DPRD dan Pemkab Bogor Akhirnya Sepakati Pembentukan Daerah Persiapan Kabupaten Bogor Timur

BOGOR, INDONEWS,– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Pemerintah Kabupaten Bogor akhirnya menandatangani Persetujuan Bersama tentang Pembentukan Daerah Persiapan Kabupaten Bogor Timur dalam Sidang Paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Bogor, Cibinong, Senin (22/7/2019.

Bupati Bogor Ade Yasin menjelaskan, dengan penandatanganan ini, tugas Pemkab Bogor dengan DPRD sudah selesai. Setelah ini diserahkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan diteruskan ke pemerintah pusat.

“Meski begitu, Pemerintah Kabupaten Bogor akan terus mengawal pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Bogor Timur, agar ada percepatan pada tataran Pemprov Jabar dan Kementerian Dalam Negeri. Kabupaten Bogor cukup luas dengan 40 kecamatan. Wajar kalau dipisah. Untuk Bogor Timur cukup kita kawal supaya ada percepatan. Tapi kami tidak bisa pastikan prosesnya berapa lama. Yang jelas administrasinya sudah selesai,” katanya.

Sementara Ketua DPP Presidium Bogor Timur, Nafizul Alhafiz Rana berharap, jika Kabupaten Bogor Timur resmi mekar, maka pelayanan kepada masyarakat di 7 kecamatan di Bigor Timur menjadi lebih dekat.

“Kan hasil kajiannya ibu kota nanti ada di Jonggol. Selama ini kan masyarakat yang jauh-jauh seperi dari Sukamakmur, Tanjungsari, Cariu itu nggak perlu jauh-jauh ke Cibinong kalau cuma urus KTP, SIM dan lainnya. Kejauhan,” kata Alhafiz.

Kabupaten Bogor Timur akan terdiri dari 7 kecamatan, yakni Gunungputri, Klapanunggal, Cileungsi, Cariu, Jonggol, Sukamakmur dan Tanjungsari. Dari 7 kecamatan itu di dalamnya terdapat 75 desa yang telah menyatakan diri ‘merdeka’ dari Bumi Tegar Beriman.

Selain masalah pelayanan yang terlalu jauh, juga ada kesenjangan antara satu kecamatan dengan yang lainnya. Seperti Kecamatan Gunungputri yang menduduki ranking teratas dalam hal IPM dengan rasio 80,35, yang tercatat pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bogor tahun 2016 lalu atau saat pemekaran Bogor Timur semakin digaungkan.

Jumlah IPM itu juga melampaui Cibinong dengan rasio 78,51 di posisi kedua, yang notebene akan menjadi Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) Kabupaten Bogor.

Indeks Daya Beli di Gunungputri pun tertinggi diantara 40 kecamatan di Kabupaten Bogor dengan rasio 85,15. Dengan dasar itulah, masyarakat dari 75 desa di 7 kecamatan itu percaya diri mampu hidup lebih baik jika memisahkan diri.

“Kabupaten Bogor ini terlalu luas. Kami ingin memisahkan diri karena pemerintah daerah tidak mampu memberikan aksesibilitas dan infrastruktur yang memadai kepada kami warga di 7 kecamatan ini,” kata Alhafiz.

Masyarakat Bogor Timur tidak salah untuk gerah dan ingin pisah dari Kabupaten Bogor. Mereka boleh berbangga memiliki Gunungputri yang punya torehan baik dalam hal IPM. Namun, kecamatan lainnya, seperti Sukamakmur jadi juru kunci alias paling buncit dari 40 kecamatan dilihat dari IPM dengan rasio 51,51.

Parahnya, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) di kecamatan itu paling buruk diantara yang kecamatan lain di Bumi Tegar Beriman. Hanya menyentuh 4,12 tahun atau tidak lulus Sekolah Dasar (SD).

Berikut ini data & fakta 7 kecamatan bakal Calon DOB Kabupaten Bogor Timur
Gunungputri
IPM : 80,35
AHH : 76,60 tahun
HLS : 13,05 tahun
RLS : 10,11 tahun
Klapanunggal
IPM : 68,96
AHH : 72,12 tahun
HLS : 11,77 tahun
RLS : 7,05 tahun
Cileungsi
IPM : 73,31
AHH : 73,66 tahun
HLS : 12,26 tahun
RLS : 9,31
Jonggol
IPM : 64,94
AHH : 70,99 tahun
HLS : 11,25 tahun
RLS : 7,10 tahun
Tanjungsari
IPM : 56,39
AHH : 68,01 tahun
HLS : 10,11 tahun
RLS : 5,34 tahun
Cariu
IPM : 58,94
AHH : 70,24 tahun
HLS : 11,38 tahun
RLS : 5,56 tahun
Sukamakmur
IPM : 51,51
AHH : 61,92 tahun
HLS : 9,52 tahun
RLS : 4,12 tahun
*) Keterangan
– IPM : Indeks Pembangunan Manusia
– AHH : Angka Harapan Hidup
– HLS : Harapan Lama Sekolah
– RLS : Rata-rata Lama Sekolah. (Wawan Kurniawan)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook