Tingkatkan PAD, DPRD Kota Dumai Belajar ke Kota Bekasi

BEKASI, INDONEWS,– Komisi II DPRD Kota Dumai melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kota Bekasi dalam rangka Pengelolaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Kota Bekasi dan Pengelolaan pajak serta retribusi dalam upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Anggota Komisi II dan Pemimpin rombongan Dr. Ahmad Effendi menjelaskan maksud dan tujuan untuk belajar PAD.
“Kami dari Komisi 2 DPRD Kota Dumai datang ke Kota Bekasi dalam rangka untuk belajar terobosan maupun inovasi yang telah dikembangkan oleh Pemerintah Kota Bekasi dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah,” kata Ahmad , belum lama ini.
“Sebagai gambaran APBD Kota Dumai memiliki target 1 trilyun dan PAD untuk Tahun 2018 kemarin hanya mampu mencapai 246 milyar, oleh sebab itu, kami ingin belajar dengan Kota Bekasi kiat-kiat meningkatkan PAD untuk perbaikan Kota Dumai kedepannya,” tambahnya.
Sebelum menutup sambutannya, ia sempat memperkenalkan beberapa anggota rombongan berasal dari DPRD dan Dinas Pendapatan Daerah Kota Dumai
Sementara itu, Kabag. Humas Setda Sajekti Rubiyah bersama Kabid. Data DPMPTSP, Tati dan Kasubid. Bappeda, Luthfi menerima rombongan di Pressroom Humas, gd. 10 lantai Kantor Wali Kota Bekasi, Jl. Ahmad Yani, Kamis (4/7/2019).
Sajekti menyambut rombongan dengan ucapan selamat dating. Kemudian menjelaskan Kota Bekasi, dan kerja sama daerah dalam rangka meningkatkan PAD.
“Selamat datang di Kota Bekasi, Kota yang mengandalkan Jasa dan Perdagangan sebagai PAD, untuk kerja sama daerah, Kota Bekasi Bekerja sama dengan beberapa daerah seperti Ibu Kota Jakarta terkait Sampah Bantar Gebang dan Provinsi yakni sebagai pensupply pajak motor terbesar se-Jawa barat,” jelas Sajekti.
“Di Kota Bekasi sudah ada Mal Pelayanan Publik dan Gerai Pelayanan Publik, Kepala Daerah kami mempunyai prinsip pelayanan turun ke bawah bukan ke atas, sehingga disiapkan petugas Pamor yang bertugas melayani hingga ke rumah warga,” tuturnya.
Ditambahkan, masyarakat tidak perlu jauh-jauh datang ke Dinas terkait untuk mengurus perizinan yang dibutuhkan cukup datang ke MPP / GPP terdekat dan pelayanan yg diberikan cukup lengkap seperti Perijinan DPMPTSP, Disnaker, Disdukcapil, BPJS, BAPENDA, BJB Hingga departemen agama.
Pada acara yang sama, Lutfhi memberikan paparan terkait dengan pendapatan. “Bapenda mempunyai 4 bidang, kami memiliki 12 unit teknis pendapatan yang bertugas di setiap kecamatan dalam rangka jemput bola seperti menagih piutang, PBB, IMB,” ucapnya.
Tati menambahkan, dalam rangka meningkatkan PAD Kota Bekasi, DPMPT-SP Kota Bekasi membuat terobosan dengan pembangunan MPP dan GPP di beberapa tempat yang kurang diminati oleh masyarakat.
“Adapun letak Mal Pelayanan Publik berada di Bekasi Junction dan letak Gerai Pelayan Publik di Plaza Cibubur dan Pondok Gede berguna untuk mendekatkan serta meningkatkan pendapatan dalam hal parkir, DPMPT-SP sengaja memilih mal yg kurang diminati agar mall tersebut hidup kembali,” pungkasnya.
Acara dilanjutkan dengan dialog interaktif, foto bersama, dan tukar menukar cinderamata antara Pemerintah Kota Bekasi dengan DPRD Kota Dumai. [RM Suryo Dorodjatun]

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook