Ambil Risiko Demi Pendidikan, Ade Yasin Justru Kosongkan Kursi Kepala Dinas Pendidikan

Hj. Ade Yasin

BOGOR, INDONEWS– Demi mencanangkan program Bogor Cerdas, Bupati Bogor Hj. Ade Yasin justru rela mengambil langkah berisiko tinggi, yaitu mengosongkan kursi Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) dan akan melelangkan jabatan itu secara terbuka dalam waktu dekat.
Direktur Democracy, Electoral Empowerment and Partnership (DEEP), Yusfitriadi menilai, dinas pendidikan merupakan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang bersentuhan langsung dengan masyarakat secara massif.
Sehingga, mengosongkan kursi jabatan Kadisdik dianggap bukanlah suatu kebijakan strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Bumi Tegar Beriman, bahkan justru pendidikan akan terganggu oleh keputusan ini.
“Ketika dinas yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat tidak terkelola dengan baik, maka akan banyak masalah di tengah masyarakat dan sudah bisa dipastikan capaian kinerja pemerintah daerah akan tergganggu,” kata Yus, Kamis (11/7/2019).
Padahal, kata Yus, martabat sebuah daerah dilihat dari kondisi pendidikannya. Pendidikan di Kabupaten Bogor dianggap masih penuh dengan masalah, mulai dari infrastruktur hingga minat warga menyekolahkan anaknya.
“Saya masih belum memahami secara pasti apa yang jadi pertimbangan pengosongan jabatan kadisdik itu. Kalau sekedar diganti atau dirotasi untuk penyegaran mungkin bukan masalah besar. Ini kan akan dilelangkan jabatannya, artinya orang yang baru naik pangkat nanti yang mengisi,” kata Yus.
Yus berharap, dalam penyusunan pejabat-pejabat di bawahnya, Ade tetap mengedepankan asas profesionalitas bukan alasan politis dan akomodatif, terutama untuk SKPD yang bersentuhan langsung dengan pelayanan dasar masyarakat.
“Mudah-mudahan alasan Bupati Bogor ini tidak semata-mata alasan politis dan akomodatif. Soalnya akan sangat naif ketika kekosongan jabatan sebuah dinas yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat tidak terlayani secara maksimal hanya karena urusan politik akomodatif atau alasan-alasan pragmatis lainnya,” tegas Yus.
Diketahui, kursi Kadisdik Kabupaten Bogor sebelumnya diisi oleh TB Luthfie Syam, yang sempat muncul sebagai bakal calon Bupati Bogor dalam Pilkada 2018 lalu yang notabene akan menjadi lawan politik Ade Yasin dalam perebutan kursi F1.
“Ya maka itu, saya berharap keputusan ini bukan karena unsur-unsur politis. Karena dinas pendidikan memiliki peran krusial di Kabupaten Bogor,” tegas Yus.
Sementara Bupati Ade Yasin sendiri mengungkapkab, jika kekosongan kursi kadisdik tidak akan berjalan lama. “Tidak dikosongkan. Sedang proses lelang jabatan terbuka kedua untuk mengisinya. Sementara ada Plt,” katanya singkat. [Wawan Kurniawan]

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook