Gonjang-ganjing Kepengurusan DPC Projo Kota Bekasi Terjawab

BEKASI, INDONEWS,– Gonjang-ganjing kepengurusan DPC Projo Kota Bekasi terjawab dalam sebuah rapat DPP Projo di Kantor DPP Pancoran, Jumat 12 Juli 2019 kemarin.
Ketua Caretaker DPC Projo Kota Bekasi dihadapan hadirin rapat menegaskan, bahwa apa yang selama ini santer dibicarakan di group WA DPC Projo adalah seuatu pembenaran yang dilakukan kelompok tertentu untuk mencapai tujuannya.
Maka dengan tegas, dihadapan Ibnu yang didampingi Jiem serta Adijono, Sungkono mengatakan, menjalankan organisasi bukan perkara mudah dan harus ada inspitarornya.
“Siapapun yang menginginkan menjadi Ketua Projo DPC Kota Bekasi silahkan, asal bisa memahami arti sebuah organisasi, bukan mengedepankan kepentingan dan egoiesme diri sendiri. Dan di saat itulah terlihat kebenaran pasti akan muncul. Bukan berarti pembenaran menjadi benar, tapi pembenaran adalah menutupi apa yang selama ini terjadi dalam tubuh Projo DPC Kota Bekasi,” tegas Sungkono
Sebelumnya diberitakan, gonjang-ganjing kepengurusan Projo Kota Bekasi akibat ambisi Sekjen Caretaker Ibnu yang juga Ketua Projo Kota Bekasi membuat kepengurusan Projo tak berarah.
Imbasnya, kader dan anggota Projo Kota Bekasi dibuat bingung menyikapi sejumlah kebijakan yang dikleuarkan Ketua Projo Kota Bekasi.
“Kepengurusan atau organisasi Projo Kota Bekasi sedang terguncang. Beberapa anggota merasa ada intimidasi dari saudara Ibnu. Saat jumpa dengan Sungkono, muncul kalimat; kalau mau besarkan organisasi, harus ada yang menjadi organisator,” kata salah satu anggota yang meminta tidak disebut namanya, Rabu 10 Juli 2019.
Sementara itu, Sungkono berharap, ke depan Projo Kota Bekasi lebih solid dan menjadi panutan organ relawan lainnya.
“Siapa saja yang mau jadi ketua, silahkan. Tapi harus yang bisa mengayomi anggota dan pengurus, karena organisasi milik bersama,” tegas Sungkono.
Sungkono menampik jika Projo Kota Bekasi diambang kehancuran. Menurutnya, Projo Kota Bekasi hanya butuh sejumah perbaikan dan merapatkan barisan untuk sama-sama menyatukan presepsi agar organisasi ini tetap eksis.
“Namanya juga organisasi, pasti ada lah gesekan-gesekan, miss komunikasi dan lain sebagainya. Nah kita sebagai organ dari organisasi harus segera menyikapi permasalahan yang ada agar lantas meruncing dan benar-benar membuat kehancuran,” ujarnya.
Sungkono pun meminta setiap anggota Projo Kota Bekasi untuk tetap tenang dan solid dalam menyikapi semua persoalan yang ada.
“Mari dalam acara duduk bersama ini kita diskusi untuk mendapat solusi. Kita ini keluarga, jadi jangan ada yang berniat saling menjatuhkan atau menghancurkan. Sebaiknya kita perbaiki elemen-elemen yang rusak,” tandasnya. [R.M Dorojadtun Suryo]

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook