Tender Pekerjaan APBD Melonjak, Hingga 1 Juli, ULPBJ Kabupaten Bogor Menerima 618 Berkas

BOGOR, INDONEWS,– Paruh kedua 2019, tender pekerjaan APBD melonjak. Hingga 1 Juli, ULPBJ Kabupaten Bogor menerima 618 berkas pelelangan dengan nilai lebih Rp798,9 miliar.
Menurut Kepala Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (ULBJ) Kabupaten Bogor, Budi Cahyadi Wiryadi jumlah itu lebih tinggi dibanding tahun 2018 untuk periode yang sama.
Namun, secara kualitas di lapangan ada penurunan karena sebagian besar masih dalam proses lelang.
“Kalau tahun lalu, paket sudah selesai lelang dan mulai pekerjaan di lapangan lebih banyak di banding tahun ini untuk semester pertama,” kata Budi, Senin (8/7/2019).
Untuk tahun ini, dari jumlah paket yang masuk hingga awal Juli 2019 itu, 158 di antaranya telah rampung dilelangan dengan nilai pagu anggaran sekitar Rp203,4 miliar dengan total nilai penawaran sekitar Rp188,3 miliar.
“Hingga 1 Juli kemarin, tercatat efisiensi dari lelang 7,43 persen atau sekitar Rp15,1 miliar,” jelasnya.
Sementara lelang yang masih berjalan untuk periode yang sama 282 paket dengan pagu Rp394,3 miliar. Ada pun paket dalam persiapan lelang 150 dengan pagu Rp172,1 miliar.
“Ada 28 paket dengan pagu sekitar Rp28,9 miliar gagal lelang tapi masih bisa dilanjutkan. Masih ada waktu,” kata Budi.
Dia menjelaskan, dari 618 paket pekerjaan, tidak semuanya merupakan pekerjaan konstruksi, melainkan ada juga pengadaan barang, jasa konsultasi dan jasa lainnya.
Dari jumlah itu, 435 di antarnya merupakan pekerjaan konstruksi dengan pagu Rp571,6 miliar. Kemudian pengadaan barang 88 paket dengan pagu Rp152,6 miliar, jasa konsultasi 43 paket dengan pagu Rp23,3 miliar dan jasa lainnya Rp51,2 miliar.
“Kalau hingga 1 Juli 2018, paket yang masuk da 500 dengan pagu Rp783,8 miliar. Tahun ini sedikit lebih banyak tapi masih proses lelang. Karena kita memang baru terima berkasnya dari SKPD,” kata Budi.
Pelelangan berpengaruh pada serapan anggaran belanja daerah Kabupaten Bogor.
Menurut Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor, Didi Kurnia, lelang baru dimulai di semester kedua, maka diprediksi serapan anggaran melonjak pada Oktober atau November.
“Kemungkinan di akhir tahun meningkatnya. Karena masih dilelang dan penyedia jasa yang memenangkan lelang belum ada yang mengambil uang muka atau uang termin dari hasil pekerjaannya,” kata Didi.
Dia mengungkapkan, serapan belanja daerah dalam APBD hingga akhir semester I 2019 mencapai 45% atau sekitar Rp3,2 triliun dari alokasi Rp7,01 triliun.
Kepala BPKAD, Didi Kurnia mengungkapkan, pada pos belanja langsung yang berkaitan dengan infrastruktur atau kebutuhan layanan publik, dari alokasi Rp3,9 triliun baru terserap 37% atau sekitar Rp1,4 triliun.
Didi melanjutkan, pada pos belanja tidak langsung yang didominasi anggaran belanja pegawai, dari alokasi Rp3,11 triliun hingga paruh pertama tahun 2019 terserap 59% atau sekitar Rp1,8 triliun. [R. Iyan M]

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook