Didesak DPRD Cianjur, Pembangunan Jalur Puncak II Dilanjutkan

Jalur Puncak II yang kondisinya kini terbengkalai. (foto: Ist)

CIANJUR, INDONEWS,– DPRD Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mendorong percepatan pembangunan jalur Puncak II yang kondisinya kini terbengkalai. Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cianjur, Atep Hermawan Permana mengatakan, perlunya percepatan pembangunan di jalur alternatif Bogor-Cianjur itu. Alasannya, tingkat kemacetan di jalur Puncak yang relatif cukup parah terutama pada akhir pekan dan musim liburan.
“Selain itu, dengan adanya (pembangunan) jalur Puncak II tentunya bisa mendongrak PAD (pendapatan
asli daerah) Kabupaten Cianjur dari sektor pariwisata,” tutur legislator Partai Golkar itu, Senin (29/7/2019).

Atep mengaku, tidak tahu persis alasan dihentikannya pembangunan jalur Puncak II tersebut karena kini kewenangan atau pengelolaanya ada di tingkat pusat.

“Awalnya, status jalan di jalur Puncak II itu milik Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur, namun status jalannya ditingkatkan jadi jalan nasional. Sempat dihentikan karena berbagai alasan. Mudah-mudah bisa ada kepastian soal kelanjutan pembangunannya,” tutur dia.

Kelanjutan pembangunan infrastruktur jalur Puncak II itu rencananya akan diambil alih oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Kami sepakat soal itu (rencana diambil alih Pemprov Jabar). Dengan begitu pembangunannya bisa lebih cepat,” ucap dia.

Terpisah, Kepala Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Nanang Rohendi berharap segera ada kelanjutan soal pembangunan jalur Puncak II.

“Mudah-mudahan bisa secepatnya ada kelanjutan pembangunannya baik dari pihak Pemprov Jabar maupun dari Pemkab Bogor dan Cianjur,” ujar dia.

Jalur Puncak II terbentang sepanjang 50-60 kilometer mulai dari Sentul di wilayah Kabupaten Bogor hingga Cipanas di wilayah Kabupaten Cianjur. Keberadaan jalur alternatif penghubung Bogor-Cianjur itu diyakini bisa menjadi solusi konkret dalam mengurai kemacetan yang kerap terjadi di jalur utama (jalur Puncak) terutama di musim liburan dan akhir pekan. (Arif Lufti)
Sumber: kompas

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook