Catat, Berikut Pengangguran yang Berhak Menerima ‘Honor’ Kartu Pra-Kerja Jokowi

JAKARTA, INDONEWS,- Masih banyak publik yang bertanya-tanya bagaiamana dan siapa pengangguran yang bisa mendapatkan ‘honor’ dari program Pra-Kerja Presiden Joko Widodo.

Ya, seperti diketahui Presiden Jokowi akan memberikan insentif berupa uang kepada para masyarakat usia produktif yang belum memiliki pekerjaan melalui lewat program Kartu Pra-Kerja.

Untuk siapa saya yang berhak menerima, Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri menjelaskan, kriteria yang akan mendapatkan Kartu Pra-Kerja dan mendapatkan berbagai fasilitas yang sudah ditetapkan pemerintah, di antaranya dari tiga kelompok besar.

“Fasilitasnya sudah ada, sudah disiapkan. Bagaiaman kriterianya, setidaknya mewakili dari tiga kelompok besar,” kata Hanif di Komplek Istana Presiden, di Jakarta belum lama ini.
Adapun soal biaya, kata dia, Presiden melalui Menteri Keuangan RI telah menyiapkan dana Rp 10 triliun untuk ‘Gaji’ pengangguran Pemegang Kartu Pra-Kerja Jokowi.

Lantas apa saja tiga kategori kelompok pengangguran yang bakal menerima ‘gaji’ dari Jokowi? Pertama, para pencari kerja dalam hal ini masyarakat yang baru lulus sekolah baik SMA maupun perguruan tinggi. Kedua, mereka yang membutuhkan peningkatan keterampilan (upskilling) dan ketiga, para korban PHK.

“Di dalam Kartu Pra-Kerja, ada beberapa fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Mulai dari pelatihan selama tiga bulan, lalu mendapat sertifikasi dan mendapat insentif usai pelatihan,” terang Hanif.

Lalu, imbuhnya, untuk peningkatan keterampilan dilakukan selama dua bulan dan bagi pekerja yang menjalani itu akan mendapat insentif pengganti karena selama pelatihan tidak diberi upah oleh perusahaan.

“Ketika tidak kerja, kan kehilangan upah, nah itu dikasih insentif. “Ini dinamakan insentif pengganti upah. Walaupun namanya insentif pengganti upah, nanti itu apakah 100% upah, 75% upah, atau 50% upah itu simulasi fiskal. Itu kita tunggu dari Kemenkeu,” katanya.

Ditandaskan, fasilitas selanjutnya adalah re-skilling bagi para korban PHK. Durasi pelatihannya selama dua bulan lalu diberikan sertifikat dan mendapatkan insentif selama masa pelatihan. (Wawan Kurniawan)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook