Bakal Punya 68 Kampung Buah, Kota Bogor Siapkan Konsep Zona Pohon Pelindung

Kepala Bidang Penyuluhan Distani Kota Bogor, Dian Herdiawan (foto:ist)

BOGOR, INDONEWS,– Kota Bogor, Jawa Barat saat ini tengah menyiapkan konsep perumkim zona pohon pelindung dan estetika kota dengan pohon pelindung non buah.
Bahkan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor menyiapkan konsep kawasan zona pohon pelindung buah di sejumlah titik lahan kristis.
Selain itu, Dinas Pertanian juga menyiapkan konsep zona pohon pelindung buah di kawasan kampung tematik buah atau biasa disebut OVOP (One Village One Product). Sehingga Kota Bogor di masa mendatang memasang target memiliki 68 kampung buah.
Kepala Bidang Penyuluhan Distani Kota Bogor, Dian Herdiawan menyebutkan, pihaknya menginginkan suatu zona zona tematik buah. Jadi agroforesty, holtikultura, satu kelurahan satu jenis pohon buah.
“Program kampung tematik buah ini akan dikembangkan secara bekerja sama dengan Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) dan Puslitbang Hortikultura. KTNA dan Puslitbang Hortikultura akan membantu untuk menyediakan bibit buah,” ungkapnya, Senin 8 Juli 2019.
Sejauh ini, belum ada kampung buah di Kota Bogor. Ia mencontohkan kampung buah saat ini baru ada di Kota Depok yakni kampung belimbing, namun hal itu dinilai berbeda karena kampung belimbing di Depok berskala kota, sedangkan di Bogor berskala kelurahan.
“Buah yang akan ditanam di setiap kelurahan akan berbeda. Sebelum penanaman, kelurahan yang bersangkutan akan diajak untuk bermusyawarah menentukan buah apa yang akan ditanam oleh mereka. Sedangkan Distani akan menjadi fasilitator masyarakat dengan penyedia bibit buahan,” tuturnya.
Dengan demikian, masyarakat sendiri yang menentukan buahnya seperti apa. Contohnya di Cipaku masyarakat membuat zona buah alpukat. Lantas di Rangga Mekar, Situ Gede yang memilih zona rambutan.
Menurut Dian, magi masyarakat yang ingin membangun kampung buah di kelurahannya dipersilakan untuk mendaftar ke Distani. Selain difasilitasi untuk mendapatkan bibit, Distani melalui penyuluhan lapangan juga akan memberikan pendampingan saat proses penanaman.
“Program kampung buah ini memiliki beberapa tujuan, di antaranya adalah menggiring minat masyarakat untuk mendatangi kampung tersebut pada saat musim panen tiba. Misalnya pada saat panen alpukat tiba maka orang otomatis akan datang ke Cipaku,” ungkap Dian.
Selain itu, imbuhnya, kampung buah juga dibangun untuk membantu mensejahterakan masyarakat dengan hasil panen yang didapatkan. Sehingga pada saat panen masyarakat juga akan terbantu kesejahteraannya karena mempunyai bank hidup, yaitu berupa hasil panennya dari pohon hortikultura.
“Tujuan lainnya, kampung buah juga dibangun sebagai upaya untuk menumbuhkan ketahanan pangan di kota Bogor dan mengurangi adanya impor khususnya pada buah. Karena kami pun miris banyaknya buah-buahan yang masuk dari luar negeri. Harapannya dengan ada itu kota Bogor mempunyai ketahanan pangannya dari berbagai jenis buah,” pungkas Dian. [Wawan Kurniawan]

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook