Hadapi Bencana, Anggota Tagana Kabupaten Bogor Terus Digodok

BOGOR, INDONEWS,– Sebagai upaya dalam menghadapi bencana, khususnya di Bumi Tagar Beriman, anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Bogor, Jawa Barat terus digodok atau dilatih. Tahun 2019 ini, 84 anggota Tagana dilatih yang digelar di Griya Inkoppabri, Cisarua, Selasa (9/7/2019).
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor, Rustandi, mengatakan pelatihan dilakukan mengingat Bumi Tegar Beriman memiliki tingkat risiko bencana cukup tinggi di Indonesia.
“Berdasarkan hasil Pendataan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), mengenai indeks risiko bencana di kabupaten/kota di seluruh Indonesia, pada tahun 2011 Kabupaten Bogor masuk dalam kategori 5 besar kabupaten/kota dengan indeks risiko bencana tertinggi,” katanya.
Dengan demikian, kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana dan pengelolaan penanggulangan bencana secara umum dibutuhkan Kabupaten Bogor. Selanjutnya dituangkan dalam bentuk rencana penanggulangan bencana daerah dan rencana aksi daerah pengurangan resiko bencana di Kabupaten Bogor.
Rustandi mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bogor beserta jajarannya dibantu TNI dan Polri telah berupaya semaksimal mungkin untuk menanggulangi bencana alam agar mampu menekan risiko yang mungkin memakan korban dan kerugian yang diakibatkan oleh bencana.
“Bencana bukan merupakan tanggung jawab pemerintah semata. Karena itu, kepedulian peran serta masyarakat dan dunia usaha sangatlah dibutuhkan dalam mengurangi risiko bencana, sehingga diharapkan dapat bersama-sama dalam penanggulangan bencana di lapangan,” ujarnya.
“Tagana merupakan salah satu relawan di bidang kebencanaan yang berasal dari masyarakat, atau organisasi sosial, maupun individu yang secara khusus dilatih pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta Pemerintah Kabupaten Bogor. Melalui pelatihan pemantapan Tagana bidang shelter lapangan, dapur umum, logistik dan psiko sosial, diharapkan mampu meningkatkan kapasitas kemampuan dan keterampilannya, sehingga dalam upaya penanggulangan bencana pada saat maupun pasca bencana, mereka sanggup memberikan perlindungan sosial bagi korban bencana,” jelasnya.
Pemantapan dibutuhkan untuk memaksimalkan peran Tagana. Pasalnya, Kabupaten Bogor hanya memiliki 84 anggota Tagana, sementara ada 435 desa dan kelurahan yang harus ditanggulangi jika terjadi bencana.
“Jumlah itu secara bertahap akan ditambah, karena kita ada 40 kecamatan yang lebih dari separuhnya rawan bencana,” lanjut Rustandi.
Dia memastikan, 37 anggota Tagana baru akan memperkuat formasi di Bumi Tegar Beriman pada Juli ini. “Masih belum ideal tapi ini akan terus dimaksimalkan. Bertahap akan ditambah,” katanya. [Wawan Kurniawan]

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook