tidak lulus, maka dipastikan yang bersangkutan akan dicoret dari pencalonan. “Tes narkoba ini bagian dari serangkaian perhelatan Pilkades. Ada persyaratan lainnya yang juga harus dipenuhi para calon. Bila ada satu poin saja yang tidak lulus, maka dipastikan yang bersangkutan tidak lulus atau gugur,” tandasnya. [R. Iyan M]

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook