Puskesmas di Cianjur Bertekad Turunkan Stunting

CIANJUR, INDONEWS,– Stunting adalah sebuah kondisi di mana tinggi badan seseorang jauh lebih pendek dibandingkan tinggi badan orang seusianya. Penyebab utama stunting adalah kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan hingga masa awal anak lahir yang biasanya tampak setelah anak berusia 2 tahun.

Perosalan stunting ini menjadi salah satu sorotan UPTD Puskesmas Ciherang dan Desa Ciherang, Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Cianjur.

Melalui rembuk stunting penanggulangan masalah gizi dan pencegahan stunting yang digelar Rabu 17 Juli 2019 di Aula Desa Ciherang, UPTD Puskesmas Ciherang dan Desa Ciherang bertekad menurunkan angka stunting di Kabupaten Cianjur.

Kepala UPTD Puskesmas Ciherang, l Made Setiawan menerangkan, rembuk stunting yang dilaksanakan UPTD Puskesmas Ciherang bersama Desa Ciherang ialah dalam rangka pencegahan dan penanggulangan masalah gizi dan stunting yang diprogramkan oleh pemerintah pusat.

“Kami berupaya menangani dan mencegah terjadinya kasus-kasus stunting, khususnya di Desa Ciherang, umumnya di Kecamatan Karang Tengah. Sebab, di wilayah ini masih memiliki perosalan gizi, dimana dari 8 desa hasil penimbangan balita di bulan Agustus, Desa Ciherang masih mempunyai masalah dengan gizi,” terang Made.


Oleh sebab itu, tambahnya, kumpul bersama, rapat atau rembuk ini merupakan upaya menentukan langkah bagaimana ke depannya kasus kasus stunting di Cianjur berkurang.

“Kita mengupayakan agar masalah gizi lain tidak terjadi lagi di Desa Ciherang. Puskesmas menyadari tidak akan mampu untuk melaksanakan segala masalah yang begitu kompleks secara sendiri. Sehingga UPTD Puskesmas Ciherang menggandeng desa untuk memecahkan masalah gizi,” tuturnya.

Made menegaskan, pada rembuk kali ini bukan hanya fokus membahas stunting, namun juga masalah kesehatan lainnya yang muncul di masyarakat.

Solusi Terbaik
Sementara itu, Kepala Desa Ciherang, Nyanyang Sarif Hidayat mengaku bersyukur setelah diadakan rembuk stunting dari Puskesmas Ciherang yang dilaksanakan di Desa Ciherang.

Nyangnyang menyebutkan, Desa Ciherang termasuk salah satu titik perhatian penanganan stunting karena angka stunting di Desa Ciherang mencapai 21 persen.

“Guna memecahkan persoalan ini, Desa Ciherang berkerja sama dengan para kader posyandu dan para RT RW untuk mencoba mencari solusi terbaik, minimal bisa menurunkan stunting di Desa Ciherang, maksimalnya bisa zero stunting,” kata dia.

Menurutnya, berbagai upaya untuk mengentaskan perosalan stunting dibahas dalam rembuk tersebut. Seperti menggalakkan sosialisasi penyuluhan kepada masyarakat, dan membuat daya tarik supaya masyarakat aktif datang ke posyandu.

“Pada rembuk tadi juga sudah dibentuk kepengurusan struktur organisasi stunting di Desa Ciherang. Insyaallah, kami akan memberikan dana dari desa untuk penanganan stunting ini. Kami sudah masukan keanggaran DD, minimal untuk tambah makanan kepada ibu hamil yang ada di Desa Ciherang. Masyarakat harus memahami dan tahu bagaimana cara pencegahan dan penanggulangan stunting,” tanadanya. (Arif Lufti)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook