7 Daerah Kekeringan, Status Tanggap Darurat Kabupatan Bogor Hingga Oktober 2019

BOGOR, INDONEWS,- Akibat cuaca ekstrem hingga mengakibatkan sejumlah wilayah mengalami kekeringan, Kabupaten Bogor berstatus tanggap darurat hingga Oktober 2019 nanti.

Akibat Cuaca ekstrem, sedikitnyaada 7 kecamatan di Kabupaten Bogor mengalami kekeringan parah saat ini.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Dede Armansyah mengungkapkan, status itu dikeluarkan merujuk status awas potensi kekeringan yang dikeluarkam Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

“Status tanggap darurat mulai 1 Agustus sampai 30 Oktober. Berdasarkan data BMKG Stasiun Dramaga juga tingkat kekeringam terparah ada di Jonggol,” kata Dede, Selasa (23/7/2019).

Sejauh ini, BPBD mencatat ada 7 kecamatan di Bumi Tegar Beriman mengalami kekeringan parah. Selain Jonggol, ada Tanjungsari, Cariu, Tenjo, Gunungsindur, Parungpanjang dan Rumpin.

“Tingkat kekeringannya berbeda. Perlu ada peningkatan status supaya kita bisa kerahkan seluruh potensi yang ada. Bahkan bekerja sama dengan pihak swasta,” katanya.

Dampak kekeringan, kata Dede terjadi kekurangan air bersih dan kebakaran. Karena itu, ia mengingatkan masyarakat menghindari potensi kebakaran.

“Kami mengimbau masyarakat tidak membakar sampah atau kegiatan lain yang dapat memercikan api besar selama tiga bulan ini. Karena akan mudah tersulut,” ujarnya.

Sementara Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi I Bogor, menetapkan status awas terhadap kondisi cuaca dalam tiga bulan ke depan di wilayah Jawa Barat. Penetapan status tersebut didasari analisis curah hujan dalam tiga bulan ke depan.

Ada 12 wilayah di Jawa Barat yang berpotensi mengalami kekeringan ekstrem akibat tidak diguyur hujan sama sekali, yakni Bogor, Bekasi, Karawang, Subang, Purwakarta, Sumedang, Indramayu, Cirebon, Majalengka , Cianjur, Sukabumi dan Indramayu.

Sebelumnya sempat diberitakan di Pojokbogor.com, Kabupaten Bogor mulai dihantui kekeringan. Tidak cuma air bersih yang mulai sulit, ratusan hektare sawah pun terancam puso alias mati muda.

Menurut Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikulturan dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor, Siti Nurianti ada sekitar 600 hektare sawah di wilayah Kecamatan Jonggol dan Cariu terancam gagal panen.

Jika dalam dua bulan ke depan hujan tak kunjung mengguyur Bumi Tegar Beriman. Bantuan suplai air pun dirasa suli karena lokasi yang sulit dijangkau.

“Kalau satu atau dua bulan ke depan tidak ada hujan, bisa puso. Kerugian ditaksir lebih dari Rp3 miliar,” katanya. (MS Ervin)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook