HR Bayu Syahjohan: Pencak Silat Merupakan Pemersatu Berbagai Kalangan

BOGOR, INDONEWS,– Mengacu pada sebuah kalimat klasik dalam bahasa latin; Mens sana in corpore sano, yang memiliki arti “Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat”, serta sebagai upaya memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat, khususnya cabang olah raga Pencak Silat, maka Forum Komunikasi Profesional Pencak Silat mantap menyelenggarakan pertandingan Pencak Silat profesional full body contact yang telah mendapatkan Sanction dari Professional Pencak Silat Facilitator (sebagai wadah internasional Professional Pencak Silat Championship, yaitu PPS Championship (Professional Pencak Silat Championship 2).

Direktur Silat HR Bayu Syahjohan mengatakan, Pencak Silat merupakan sebuah warisan budaya Indonesia, yang dimiliki tiap suku dan budaya di kepulauan Indonesia.

“Pencak Silat merupakan salah satu alat pemersatu yang bisa masuk ke berbagai kalangan, dari beragam suku, budaya, agama, dan usia. Pencak Silat juga bisa digunakan sebagai sarana membangun nilai-nilai positif sebagai manusia dan bangsa (sportivitas, kejujuran, kerendahan hati, kebijaksanaan, keterbukaan dan lain-lain), yang kemudian bisa menjadi sarana pemersatu antar manusia Indonesia dalam sebuah kebanggaan berbangsa dan bernegara,” katanya, Selasa 16 Juli 2019.

Untuk itulah, Bayu akan menjawab pertanyaan dan tantangan dunia modern, dengan sebuah usulan untuk mengadakan acara pertandingan Professional Pencak Silat.

“Untuk menjawabnya, PPS akan menyelenggarakan pertandingan pencak silat profesional full body contact. Ini juga sebagai kelanjutan dari PPS Championship I yang telah dilaksanakan di Mangga 2 Square pada 26 Januari 2019,” terang pria yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor itu.

Untuk event yang rencananya digelar pada 28 Juli 2019 itu, akan diadakan di GOR Laga Satria Cibinong. Sementara seleksi diadakan pada 22 Juni 2019 di Padepokan Pencak Silat TMII lalu.

“Ajang ini sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai ajang mencetak petarung (fighter) berbakat, dan menyediakan ajang ekspresi bagi masyarakat yang memiliki minat di bidang bela diri, baik sebagai peserta maupun pengamat,” terangnya.

Menurut Bayu, olahraga telah menjadi salah satu kebutuhan bagi sebagian besar masyarakat dunia modern, di mana selain untuk kebugaran, olah raga saat ini menjadi salah satu bagian dari gaya hidup.

“Dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat akan arti penting olahraga ini, khususnya olah raga beladiri (martial arts), membuat bidang ini makin lama makin diminati, mewabah, dan menjadi trend di berbagai usia dan masyarakat umum,” pungkasnya. [Wawan Kurniawan]

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook