Ancam Usia Produktif, Posyandu Harus Antisipasi Penyakit Tidak Menular

BOGOR, INDONEWS,– Sedikitnya, ada tiga penyakit tidak menular (PTM) yang perlu diwaspadai perkembangannya di era milenial ini. Ketiga penyakit itu adalah hipertensi (darah tinggi), diabetes melitus (kencing manis), dan jantung. Pasalnya penyakit itu tidak hanya menyasar kaum manula, tapi usia produktif pun rentan terserang penyakit tersebut.

Berkaitan dengan itu, Kepala Desa Cibedug, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, M. Fadli berpesan kepada posyandu untuk dapat mengantisipasi PTM.

“Penyakit tidak menular, khusunya yang tiga tadi perlu diwaspadai dan diantisipasi oleh petugas kesehatan, khusunya posyandu di Desa Cibedug. Sebab, ketiga PTM itu juga menjadi fokus di Dinkes Kabupaten Bogor. Sebaran ketiga PTM itu merata, dari wilayah perkotaan hingga pedesaan. Tidak ada titik-titik tertentu (sebarannya) berkaitan dengan penyakit itu,” terang M. Fadli saat menghadiri kegiatan posyandu Desa Cibedug terkait PTM dan rapat koordinasi tingkat desa, Senin (22/07/2019) di kantor Desa Cibedug.

Pada acara yang juga dihadiri babinkantibmas, staf desa, kader posyandu, RT/RW, BPD dan tokoh masyarakat, Bidan Desa, Siti Marpuah menambahkan, dari tiga PTM itu, paling banyak adalah hipertensi, disusul diabetes melitus. Estimasi dari pusat, terang dia, 23 persen dari usia produktif, yakni usia 15 tahun sampai 59 tahun menderita hipertensi. Untuk penderita diabetes melitus diprediksi 6 persen hingga 7 persen dari usia produktif.

“Untuk mengetahui itu, kita harus menyediakan deteksi dini untuk usia produktif di Posyanndu. Posyandu sasarannya itu ibu hamil dan balita, kalau Posbindu sasarannya usia produktif dari 15 tahun hingga 59 tahun. Posbindu ini untuk deteksi PTM. Kita cek tensinya, cek gula darahnya untuk DM atau kencing manis, dan pemeriksaan kolesterol untuk kaitannya dengan penyakit jantungnya,” terangnya.

Disebutkan, ada pergeseran pola penyakit di tengah-tengah masyarakat. Jika pada era 70-an hingga 80-an yang dominan itu penyakit menular, namun sekarang didominasi penyakit tidak menular. Menurutnya, hal ini karena perubahan pola gaya hidup yang terjadi.

“Ini akibat perubahan gaya hidup termasuk pola makan model ‘fast food’, banyak lemak, konsumsi garam berlebihan, konsumsi gula berlebihan, istirahat kurang, mobilitas tinggi, faktor stres, penyalahgunaan alkohol, dan rokok. Konsumsi rokok kita juga tinggi sekali,” ujar dia.

Menurutnya, di Posbindu atau Posyandu, bukan sekadar ada kegiatan penyuluhan tapi ada gerakan masyarakat hidup sehat (Germas). Germas ini merupakan promosi prevensi untuk mencegah orang agar tidak sakit. “Kita harus melakukan pelatihan kader-kader germas. Kader-kader itu kita dorong untuk maju,” tandasnya. (Ervin)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook