Sejumlah Rumah Rusan, Gempa Lebak M 5,2 Terasa hingga Sukabumi


SUKABUMI, INDONEWS,–
Empat unit rumah di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dilaporkan rusak akibat gempa bermagnitudo 5,2 yang berpusat di wilayah Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, Minggu (28/7/2019) pukul 21:25 Wib. Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menyebutkan dua rumah rusak di Desa Cihamerang, Kecamatan Kabandungan. Keduanya yaitu rumah milik Surta di Kampung Pameungpeuk RT 01 RW 02 dengan kategori rusak ringan dan rumah milik Iyam di Kampung Pasirhaut RT 7 RW 3 dengan kategori rusak sedang. Sedangkan dua rumah lainnya di Kampung Cipatuguran RT 02 RW 06 Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu. Kerusakan rumah dengan kategori ringan.

Dan rumah milik Madropi di Kampung Pamukiman RT 02 RW 09 Desa Gunungtanjung Kecamatan Cisolok. “Kami menerima laporan adanya rumah rusak dampak gempa hingga Senin siang ini sebanyak empat unit,” kata Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi Eka Widiaman dalam keterangan tertulis diterima Kompas.com, Senin sore. Dia menuturkan pihaknya akan melakukan pengecekan ke lokasi bekerjasama dengan aparat desa dan kecamatan masing-masing. Pengecekan dilaksanakan untuk menentukan langkah selanjutnya. “Kami akan melakukan assesment ke lokasi dengan membagi tim. Hasilnya nanti kami sampaikan lagi,” ujar dia.

Warga Sukabumi rasakan gempa Warga di Sukabuni, Jawa Barat merasakan getaran gempa cukup besar yang berlangsung beberapa detik, Minggu (28/7/2019) sekitar pukul 21:25 Wib. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan magnitudo 5,2 berlokasi 7.42 lintang selatan, 106,03 bujur timur. Sekitar 59 kilometer barat daya Bayah, Banten dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. “Ia Pak merasakan gempa. Getarannya terasa benar,” ungkap warga Palabuhanratu, Lili Amaludin saat dikonfirmasi Kompas.com lewat lewat aplikasi pesan WhatsApp, Minggu malam.

Namun, lanjut dia, mengakui tidak sempat keluar karena getarannya tidak berlangsung lama, hanya beberapa detik. Hal senada diakui seorang ibu rumah tangga, Sri Anita merasakan gempa yang getarannya cukup terasa keras. “Lagi nonton televisi, tiba-tiba terasa ada goyangan. Tapi tidak lama, mau keluar rumah tapi sudah berhenti,” aku Anita. Poto,Sumber:Kompas (R. Iyan M)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook