Victor Sirait: Selain Pemersatu, Pencak Silat Bisa Bentengi Negara

Viktor S. Sirait sebagai tamu undangan dari Waskita Karya menyempatkan diri untuk berfoto pada pertandingan Pencak Silat profesional full body contact, Minggu 28 Juli 2019

BOGOR, INDONEWS,– Viktor S. Sirait sebagai tamu undangan dari Waskita Karya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya ajang pencak silat profesional full body contact yang diselenggarakan PPS, Minggu 28 Juli 2019.

Ia pun berpesan, agar event ini bisa diselenggarakan secara kontinyu, bahkan jika perlu dilakukan dengan skala lebih besar.

“Saya setuju, bahwa Pencak Silat merupakan sebuah warisan budaya Indonesia, yang dimiliki tiap suku dan budaya di kepulauan Indonesia, sehingga tentunya harus dipertahankan,” ungkapnya.

Dijelaskan, alasan mengapa Pencak Silat harus dilestarikan lantaran merupakan salah satu alat pemersatu dan bisa membentengi Negara dari para ‘pemberontak’ yang ingin menghancurkan bumi pertiwi.

Dijelaskan Victor, Pencak silat atau silat adalah suatu seni bela diri tradisional yang berasal dari Kepulauan Nusantara(Indonesia). Seni bela diri ini secara luas dikenal di Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Singapura, Filipina selatan, dan Thailand selatan sesuai dengan penyebaran berbagai suku bangsa Nusantara.

“Berkat peranan para pelatih asal Indonesia, kini Vietnam juga telah memiliki pesilat-pesilat yang tangguh. Induk organisasi pencak silat di Indonesia adalah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Organisasi yang mewadahi federasi-federasi pencak silat di berbagai negara adalah Persekutuan Pencak Silat Antara Bangsa (Persilat), yang dibentuk oleh Indonesia, Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam,” jelas Victor yang pada ajang tersebut berkesempatan menyerahkan medali kepada salah seorang juara.

Ditambahkan, Pencak silat adalah olahraga bela diri yang memerlukan banyak konsentrasi. Ada pengaruh budaya Cina, agama Hindu, Budha, dan Islam dalam pencak silat. Biasanya setiap daerah di Indonesia mempunyai aliran pencak silat yang khas. Misalnya, daerah Jawa Barat terkenal dengan aliran Cimande dan Cikalong, di Jawa Tengah ada aliran Merpati Putih dan di Jawa Timur ada aliran Perisai Diri.

“Nama pencak silat memang sudah mendunia, terlebih setiap empat tahun di Indonesia ada pertandingan pencak silat tingkat nasional dalam Pekan Olahraga Nasional. Pencak silat juga dipertandingkan dalam SEA Games sejak tahun 1987. Di luar Indonesia juga ada banyak penggemar pencak silat seperti di Australia, Belanda, Jerman, dan Amerika,” paparnya.


Sementara sahabat dekat Victor Sirait, Jonny Sirait yang juga Pemimpin Redaksi Indonews menambahkan, di tingkat nasional, olahraga melalui permainan dan olahraga pencak silat menjadi salah satu alat pemersatu nusantara, bahkan untuk mengharumkan nama bangsa, dan menjadi identitas bangsa. Olahraga pencak silat sudah dipertandingkan di skala internasional. Di Indonesia banyak sekali aliran-aliran dalam pencak silat, dengan banyaknya aliran ini menunjukkan kekayaan budaya masyarakat yang ada di Indonesia dengan nilai-nilai yang ada di dalamnya.

“Pada Maret 2017, Pencak Silat telah diajukan Pemerintah Republik Indonesia kepada UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia (Intangible Cultural World Heritage). Hal ini adalah salah satu upaya pemerintah dalam memajukan pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia. Manfaat Pencak Silat yang diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia adalah mendapat pengakuan dunia internasional, memiliki peluang dipertandingkan dalam cabang olah raga di Olimpiade dan menggali nilai budaya yang terkandung dalam silat,” kata Jonny.

Terakhir, ia mengupas bahwa istilah silat dikenal secara luas di Asia Tenggara, akan tetapi khusus di Indonesia istilah yang digunakan adalah pencak silat. Istilah ini digunakan sejak 1948 untuk mempersatukan berbagai aliran seni bela diri tradisional yang berkembang di Indonesia.

“Nama ‘pencak’ digunakan di Jawa, sedangkan ‘silat’ digunakan di Sumatera, Semenanjung Malaya dan Kalimantan. Dalam perkembangannya, kini istilah ‘pencak’ lebih mengedepankan unsur seni dan penampilan keindahan gerakan, sedangkan ‘silat’ adalah inti ajaran bela diri dalam pertarungan,” pungkasnya. (Wawan Kurniawan)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook