Bekas Gedung DPRD Kota Bogor, Riwayatmu Kini

eks kantor DPRD Kota Bogor. (foto: Ist)

BOGOR, INDONEWS,– Nasib bekas Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, Jawa Barat kian memprihatinkan. Nampak depan, parkiran gedung yang direncanakan menjadi perpustakaan umum ramah anak dan disabilitas oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor itu dipenuhi mobil-mobil tak terurus bekas mobil dinas Pemkot.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim pun angkat bicara, kendaraan tersebut merupakan unit operasional sejumlah dinas yang sedang dilakukan tahap pelelangan.

Lelang puluhan kendaraan dinas dilakukan sebagai upaya pemerintah daerah mengurangi pengeluaran anggaran pemeliharaan kendaraan dinas. Lebih menguntungkan apabila aset tersebut dijual atau lelang, karena uangnya akan masuk ke kas daerah.

Jika tetap dipaksa dimanfaatkan, sambung Dedie, biaya operasionalnya akan jadi lebih tinggi daripada keperluan dinas.

“Itu sedang dilelang, nunggu keputusan pelaksanaan lelangannya. Sudah diumumkan dan sudah ada peserta lelangnya. Tapi pelaksanaan lelangnya belum,” katanya.

Terkait nasib bangunan gedung DPRD Kota Bogor itu, kata Dedie, saat ini Pemkot Bogor melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Diskarpus) akan membangun perpustakaan umum ramah anak dan disabilitas.

Ia menerangkan, kini pihaknya sedang mempersiapkan Detail Engineering Design (DED) atau proyek perencanaan fisiknya.

“Lagi dibikin DED-nya rencananya untuk arsip dan perpustakaan daerah. DED nya tahun ini, kalau disetujui tahun depan mulai digarap,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Diskarpus Kota Bogor, Agung Prihanto mengatakan, perpustakaan umum yang akan dibangun ini digagas dengan konsep ramah anak dan disabilitas. Ramah anak dan disabilitas ini ditandai dengan perpustakaan yang dilengkapi area perpustakaan anak, ramp dan guiding block bagi penyandang disabilitas.

“Jadi rencananya akan dibangun tahun depan dengan sedikit merubah eks gedung DPRD Kota Bogor,” ujarnya.

Sementara, Konsultan PT Sketsa Karya Mandiri, Indra Gunawan menuturkan, rencana pembangunan fisiknya itu akan dilaksanakan tahun depan setinggi tiga lantai.

Ia memaparkan, di lantai saru ada ruang informasi, area koleksi khusus, area perpustakaan anak dan ruang pengelola perpustakaan. Lantai 2 ada area koleksi dan baca dengan kapasitas 6.000 buku, ruang buku lama, ruang koleksi fiksi dan Hall (ruang Pamer/multi fungsi), ruang baca utama dan mushola.

Sedangkan di lantai 3 ada mini teater dengan kapasitas 30 orang termasuk balkonnya.

“Untuk luasannya lantai satu 809 meter persegi, lantai dua 1.115 meter persegi dan lantai tiga 675 meter persegi,” tukasnya. (Wawan Kurniawan)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook