Amini Pernyataan Ketua Satgas, GMPK Kab. Bogor Sepakat Basmi ‘Tikus’ Dana Desa

BOGOR, INDONEWS,– Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Kabupaten Bogor mengamini dan sepakat dengan pernyataan Ketua Satgas Dana Desa sekaligus mantan Wakil Ketua KPK Irjen (Purn) Dr. Bibit Samad Rianto MM, bahwa korupsi dana desa adalah penyakit kronis yang harus diberantas hingga ke akar.

Dalam pernyataan tegas Bibit belum lama ini, Satgas Dana Desa sangat membutuhkan peran dan kerja sama masyarakat, khususnya organisasi yang berkomitmen memerangi korupsi seperti GMPK untuk turut ‘memberangus’ atau memberikan tindakan tegas kepada setiap pelaku korupsi dana desa.

“Kita juga harus menyiapkan antisipasi terhadap segala bentuk korupsi dana desa, termasuk menekankan perlunya moral dan integritas baik dari pengelola. Salah satu antisipasi, Satgas Dana Desa sendiri tak akan segan dan ragu memecat petugas atau personil yang bermain-main atau dengan korupsi dana desa,” ujarnya.

“Seperti orang Jepang bilang, bahwa ikan itu busuk dari kepala, maka kita tidak akan pernah pandang bulu dalam menindak siapapun pelaku korupsi dana desa. Bukan saja pengelola yang akan kita tekan agar jangan sesekali bermain korupsi dana desa, pendamping pun akan kita evaluasi,” pungkasnya.

Menyikapi pernyataan tegas Bibit Samad Rianto, Ketua GMPK Kabupaten Bogor Jony Sirait, Amd sepakat, pedang hukum terhadap para pelaku korupsi, khususnya dana desa harus dipertajam guna memberikan efek jera.

“GMPK sendiri tidak pernah memberikan toleransi kepada siapa saja yang bermain curang dalam dana desa. Kita akan bertindak, kita siap menjadi garda terdepan dalam pencegahan korupsi dana desa. Kami jadikan pernyataan Pak Samad Rianto tadi sebagai cambuk agar GMPK semakin berperang dalam mengawal dana desa,” ujar Jony, Selasa 30 Juli 2019.

Dikatakan, GMPK sangat siap dalam memerangi korupsi yang sudah dinilai sebagai extra ordinary crime yang tidak cukup hanya dilakukan secara represif saja. Pada awal reformasi 1998, katanya, diyakini bahwa korupsi adalah sebagai penyebab keterpurukan bangsa, sehingga dengan niat dan semangat yang tinggi untuk memberantas korupsi, GMPK selalu siap menjadi garda terdepan.
“Tindak pidana korupsi merupakan fenomena gunung es yang hanya nampak di permukaan, sedangkan bongkahan es di bawahnya merupakan corruption hazards atau kerawanan korupsi dan potensi masalah penyebab korupsi yang jauh lebih besar porsinya dan tidak bisa ditangani secara penindakan (represif) saja, tetapi harus dicairkan melalui upaya memerangi korupsi dengan tindakan pencegahan (preventif) dan upaya penangkalan (preemtif) atau upaya melalui kegiatan penanganan pada hulu permasalahannya,” terang Jony.

Kegiatan memerangi korupsi dana desa ini, tidaklah mungkin hanya dilakukan Satgas Dana Desa sendiri, akan tetapi harus dilakukan oleh segenap komponen bangsa, termasuk mendorong aparat pemerintah untuk melakukan juga upaya preemtif sehingga korupsi dari waktu ke waktu akan berkurang dan pada akhirnya benar-benar lenyap dari persada pertiwi ini.

“Memang negara sudah memiliki aparat penegak hukum dengan criminal justice system-nya, namun kenyataan menunjukkan bahwa perilaku aparat penegak hukum sendiri pun masih ada yang koruptif, terbukti masih banyaknya makelar kasus dan putusan-putusan hakim yang kontroversial, yang cenderung meringankan atau membebaskan pelaku korupsi, maka hal itu juga harus kita soroti,”: ucapnya.

Hasil diagnosis menunjukkan, bahwa kondisi penyakit korupsi di Indonesia sudah parah, modus operandinya sangat beragam, sulit diatasi dan penjabaran political will dari pimpinan penyelenggara negara tidak dilakukan secara baik (setengah hati) karena paham pragmatisme telah menguasai hampir seluruh kehidupan masyarakat, hal ini jelas menunjukkan degradasi moral bangsa.

“Oleh karena itu, kami GMPK menawarkan gagasan untuk mengajak segenap masyarakat dan birokrasi yang masih peduli akan nasib bangsa ini agar memahami akan bahaya korupsi dan peduli tentang pemberantasan korupsi serta berperan aktif melakukan kegiatan preventif dan preemtif terhadap fenomena gunung es korupsi,” tandasnya. (Wawan Kurniawan)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook